Nama : Syakila Haswa Utami
NPM : 2213053019
Kelas : 2A
Analisis Jurnal >> Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu serentak 2019
Pemilu serentak 2019 adalah pemilu kelima pasca orede baru dan merupakan pemilu serentak pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres dalam waktu bersamaan. Maka dari itu, pemilu serentak ini perlu disikapi dengan cara-cara yang rasional, dewasa, profesional, adil, jujur, bijak, dan beradab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karena, pemilu serentak lebih kompleks dan rumit, baik bagi penyelenggara pemilu, parpol, maupun rakyat.
Parpol adalah pelaku utama dalam pemilu yang dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyedia kader calon pemimpin. Namun, ketika fungsi parpol tidak maksimal, maka proses demokrasi terhambat. Tampak jelas dalam pemilu serentak 2019, banyak parpol gagal dalam proses kaderisasi. Dimana parpol hanya mementingkan kelayakan daripada program apa yang hendak ditawarkan pada rakyat.
Parpol yang aktif turun ke rakyat hanya terjadi pada saat pemilu karena mereka membutuhkan dukungan suara, menjadikan fragmentasi parpol yang belakangan ini menjadi tidak solid dan tingkat ketidakpuasan masaa terhadap parpol cenderung semakin tinggi. Bagi massa parpol gagal melaksanakan peran dan fungsinya dan cenderung menggunakan instituisinya hanya untuk memperjuangkan kekuasaan dan kepentingannya sendiri.
Pilpres 2019 tampaknya tidak menyadari pentingnya nilai budaya sendiri sebagai perisai ketahanan sosial bangsa dimanaa empat pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika berakar dari falsafah dan sejarah hidup bangsa. Gambaran tersebut sangat terasa dalam pilpres 2019 karena masyarakat cenderung mengalami pembelahan sosial yang cukup tajam. Persaiangan antar parpol yang semakin terbuka untuk mendapatkan jabatan politik.