Kiriman dibuat oleh Susia Utami 2213053051

Nama: Susia Utami
Npm: 2213053051
Kelas: 1E
Mata kuliah: Pendidikan Pancasila

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab:
Hubungan pendidikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa yaitu Pancasila dijadikan sebagai sumber bagi segala tindakan para penyelenggara negara menjadi jiwa dari perundang-undangan yang berlaku bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan pandangan hidup filsafat berbangsa dan bernegara.
Urgensi nya bagi mahasiswa yaitu agar Mahasiswa dapat mengembangkan karakter manusia dalam pemikiran sikap dan bertindak sesuai dengan Pancasila. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan,kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab:
Hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi peruba han dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan adalah Karakter, karena karkater adalah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila,dengan pendidikan Pancasila generasi bangsa Indonesia berkarakter tangguh cinta tanah air bela negara serta mampu meningkatkan jati diri bangsa. Dengan memiliki karakter generasi muda akan menjadi generasi yang mampu menghadapi perubahan pada masa yang akan datang dengan pribadi yang sesuai dengan karakter nilai nilai pada sila Pancasila.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawab:
Faktor penghambat diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah karena mahasiswa atau Pemuda hanya menganggap Pancasila sebagai dasar negara mereka melupakan nilai-niali pada sila sila Pancasila,mereka tidak mengimplementasikan Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penunjang diberlakukan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah agar menciptakan mahasiswa atau generasi muda memiliki karakter Pancasila yaitu cinta tanah air dan bela negara serta dapat mengimementasikan nilai-niali yang terkandung dalam sila Pancasila.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawab:
Relasi pendidikan Pancasila pada program studi saya yaitu agar sebagai calon guru memiliki karakter Pancasila yang mampu mengimpemntasikan niali nilai pancasila yang nantinya akan di ajarkan kepada peserta didik agar mereka juga memiliki karakter pacancasila dengan begitu terciptalah generasi muda yang cerdas serta yang mampu memajukan negara.
Nama: Susia Utami
Npm: 2213053051
Kelas: 1E
Mata kuliah: Pendidikan Pancasila

Sejarah Pancasila
Pancasila sudah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu panca yang artinya lima dan sila berarti asas, Pancasila berarti lima asas. Istilah Pancasila terdapat dalam buka negarakartagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang artinya berbatu sendi yang lima. Dalam periode penjajahan barat bangsa Indonesia terlibat dalam perjuangan fisik mengusir penjajah perlawanan terhadap penjajahan barat tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, tetapi belum terkoordinasi karena bangsa Indonesia masih menggunakan sifat kedaerahan. Kemudian dr Soetomo mendirikan organisasi Boedi Utomo, yaitu kelompok pergerakan nasional pada tanggal 20 Mei 1908. Perjuangan pergerakan nonfisik mulai menampakan hasilnya dengan diselengkaragannya kongres pemuda yang menghasilkan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktokber 1928. Pada tanggal 9 maret 1942 pemerintah Hindia Belanda menyerahkan prasyarat kepada jepang kemudian, 3 tahun bersilang Jepang terdesak oleh sekutu sehingga Jepang ingin menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia di kemudian hari. Jepang membentuk BPUPKI pada tanggal 29 april 1945 yang diketuai oleh dr Radjiman Widyodiningrat dengan anggota 76 orang termasuk 7 orang berasal dari Jepang.
1. Sidang BPUPKI pertama pada tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945 pada sidang tersebut Mr.Mohammad Yamin, Mr. Soepomo dan Ir Soekarno secara berurutan mengemukakan pandangannya tentang lima asas dasar negara Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945,Ir Soekarno mengusulkan dasar tersebut yang diberi nama Pancasila, usulan tersebut ditrima dalam sidang BPUPKI. Ir Soekarno juga mengusulkan konsep Trisila dan Eka sila yang merupakan intisari dari Pancasila, Trisila yang berisi sosionasinalisme,sosiodemokrasi dan ketuhanan sedangkan ekasila berupa gotong royong. Tidak lanjut dari sidang BPUPKI adalah dibentuk tim 9 yang menghasilkan piagam jakarta pada 22 Juni 1945.
2. Sidang ke dua BPUPKI pada 11 Juli 1945, menghasilkan teks proklamasi, rancangan undang-undang, rancangan batang tubuh UUD.
Rancangan dasar negara terdapat pada UUD 1946 alenia ke 4 namun terdapat perbedaan pada naskah Pancasila, sila pertama pada piagam Jakarta berbunyi"ketahanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".
Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan di bentuk panitia persiapan kemerdekaan Indonesia atau PPKI yang beranggota 27 orang dan diketuai oleh Ir Soekarno. PPKI bertugas menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia PPKI menyelenggarakan sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah proklamasi kemerdekaan ,dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan sebelum sidang dimulai Muhammad Hatta merubahan sila pertama dengan menghapus tuju kata menjadi ketuhanan yang maha esa,naskah Pancasila menjadi sebagaimana sekarang. Dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan
1.) Mengesahkan UUD 1946 yang didalamnya terdapat dasar negara Pancasila.
2.) Memilih presiden dan wakil presiden pertama NKRI yaitu Ir Soekarno dan Drs. Moh Hatta.

Berdasarkan UUD nomor 12 tahun 2011 berdasarkan pengertian dan perannya Pancasila berfungsi sebagai dasar yang statis atau fundamental sebagai fungsi pokok Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Tuntutan yang dinamis sebagai cita-cita dan tujuan bangasa. Ikatan yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, menjamin hak hidup secara layak bagi semua warga negara dari semua golongan tanpa ada perbedaan. Pancasila juga memiliki tiga fungsi yaitu Fungsi yuridis ketatanan negara yang merupakan fungsi pokok atau fungsi utama bagi Pancasila sebagai dasar negara, fungsi sosiologis sebagai pengatur hidup masyarakat, fungsi etis dan filosofis berfungsi pengatur tingkah laku pribadi.
Nama: Susia Utami
Npm: 2213053051
Kelas: 1E
Mata kuliah: Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu:1.Drs. Rapani, M.Pd
2. Dayu Rika Perdana, S.Pd, M.P

Jurnal yang berjudul
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI
Jurnal tersebut berisi

Revitalisasi Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara mampu menjadi cara pandang Bangsa Indoensia yang memiliki ciri khusus dalam hubungan politik. Makna
revitalisasi pada hakikatnya merupakan
upaya membangkitkan kembali vitalitas atau usaha mengembalikan posisinya kembali menjadi penting. Selain itu revitaliasi tujuannya untuk meninjau ulang akan kekuarangan apa yang sudah dilaksanakan dan kemudian disesuaikan dengan kondisi
zaman yang dinamis dalam upaya
memberikan manfaat bagi kehidupan. Keberadaan Pancasila yang pada
hakikatnya merupakan dasar negara (filsafat negara) sekaligus pandangan hidup (filsafat hidup) akan memberikan konsekuensi bangsa harus mampu memahami makna pokok dari nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus membudaya.

Internalisasi Pancasila Melalui Mata
Kuliah Pancasila
Internasionalisasi Pancasila Melalui mata kuliah Pancasila dilakukan karena banyak generasi Indonesia tidak paham dengan Pancasila, penafsiran Pancasila terkadang masih tergantung pada penguasa,Pancasila mengalami degradasi di dalam mengimplementasikan di kehidupan
berbangsa dan bernegara.upaya menginternasionalisasikan Pancasila agar mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang berkarakter tangguh cinta tanah air bela negara serta mampu meningkatkan jati diri bangsa maka pendidikan mata kuliah wajib diperkuat sebagai salah satu komponen pembentuk budaya bangsa. Pancasila sebagai pengetahuan
ilmiah-filosofis dapat dipahami dengan
menggunakan sisi verbalis, konotatif, dan denotatif. Pengetahuan secara verbalis merupakan pemahaman Pancasila dari aspek rangkaian kata-kata yang diucapkan seperti hafalan sila-sila dari Pancasila. Adanya Pembelajaran mata Pancasila di dalam perkuliahan agar mahasiswa berusaha untuk mengimplementasikan Pancasila di kehidupan sehari-hari,Dan dengan adanya mata kuliah Pancasila itu membuat Mahasiswa memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa dengan wujud lebih aktif dalam kegiatan kenegaraan seperti partisipasi dalam pemilihan umum menyebabkan pendapat yang aspiratif dan kesadaran menaati peraturan yang berlaku kecakapan mahasiswa dalam menyikapi berita di media sosial supaya tidak mudah terprovokasi dengan demikian dapat dikatakan bahwa mata kuliah Pancasila berperan penting di dalam membentuk karakter mahasiswa sesuai dengan Pancasila.

Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah Kebangsaan Di era digital saat ini Pancasila memiliki tantangan karena pengaruh dunia digital yang membuat semakin mudahnya ideologi lain masuk ke Indonesia yang dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia terdapat lima akar permasalahan bangsa yaitu demokrasi yang liberal, ketidakadilan dan kesenjangan sosial yang semakin tajam,pemberantasan korupsi yang tidak serius, kesalahan sistem pendidikan, pertumbuhan penduduk yang tidak, terkendali hal tersebut dapat menyebabkan menyebabkan atau memicu permasalahan secara nasional yaitu disintegrasi bangsa.
Kontribusi Pancasila dalam menyelesaikan masalah yaitu mempunyai pemahaman pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan bangsa menerima keberadaan orang lain yang berbeda suku maupun agama dan memiliki budaya yang toleran peduli keberadaan sesama manusia yang membutuhkan bantuan dengan cara menggalang dana.