Posts made by Syakila Haswa Utami 2213053019

Nama : Syakila Haswa Utami
NPM : 2213053019

Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Pancasila dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah di Indonesia

Pemilihan kepala daerah sekarang tidak mencerminkan pancasila, sila keempat. Menurut sila keempat adanya musyawarah dan mufakat, tetapi masih banyak pemilihan wakil rakyat yang dengan kekuasaan atau suap bisa terpilih menjadi wakil rakyat. Adanya UUD mengenai pemilihan kepala daerah atau wakil rakyat juga masih kurang memperjelas adanya prmilihan secara adil.

Sila keempat adalah perwujudan dari demokradi keempat yang bertujuan untuk keikut sertaan rakyat dalam menjalankan pemerintah.
Nama : Syakila Haswa Utami
NPM : 2213053019

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

1. Pada masa revolusi demokrasi sangat terbatas

2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959), disebut masa jaya demokrasi karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia tetapi pada saat itu demokrasi parlementer gagal karena dominan dengan politik aliran dan demokrasi ini tidak sesuai dengan kepribadian bangsa yang dijiwai oleh semangat gotong royong.

3. Demokrasi terpimpin (1959-1965)
kekuatan politik diantara ABRI, Seokarno, dan PKI

4. Demokrasi orde baru
hanya aman pada 3 tahun awal, setelahnya campur tangan pemerintah, pembatasan peran dan fungsi parpol ikut masuk ke dalamnya.

5. Demokrasi reformasi (1998 - sekarang), adalah demokradi yang berlandasan dengan Pancasila. Dimulai dari adanya demo besar di 1998 pada era pimpinan seoharto. Karakteristik pada era reformasi :
•pemilu dilaksanakan jauh lebih demokratis
• rotasi krkeuasaan dilaksanakan mulai dari prmerintahas pusat hingga tingkat desa
• pola rekruitmen politik dilakukan secara terbuka
• adanya hak dasar seperti kebebasan menyatakan pendapat
Nama : Syakila Haswa Utami
NPM : 2213053019
Kelas : 2A

Analisis Jurnal >> Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu serentak 2019

Pemilu serentak 2019 adalah pemilu kelima pasca orede baru dan merupakan pemilu serentak pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres dalam waktu bersamaan. Maka dari itu, pemilu serentak ini perlu disikapi dengan cara-cara yang rasional, dewasa, profesional, adil, jujur, bijak, dan beradab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karena, pemilu serentak lebih kompleks dan rumit, baik bagi penyelenggara pemilu, parpol, maupun rakyat.

Parpol adalah pelaku utama dalam pemilu yang dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyedia kader calon pemimpin. Namun, ketika fungsi parpol tidak maksimal, maka proses demokrasi terhambat. Tampak jelas dalam pemilu serentak 2019, banyak parpol gagal dalam proses kaderisasi. Dimana parpol hanya mementingkan kelayakan daripada program apa yang hendak ditawarkan pada rakyat.
Parpol yang aktif turun ke rakyat hanya terjadi pada saat pemilu karena mereka membutuhkan dukungan suara, menjadikan fragmentasi parpol yang belakangan ini menjadi tidak solid dan tingkat ketidakpuasan masaa terhadap parpol cenderung semakin tinggi. Bagi massa parpol gagal melaksanakan peran dan fungsinya dan cenderung menggunakan instituisinya hanya untuk memperjuangkan kekuasaan dan kepentingannya sendiri.

Pilpres 2019 tampaknya tidak menyadari pentingnya nilai budaya sendiri sebagai perisai ketahanan sosial bangsa dimanaa empat pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika berakar dari falsafah dan sejarah hidup bangsa. Gambaran tersebut sangat terasa dalam pilpres 2019 karena masyarakat cenderung mengalami pembelahan sosial yang cukup tajam. Persaiangan antar parpol yang semakin terbuka untuk mendapatkan jabatan politik.