Kiriman dibuat oleh Nadia Ayu Nurjanah 2213053119

Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / I

Dari video dengan judul “Pendidikan moral anak sekolah (pendidikan pancasila) “ dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral sangatlah diperlukan dalam kehidupan anak, dengan kurangnya pendidikan moral dapat berpotensi membuat anak menjadi kurang memiliki landasan nilai-nilai etika dan moral yang kuat, yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan perilaku mereka. Tanpa pendidikan moral yang memadai, anak cenderung menjadi kurang sensitif terhadap kebaikan, empati, dan tanggung jawab sosial. Mereka juga mungkin lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan dan media, yang dapat mengarah pada perilaku amoral atau tidak etis. Kurangnya pendidikan moral dapat membuat anak kurang mampu menghadapi dilema moral atau membuat keputusan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari seperti yang tercermin dalam video tersebut. Oleh karena itu, pendidikan moral yang baik sangat penting untuk membantu membentuk anak menjadi individu yang bertanggung jawab, peduli, dan berintegritas dalam masyarakat.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / I

Dari video dengan judul “Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar“ dapat disimpulkan bahwa Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak di sekolah dasar karena merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan perilaku mereka di masa depan. Dalam tahap perkembangan mereka, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan media, sehingga pendidikan moral yang baik dapat membantu mereka memahami prinsip-prinsip etika, kebaikan, empati, serta nilai-nilai yang baik. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan yang bijak, berinteraksi dengan orang lain dengan baik, serta membangun etika yang kuat untuk menjadi warga yang bertanggung jawab dalam masyarakat. Dengan demikian, pendidikan moral di sekolah dasar memiliki peran dalam membentuk individu yang lebih baik dan masyarakat yang lebih harmonis di masa depan. Adapun akibat yang terjadi jika Pendidikan Moral tidak diberikan kepada anak sekolah dasar yang menyebabkan menurunnya moral pada anak, maka akan menimbulkan perundungan terhadap anak, kekerasan fisik dalam keluarga. Maka diperluka peran orangtua dan guru dalam perkembangan moral anak. Untuk mencegah rusaknya moral anak-anak di sekolah dasar, langkah-langkah penting yang harus diambil adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan mendukung di sekolah dan di rumah. Hal ini mencakup memberikan pendidikan moral yang berfokus pada nilai-nilai seperti kejujuran, empati, rasa hormat, dan tanggung jawab, serta memberikan contoh positif melalui perilaku orang dewasa.
Judul Jurnal : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Nama Jurnal : -
Vol dan No : (-) dan (-)
Halaman : 1 - 10
Tahun Terbit : -
Penulis : Lia Yuliana

ANALISIS :
Jurnal dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini” dapat disimpulkan bahwa Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini
merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma. Untuk menciptakan dan mengarahkan seseorang menjadi lebih bermoral maka diperlukanlah pendidikan moral, dengan pendidikan moral dimaksudkan agar manusia belajar menjadi manusia yang bermoral. Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan peutup.
KELEBIHAN JURNAL : Penulis menjabarkan mengenai topik yang dibahas secara terperinci
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca merasa bingung, yaitu tidak disediakannya data pendukung penelitian. Tidak tercantumnya volume dan nomor jurnal dan tahun terbit jurnal.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3/i

ANALISIS JURNAL
Judul Jurnal : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Vol dan No : (1) dan (1)
Halaman : 68 - 77
Tahun Terbit : Agustus 2016
Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

Jurnal dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut” dapat disimpulkan bahwa Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang
hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah. Pendidik bukan hanya mengajarkan peserta didik belajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar ditempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Dengan dorongan dari pendidik, peserta didik mau menuntut ilmu agama karena sangat berguna bagi mereka untuk kedepannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidik di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu peserta didik di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan pendidik untuk melanjutkannya
KELEBIHAN JURNAL : Data yang diantumkan dalam jurnal sangat lengkap sehingga memudahkan pembaca dalam membaca jurnal, jurnal tersebut sesuai dengan fakta di lapanga karena menggunakan metode observasi
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca harus mengklasifikasikan sendiri yaitu tidak tercantumnya Tujuan penelitian pada jurnal tersebut.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3/i

