གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nadia Ayu Nurjanah 2213053119

Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Judul Jurnal : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Nama Jurnal : Jurusan Administrasi Pendidikan
Halaman : 1 - 9
Penulis : Suparlan Suhartono
ANALISIS :
Jurnal dengan judul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan dapat disimpulkan bahwa dalam Kesadaran moral dalam kehidupan bermasyarakat adalah suatu aspek penting dalam filsafat etika. Filsafat etika membahas pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang benar dan salah, bagaimana kita seharusnya bertindak, dan bagaimana kita seharusnya hidup bersama sebagai masyarakat. kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. secara filosofis menjelaskan bahwa pendidikan adalah persoalan tentang sistem proses perubahan menuju pendewasaan, pematangan atau pen cer-dasan tiga potensi kejiwaan manusia yaitu rasa, cipta dan karsa. Karena itu, ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan, 2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan, 3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan. Jika pendidikan berhasil membina ketiga kecerdasan tersebut, maka seorang individu menjadi terdidik. Orang yang terdidik memiliki kesadaran tentang dari mana asal mula dan tujuan kehidupan. Berdasar kesadaran itu, manusia harus kreatif dan produktif dalam menjalani kehidupan dan mau bersikap dan berperilaku adil di sepanjang hidupnya. Jadi nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya.
KELEBIHAN JURNAL : Bahasa yang digunakan dalam jurnal mudah dipahami pembaca
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yaitu tidak tercantumnya tujuan jurnal, tidak tercantumnya volume dan nomor jurnal dan tidak tercantumnya tahun terbit jurnal serta halaman jurnal.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam cerita pendek yang berjudul “Menjadi Lebih Baik” menceritakan sebuah cerita kehidupan seorang anak yang bernama Hanafi yang bersekolah di SMK N 3 Wonosari, Hanafi merupakan seorang anak yang tidak jujur dan seringkali melakukan tindakan korupsi, oleh sebab itu diperlukannya Pendidikan anti korupsi di sekolah. Pendidikan anti korupsi memiliki peranan krusial dalam membentuk masyarakat yang adil, bertanggung jawab, dan bebas dari praktik-praktik korupsi. Melalui integrasi nilai-nilai anti-korupsi dalam sistem pendidikan, tidak hanya memberikan bekal pengetahuan kepada siswa mengenai bahaya dan dampak korupsi, tetapi juga membentuk karakter. Pentingnya pendidikan anti korupsi terlihat dalam kemampuannya membekali generasi muda dengan pemahaman tentang etika, integritas, dan tanggung jawab sosial. Siswa yang mendapatkan pendidikan anti korupsi menjadi agen perubahan yang mampu mendeteksi, menolak, dan melaporkan praktik-praktik korupsi. Selain itu, pendidikan anti korupsi juga membangun pondasi untuk pembentukan partisipasi sipil, memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung tata kelola yang baik dan melibatkan diri dalam upaya pencegahan korupsi. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi bukan hanya menghasilkan siswa yang sukses secara akademis, tetapi juga membentuk warga negara yang peduli, adil, dan bertanggung jawab dalam membangun masyarakat yang transparan dan berkeadilan.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam video yang membahas Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia, membahas mengenai banyak sekali perbedan antara model pembelajaran di Jepang dan Indonesia diantaranya, Sekolah Dasar di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan, menyediakan makanan para murid sesuai takarn gizi yang seimbang, mata pelajaran di pendidikan dasar di Jepang memiliki jumlah mata pelajaran yang sedikit, pada pembelajaran 3 tahun pertama di sekolah dasar Jepang tidak dilaksanakannya ujian dan hanya berfokus pada pendidikan karakter, sekolah dasar Jepang membiasakan siswa membaca selama 10 menit sebelum memulai pembelajaran. Dari beberapa keunggulan tersebut terdapat juga kekurangan dari pendidikan di Jepang diantaranya yaitu tekanan belajar yang sangat berat. Terdapat banyak perbedaan dalam sistem pendidikan dasar antara Jepang dan Indonesia. Setiap sistem memiliki kebijakan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menghargai pendekatan pendidikan yang beragam di berbagai negara. Beberapa perbedaan yang telah disebutkan sebelumnya melibatkan struktur sistem, kurikulum, budaya pembelajaran, dan penggunaan bahasa pengantar. Namun, penting untuk dicatat bahwa perbedaan tersebut juga dapat berdampak pada hasil pendidikan, kesiapan siswa untuk kehidupan setelah sekolah, dan kemungkinan untuk mengakses pendidikan lebih lanjut.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam video dengan judul “Potret Pendidikan di Dusun Terpencil” terdapat suatu Sekolah Dasar yaitu SD Negeri Glak di desa Sikka NTT yang melangsungkan proses belajar mengajar di teras kelas lantaran kekurangannya ruang kelas, sekolah tersebut hanya memiliki 6 ruang kelas dan terdapat 1 kelas yang tidak mempunyai ruang lantaran salah satu ruangan digunakan sebagai kantor guru. Saat pandemi corona melanda, para peserta didik tetap melangsungkan proses pembelajaran disekolah, dikarenakan di desa tersebut belum adanya jaringan telekomunikasi sama sekali. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat membuka mata dengan menyediakan fasilitas untuk sekolah tersebut. Fasilitas yang memadai di sekolah menjadi aspek kritis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang efektif dan kondusif. Fasilitas yang baik tidak hanya menyediakan sarana untuk proses pengajaran dan pembelajaran yang optimal, tetapi juga memengaruhi secara langsung kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam video dengan judul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan” menceritakan sepenggal pengalaman Martencis Siregar di desa Tanjung Mato Kalimantan Utara sebagai pengajar muda dari Indonesia mengajar. Martencis rela meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pelosok negeri sebagai pengajar. Tak sekadar mengajar baca tulis hitung, Veronica juga mengajar banyak nilai-nilai kebaikan. Martencis telah memilih untuk menghabiskan satu tahun usianya untuk menjadi Pengajar Muda. Jiwa social, prinsip mengasihi sesama seperti diri sendiri, pengabdian kepada masyarakat dan nilai-nilai kepemimpinan inilah yang ingin dibagikan Martencis kepada anak, remaja dan kaum muda di daerah penempatannya.