Kiriman dibuat oleh Yuda Kristian Lumban Raja

Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA
Judul Tulisan: Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam
Masyarakat
Nama penulis: James
Tahun Terbit: 2015
Vol. No: Vol. 3 No. 2

Abstrak: Saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi dalam perekonomian, politik, keamanan, budaya,
agama, ruang hidup, dan bidang lainnya. Para ahli mengatakan bahwa semua krisis mereka yang kita hadapi di
Indonesia berakar dari moralitas bangsa dan krisis etika. Akhirnya, masalah moralitas tidak hanya mendengar
dan berteori, tetapi lebih dari itu, masalah moralitas adalah masalah yang perlu dipikirkan bersama-sama dan
bagaimana menyelesaikannya

Pendahuluan: Budaya global yang dibangun
dengan kemajuan dibidang ilmu
pengetahuan, teknologi khususnya media
informasi telah membawa berbagai
perubahan, terutama perubahan tata nilai
dalam kehidupan manusia. Perubahan tata
nilai ini beraspek ganda, pada satu sisi
membawa kemajuan yang konstruktif
tetapi pada sisi lain membawa ragam- ragam kerusakan atau destruktif terhadap
moralitas manusia.

Hasil dan pembahasan: Penulis menguraikan berbagai isu
moralitas yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat tentu tidak mungkin
memberikan uraian lengkap terhadap masing-masing isu.
Penyalahgunaan narkoba dan obat- obatan terlarang. Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu
sebab maka narkoba menjadi salah satu
permasalahan moralitas dalam
masyarakat. Sasaran dan yang menjadi
korban narkoba pada umumnya adalah
anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda
dan mahasiswa. Melihat fakta-fakta itu
kalangan pendidik melihat adanya
konfigurasi besar-besaran akan diraup
untung materi yang besar pula. Kedua,
untuk membunuh, melumpuhkan dan
merusak generasi bangsa ini
Pola hidup (Life Style), Ada berbagai
pola hidup yang merusak moral manusia,
beberapa diantaranya yang sangat relevan
dan actual dalam kehidupan masyarakat
kita adalah: Free sex (seks bebas). Pola
hidup seperti ini melanda banyak manusia
di dunia ini. Mereka berpendirian bahwa
manusia tidak perlu diikat oleh suatu
peraturan apapun untuk menikmati
tuntutan seksualitas mereka. Mereka tidak
perlu menikah secara resmi dengan upacara-upacara keagamaan serta ikatan-
ikatan hukum yang sah seperti peraturan
pencatatan nikah.
Kesimpulan: Masalah moralitas merupakan
masalah yang tak henti-hentinya menjadi
persoalan kita. Karena mau tidak mau kita
sebagai manusia yang berada di
lingkungan sosial budaya yang beragam.
Karena itu mari kita saling menjaga diri
dan keluarga masing-masing agar tidak
masuk ke dalapermasalahan moralitas
tersebut. Kalau kita tidak dapat mencegah
orang lain, minimal kita dapat mencegah
diri sendiri dan keluarga dari kerusakan
moral.
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama Jurnal: JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Judul Jurnal: Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis: Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Tahun Penerbitan: 2012
Vol, No: V o l . 3 | N o . 3

Abstrak:Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika
yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan
upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin
pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga
membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan
mengenai moral, sehingga hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia.

Pendahuluan:Moral merupakan perilaku yang baik yang
menjadi karakter dari individu atau kelompok yang
bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan
merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila
sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi
dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam
mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat
ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Moral
mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia
itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme
yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu
masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat

Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang
bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif

Hasil dan Pembahasan: Penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang
terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Pada masyarakat terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umumdiakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain
peraturan atau norma hukum. Norma tersebut biasa
disebut etika.
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar
perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika
berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara
berpikir.
Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum
yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau
undang undang yang mengaturnya. Penyebab yang
menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran
etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran
masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan
tidak etis. Orang yang melakukan pelanggaran etika
belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika. Hukum yang baik adalah hukum yang tidak mengabaikan etika. Masalah moral dan etika bisa menjadi perhatian orang diman saja, baik dalam masyarakat yang belum maju maupun masyarakat yang telah maju
Beberapa faktor yang menyababkan para individu
zaman sekarang kurang dalam beretika.
1)
kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2) berkembangnya
teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak
peduli akan lingkungan sekitarnya.
3)
lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan
membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus
orangtuanya.
4) kurangnya penanaman jiwa
religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya
pengetahuan tentang agama yang menjadikannya
tuntutan untuk selalu berperilaku etis. Banyaknya
polemik yang terjadi sehingga membuat hilangnya bersikap etis dalam diri seseorang membuat Indonesia menjadi di ambang kekrisisan etika.

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini

Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:

1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada

Kesimpulan:Setelah dikaji lebih dalam mengenai etika dan
moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal
yang sepele jika dilihat lebih serius untuk
membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui
dampak daripada perubahan zaman terhadap etika
dan moral masyarakat sangat Komplek artinya
dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan
masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang
dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai
luntur tertimbun zaman. Untuk mencegah
terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk
pada masyarakat maka setidaknya harus membuat
pencegahan dan aturan yang dapat menjamin
bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia
khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi,
Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun
zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi
kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan
dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi
karakter bangsa yang terus dijunjung tinggi
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Analysis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Nama Jurnal:-
Judul Jurnal:Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono
Tahun Penerbitan: -
Vol, No:-

Abstrak: Memasuki abad ke-21, kehidupan nyata masyarakat manusia masih tetap diliputi berbagai macam
konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum
keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum
tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu
kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik
Hasil dan Pembahasan:
Arti dan Isi Filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata -
kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono,
2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Pada dasarnya dalam ungkapan cinta dan
kearifan terkandung suatu pengetahuan mendalam (hakikat). Kata cinta, menunjukkan adanya
hubungan menyatukan antara subyek dan obyek, di dalam mana subyek melakukan suatu
kebaikan terhadap obyek. Untuk itu, maka tanpa pengetahuan mendalam mengenai sifat hakikat
obyek, tidak mungkin subyek bisa melakukan kebaikan terhadap obyek

Arti Moral dan Etika
Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin
“mos” atau “mores”, berarti costum, … “relating to principles of right and wrong in behavior ”.
Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib
tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi,
moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik.
Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat
sistematika pembahasan tentang manusia dan
masyarakatnya, diawali dengan pemikiran filosofis, dilanjutkan denga n pemikiran etika dalam
kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus
mengenai pemikiran terakhir, dipandang perlu karena pendidikan adalah satu -satunya cara
penanaman nilai-nilai moral dan etika.
Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur”
menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Ki Ageng Suryomentaram (1974)
misalnya, berpendapat bahwa: “manusia termasuk jenis yang cara hidupnya berkelompok, jadi
serupa dengan jenis lebah. Dalam kelompok, orang saling memberi dan mengambil kefaedahan
masing-masing. Tindakan tersebut dinamakan gotong -royong atau kemasyarakatan.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat
Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di
dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang hidup dengan mengisolir diri di tengah hutan,
seolah-olah tidak memerlukan moral dan etika. Tetapi ketika mulai memanfaatkan sumber daya
hutan, apalagi jka cara pemanfaatannya cenderung merusak, maka perilakunya sudah masuk ke
dalam lingkup moral dan etika. Hal itu karena kelangsungan hidup dan kehidupan pada
umumnya, termasuk kehidupan bermasyarakat, mutlak bergantung pada keberadaan hutan.
Karena sifatnya universal, maka pemikiran kritis tentang moral dan etika lebih menyoal pada
masalah kesadaran moral, yang berkedudukan pada awal dari seluruh kegiatan hidup. Sadar akan
asal-mula dan tujuan kehidupan, maka manusia sadar tentang apa yang perlu dilakukan dalam
menjalani kehidupannya. Atas kesadaran moralnya, seseorang terdorong untuk melakukan
perbuatan yang baik dan bernilai guna bagi kelangsungan dan tujuan hidup.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
Jika pendidikan berhasil membina ketiga kecerdasan tersebut, maka seorang individu menjadi
terdidik. Orang yang terdidik memiliki kesadaran tentang dari mana asal mula dan tujuan
kehidupan. Berdasar kesadaran itu, manusia harus kreatif dan produktif dalam menjalani
kehidupan dan mau bersikap dan berperilaku adil di sepanjang hidupnya. Jadi nilai-nilai moral
dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial
pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar
dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai -nilai
etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan
belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas
kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara
etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk
mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.

Kesimpulan:Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan
secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual
bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk
mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi
kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap
individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya,
mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem
kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum.
Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi
seluruh individu anggotanya.
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053160

dalam video tersebut menjelaskan bahwa korupsi adalah penyakit yang sangat marak di kalangan indonesia, bahkan dalam video tersebut seorang siswa yang sudah berani melakukan korupsi tanpa merasa takut akan masalah yang di hadapinya, oleh karena itu kita sebagai penerus bangsa harus memahami bahwa korupsi sangat merugikan bagi orang disekitar kita. kita harus menanamkan jiwa anti korupsi sejak dini, sehingga dengan demikian akan banyak amsyarakat yang tersadar akan sangat ruginya korupsi bagi masyarakat luas
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260


Perbedaan pendidikan Jepang dan Indonesia
1. Kebersihan sejak dini
di Indonesia masih banyak yang membuang sampah sembarangan bahkan tidak diajarkan sejak dini bahkan tidak ada dikurikulum mengenai kebersihan
berbeda di Jepang, pekerja kebersihan tidak ada, hal ini karena kurikulum di Jepang mengharuskan siswa untuk mempunyai tanggung jawab tentang kebersihan
2. Makan bareng
Dijepang, proses makan dianggap penting, karena pendidikan mengatur makanan siswa, mulai dari menu, gizi dalam makanan, sampai cara mereka makan dan dilakukan bersama-sama dan diikuti para guru sehingga membangun hubungan positif antar masyarakat sekolah
2. Makan bareng
Di Indonesia makanan atau jajanan siswanya tergolong bervariasi dan sesuai dengan budget siswa. Dijepang, proses makan dianggap penting, karena pendidikan mengatur makanan siswa, mulai dari menu, gizi dalam makanan, sampai cara mereka makan dan dilakukan bersama-sama dan diikuti para guru sehingga membangun hubungan positif antar masyarakat sekolah
3. Mata pelajaran yang sedikit
Di Indonesia tergolong memiliki mata pelajaran yang sangat banyak
namun di Jepang mata pelajaran tergolong sedikit dan di ajarkan pada waktu tertentu saja
4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesai dihadapi berbagai ujian
berbeda di Jepang tidak melibatkan ujian namun mengajarkan tentang pendidikan karakter di usia kelas rendah
Di Indonesia minat baca sangat rendah karena tak terbiasa membaca buku di sekolah
sedangkan di Jepang, mereka mewajibkan membaca buku selama 10 mwnit sebelum memasuki jam pelajaran
Di Jepang sangat memperhatikan peralatan sekolah, tas, sepatu disama ratakan sehingga siswa tidak merasa minder mengenai perlengkapan temannya yang sangat berbeda di Indonesia yang menjadi ajang pamer bagi siswa-siswa
Untuk seragam sekolah di Indonesia terlalu ribet yang dimana harus memakai baju sesuai hari dan maupun jenjangnya, berbeda di Jepang hanya memiliki satu jenis seragam
Namun kemajuan pendidikan di Jepang juga mengalami dampak negatif karena tekanan dari pendidikan itu sendiri, bahkan banyak yang bunuh diri dan menjadi salah satu yang terbanyak di dunia