ANALISIS VIDEO
Dalam video yang berjudul “Pendidikan Moral di Sekolah Dasar” yang telah disimak dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 tahap pengembangan moral. Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar adalah aspek penting yang memengaruhi bagaimana anak-anak menginternalisasi nilai-nilai dan norma-norma moral. Identitas gender merujuk pada bagaimana individu mengidentifikasi diri mereka sebagai laki-laki, perempuan, atau berbagai identitas gender lainnya. Dalam pendidikan moral anak sekolah dasar, penting untuk memastikan bahwa anak-anak diberikan kesempatan untuk menggali dan memahami isu-isu identitas gender, diskriminasi, keadilan, dan empati. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan nilai-nilai moral yang inklusif, adil, dan hormat terhadap semua individu, tanpa memandang identitas gender mereka. Terdapat permasalahan dan solusi dalam perkembangan moral anak sekolah dasar diantaranya Hilangnya kejujuran, rasa tanggung jawab, rendahnya disiplin, kurangnya kemampuan anak dalam bekerja sama, dan perilaku mengambil hak orang lain adalah masalah moral yang perlu mendapatkan perhatian dan tindakan dari orang tua atau wali, pendidik, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat membantu mengatasi masalah-masalah ini: Komunikasi Terbuka: Orang tua dan guru perlu memastikan bahwa ada komunikasi terbuka dengan anak-anak. Anak-anak harus merasa nyaman untuk berbicara tentang masalah atau kekhawatiran mereka. Ini membantu mereka untuk memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab. Memberikan Contoh Positif: Orang dewasa harus memberikan contoh perilaku positif dalam kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Pendidikan Moral: Sekolah dan keluarga harus memberikan pendidikan moral yang kuat. Ini bisa mencakup cerita, diskusi, dan pengajaran tentang nilai-nilai seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, dan disiplin. Konsistensi dan Batasan yang Jelas: Orang tua dan guru perlu menjaga konsistensi dalam menerapkan aturan dan batasan. Anak-anak perlu tahu konsekuensi dari perilaku mereka yang tidak jujur, tidak bertanggung jawab, atau tidak disiplin. Peningkatan Keterlibatan Orang Tua: Orang tua perlu terlibat aktif dalam kehidupan anak-anak. Ini mencakup menghabiskan waktu bersama mereka, mendengarkan kekhawatiran mereka, dan memberikan dukungan emosional. Penghargaan Positif: Memberikan penghargaan positif untuk perilaku yang baik dapat menjadi insentif bagi anak-anak untuk mempraktikkan kejujuran, rasa tanggung jawab, dan disiplin. Kegiatan Kolaboratif: Sekolah dan keluarga dapat mengadakan kegiatan yang mendorong kerjasama antar anak-anak. Ini dapat membantu anak-anak belajar bekerja sama, berbagi, dan menghormati hak orang lain. Pengembangan Empati: Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya empati dapat membantu mereka memahami dampak perilaku mereka pada perasaan orang lain. Ini dapat mendorong mereka untuk lebih memikirkan dampak sosial dari tindakan mereka. Pengawasan yang Bijak: Orang tua perlu memberikan pengawasan yang bijak untuk melindungi anak-anak dari peluang untuk mengambil hak orang lain. Ini termasuk mengajarkan etika dalam bersikap jujur, bersikap bertanggung jawab, dan berdisiplin. Konseling atau Bantuan Profesional: Jika masalah ini menjadi parah atau kronis, penting untuk mencari bantuan dari profesional seperti konselor atau psikolog anak yang dapat membantu anak dan keluarga mengatasi masalah ini. Perkembangan moral anak adalah proses yang memerlukan waktu, kesabaran, dan dukungan. Orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral anak-anak dan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan jujur.