Posts made by Yuda Kristian Lumban Raja

Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Penanaman Nilai dan Moral sangat penting bagi anak baik baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Yaitu dengan cara:
1. Keluarga
caranya: memberikan pemahaman tentang betapa pentingnya nilai moral dan orang tua harus menjadi contoh atau teladan dalam mengajarkan anak mengenai nilai dan moral
hambatan: Karena kesibukan orang tua, maka fokus orang tua akan terpecah dan nilai dan moral yang diajarkan akan kurang efektif
Strategi: Bijak dalam membagi waktu terhadap anak dan memberikan pemahaman yang benar tentang nilai dan moral dan mengajak anak melakukan interaksi secara nyata diluar rumah

2. Sekolah
Caranya: Mengajarkan peserta didik tentang nilai dan moral dengan memasukannya dalam kurikulum atau pembelajaran seperti biasa sehingga peserta didik lebih memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
Hambatan: Dalam memberikan pengajaran nilai dan moral bagi peserta didik tidak akan mendalam dan waktu yang di berikan juga singkat, sehingga peserta didik diharuskan belajar secara sendiri
Strategi: Memberikan tugas ataupun project yang dapat meningkatkan nilai dan moral peserta didik

3. Masyarakat
Caranya: Setiap anak diberikan kebebasan dalam bereskpresi sehingga apabila ada melakukan keselahan diberikan pemahaman kepada anak tersebut yang benar
Hambatan: Pengaruh lingkungan sangat cepat dalam proses perilaku anak, sehingga harus dapat dipilah antara lingkungan negatif ataupun posistif
Strategi: Memilih lingkungan yang positif dan mendukung bagi anak membatasi perilaku anak

Dalam menanamkan nilai dan moral anak, keluarga, sekolah dan masyarakat sangat berperan penting dan harus selalu membiasakan yang benar nilai dan moral kepada anak sehingga anak akan terbiasa dengan sikap dan perilaku sesuai dengan nilai moral yang baik
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Jurnal 2

Identitas jurnal
Nama Jurnal: JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Judul Tulisan: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Nama Penulis: Ilham Hudi
Tahun Terbit: 2017
No. Vo. : VOL.2, NO.1

Abstrak: Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu; pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Populasi penelitian terdiri dari 40 SMP Negeri Kota Pekanbaru sebanyak 1600 siswa, sedangkan sampel penelitian meliputi 9 SMP Kota Pekanbaru sebanyak 360 siswa. Kaedah analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku serta analisis inferensi yang digunakan regresi melalui program SPSS18. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIII Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orangtua.

Pendahuluan: Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai-nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan, selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama.

Metode: Proses mengolah data atau menganalisis data menggunakan dua jenis statistik yaitu;
(1) statistik deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsi situasi dan keadaan dalam bentuk prosentase dengan menyajikan data dalam bentuk teknik pengukuran yang sederhana dan
(2) Statistik inferensi, yaitu dengan rumus untuk mengolah data
angket yang telah ditabulasikan (descriptive and inferential). Untuk melakukan analisis tersebut, input data penelitian dijalankan dengan menggunakan aplikasi
programThe Statistical Package for the Social Sciences (SPSS 18).

Hasil dan pembahasan: Pengetahuan Moral (Moral Knowing) Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika
kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
Kegagalan moral yang sering terjadi pada diri manusia dalam semua tingkatan usia adalah kebutaan moral; kondisi di mana orang tak mampu melihat
bahwa situasi yang sedang ia hadapi melibatkan masalah moral dan membutuhkan pertimbangan lebih jauh.
2.. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
Nilai moral seperti menghormati kehidupan dan kemerdekaan, bertanggung jawab terhadap orang Iain, kejujuran, keadilan, toleransi, sopan santun, disiplin diri,
integritas, belas kasih, kedermawanan, dan keberanian adalah faktor penentu dalam membentuk pribadi yang baik.
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan
bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa. Ini adalah prasyarat bagi pertimbangan moral: Kita tidak dapat menghormati orang dengan baik dan bertindak dengan adil terhadap mereka jika kita tidak memahami mereka.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
Seiring dengan perkembangan penalaran moral anak-anak, dan riset menunjukkan pada kita bahwa perkembangan terjadi secara bertahap, mereka akan
mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak ketika mereka akan melakukan sesuatu.
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil sescorang yang sedang menghadapi persoalan moral disebut sebagai kcterampilan
pengambilankeputusan reflektif. Pendekatan pengambilan keputusan dengan cara mengajukan pertanyaan "apa saja pilihanku", "apa saja konsekuensinya" telah
diajarkan bahkan sejak usia pra TK.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Memahami diri sendiri merupakan pengetahuan moral yang paling sulit untuk dikuasai, tetapi penting bagi pengembangan karakter. Untuk menjadi orang yang
bermoral diperlukan kemampuan mengulas perilaku diri sendiri dan mengevaluasinya secara kritis. Membangun pemahaman diri berarti sadar terhadap
kekuatan dan kelemahan karakter kita dan mengetahui cara untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Kesimpulan: Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan
pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku
moral siswa. .
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Jurnal 1

Identitas jurnal
Nama Jurnal:Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Judul Tulisan: MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Nama Penulis: Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Tahun Terbit: 2020
No. Vo. :Vol. 3, No. 1

Abstrak: Kalangan millenial . Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk
Indonesia yang lebih baik. Para Dosen agama Universitas Pamulang melihat
fenomena yang berkembang di masyarakat tentang semakin menjauhnya Agama terhadap kehidupan bermasyarakat yang diakibatkan perkembangan teknologi digital yang semakin merebak di era digital akhirnya berdampak pada
perkembangan pembelajaran PAI di lingkungan MTs Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengan mengkaji masalah
tersebut maka diperlukan tindakan nyata minimal mengadakan sosialisas dan
implementasi tentang pentingnya pemanfaatan teknologi sehingga dapat dijadikan solusi yang tepat.

Pendahuluan: Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan
Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM) . Diharapkan dengan P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat
memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pamulang (Unpam) adalah salah satu Perguruan
Tinggi Swasta yang secara konsisten menyelenggarakan P3KM. Pelaksanaan P3KM di Universitas Pamulang di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M)

Metode: PKM dilaksanakan di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega
Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor pada hari Senin sampai dengan Rabu,
tanggal 17 sampai 19 Desember 2019. Adapun Waktu pelaksanaannya dari pukul
13.30 sampai dengan 17.00 WIB. Subjek dari kegiatan PKM adalah siswa – Siswi
Mts Insan Madani tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta.

Hasil dan pembahasan: Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang
dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap
persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan
wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan
PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM.
Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan
“Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan
moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul
materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad
Yani Nasution. Kemudian pada pertanyaan kedua “Bagaimana metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial?” Kemudian Muhammad Jazuli (Pemateri kedua)
Menjawab bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan
memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah,
memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik. Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM
PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya

Kesimpulan: Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang
terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan
PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu. Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga
mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus
dilaksanakan dan ditingkatkan.