Kiriman dibuat oleh Fharaz ananda 2213053063

Nama : Fharaz Ananda
NPM : 2213053063
Kelas : 1E

Analisis Soal 2

A. Bagaimanakah peran pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya ditengah persaingan global seperti sekarang ini ?
Jawab :
Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu itu apabila para tenaga pengajar, masyarakat Indonesia, pemerintah telah menerapkan dan meyakini adanya nilai nilai Pancasila dan tentunya menjadikannya sebagai landasan juga acuan dalam kehidupan bermasyarakat. •Sila pertama memberikan contoh bahwasanya masyarakat Indonesia harus meyakini bahwa Tuhan itu Esa berdasarkan agama yang dianutnya.
•sila kedua mengajarkan untuk tidak memilah milih atau membeda bedakan sesuatu hanya karna satu perbedaan.
•sila ketiga mengajarkan untuk selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antar sesama.
• sila keempat mengajarkan untuk saling membantu atau bahu membahu dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi.
• sila yang kelima menegaskan bahwasanya keadilan yang ada berlaku untuk segala aspek dan bidang. Proses Pancasila sebagai ilmu ditengah globalisasi sekarang bisa dibilang lumayan tidak stabil,karena masih banyak orang yang acuh terhadap hal ini dan hanya sebagian orang saja yang berjuang untuk terus menjalani nilai nilai Pancasila sebagai ilmu. Karena sebagian besar sudah mulai terlena dengan kericuhan proses globalisasi yang semakin panas.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang pancasilais di indonesia sekarang dan di masa mendatang ?
Jawab
Harapan mengenai model pemimpin sekarang dan masa mendatang: semoga dimasa mendatang pemimpin yang ada di Indonesia cinta tanah air,selalu menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila, dapat berlaku adil bagi seluruh warga Indonesia.

Harapan warganegara yang di masa sekarang dan mendatang: dapat menjadi warganegara yang pancasialis, yang tidak mudah terprovokasi akan berita atau info hoax yang tersebar, tolong menolong dan cinta tanah air.

Harapan bagi ilmuan yang pancasialis dimasa sekarang dan mendatang: semoga dapat terus menjadi akar dalam pengembangan Pancasila, bisa terus memegang Teguh nilai nilai pancasila tanpa pernah menodai kesucian Pancasila itu sendiri.
Nama: Fharaz Ananda
NPM: 2213053063
Analisis jurnal

"Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Pancasila sebagai implikasi pengembangan IPTEK adalah falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia
dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa yang digunakan dasar dari pengembangan dan juga pelaksanaan IPTEK.
menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-
temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan.
Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Implikasi pengembangan IPTEK yang didasari dengan Pancasila tertuju pada 5 sila. Implikasi dalam nilai ketuhanan yang maha Esa, artinya manusia itu bernilai religi. Yang kedua nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, artinya manusia harus sadar pentingnya sikap dan perbuatan manusia yang didasari pada potensi Budi murni manusia dalam hubungan dengan norma dan kebudayaan-kebudayaan umum baik terhadap pribadi, sesama, maupun terhadap lingkungan. Yang ketiga nilai persatuan, artinya memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Implikasi IPTEK dari nilai Pancasila keempat artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya. Lalu implikasi nilai sila yang kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. Jadi implikasi pengembangan IPTEK harus beracuan dan berpandangan pada nilai-nilai yang ada dalam Pancasila sebagai dasar negara.
Nama : Fharaz Ananda
NPM : 2213053063
Kelas : 1E

Dari video diatas dapat dilihat ilustrasi mengenai peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki yang memakan setidaknya kurang lebih 350.000 warga Jepang. Bom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 kemudian selang 3 hari setelah kota Hiroshima, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki juga dijatuhkan bom oleh pihak sekutu. Hal ini memicu kekalahan Jepang yaitu dengan menyerah pada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.

Hal tersebut berdampak pada kekosongan pemerintahan di Indonesia,sebab Indonesia pada saat itu masih dikuasai oleh Jepang. Tapi selang 2 hari tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2945 Indonesia para tokoh bangsa melihat adanya peluang dan kesempatan pada saat itu akhirnya dilakukannya pembacaan proklamasi kemerdekaan.
Nama : Fharaz Ananda
Npm : 2213053063
Kelas : 1E

Analisis video

"Warga Protes Limbah Pabrik"

Dari hasil analisis video yang telah di tonton dan dicermati maka video ini menjelaskan penyelewengan terhadap hal yang menyangkut hak-hak warga negara dan pelanggan atas perundangan lingkungan, hal itu terdapat pada
1. Warga tidak nyaman dengan limbah pabrik yang tanpa pengelolaan lalu langsung di buang di sungai yang mengubah warna dan baunya.
2. Tidak adanya tindakan dan acuhnya dari pihak pabrik selama 25 tahun terhadap lingkungan.

Maka hal yang dapat di pelajari ialah segala tindakan harus berlandaskan pada perundangan -undangan agar terlindungi badan hukum dan tidak merugikan secara besar-besaran.
Nama : Fharaz Ananda
Npm : 2213053063
Kelas : 1E

Analisis Jurnal

"URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"

1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan,
kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya niali-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
(i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara dan (iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat
dinamis demi tegaknya nilai instrumental
dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nailai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu
normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari
budaya dan idiologi bangsa Indonesia
sendiri atau yang lebih dikenal
indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan TekhologiU Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi, di masa sekarang memang merupakan kebutuhan tersendiri. Bagi kelompok manusia yang menginginkan kemajuan mutlak harus memiliki dua hal tersebut. Kepemilikan iptek untuk memudahkan kehidupan manusia dan mengangkat derajat manusia, oleh karena itu kepemilikan tersebut harus diiringi dengan cara menggunakan yang tepat. Realitas yang didapatkan, kepemilikan terhadap iptek sering disalahgunakan, sehingga justru mendehumanisasikan manusia itu sendiri. Hal ini justru sering dilakukan oleh para ilmuwan dan teknokrat. Padahal apapun hasil dari iptek mestinya dapat dipertanggungjawabkan akibatnya, baik pada masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan. Bangsa Indonesia, dalam seluruh dimensi hidupnya, termasuk di bidang iptek, tergantung pada kuat tidak nya memegang ruh bangsanya, yaitu Pancasila.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu belum banyak dibicarakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi, menginat para pendiri negara yang juga termasuk cerdik cendikia atau inteletual bangsa Indonesia yang pada masa itu mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara. Para intelktual merupakan sebagai pejuang bangsa masih disibukkan pada upaya pembenahan dan penataan negara yang baru saja terbebas dari penjajahan Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan
Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan rencana dibangunnya pembangunan pusat tenaga nuklir disemenanjung muria beberapa tahun yang lalu. Hal ini akan dikaitkan dengan isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan.