Posts made by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098

Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

1. Pendidik Moral di Sekolah
Sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
a) Inkulkasi nilai
b) Metode keteladanan
c) Metode klarifikasi nilai
d) Metode fasilitasi nilai
e) Metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 4
"Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring (SMAN 1 Pandeglang)"

Di era modernisasi dan globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi. Bukan hanya hal itu, kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media. Berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita. Sebagai generasi muda kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kita mengapa kita generasi muda yang akan maraknya kasus-kasus yang kita lihat ini menggambarkan perilaku dan juga menggambarkan perilaku generasi muda. Di permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, kemudian penggunaan obat terlarang, penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua. Ini merupakan polemik yang memprihatinkan. Siapa yang salah? dan Mengapa bisa terjadi?

Ini berhubungan dengan etika dan moral memang ketika kita membicarakan tentang etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia. Secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu cara jamak yaitu more yang artinya kebiasaan atau adat. Dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik-buruk salah maupun benar. Sedangkan etika menurut drs. Haji Burhanuddin bahwasanya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

3 persamaan etika dan moral.
yang pertama etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang.
yang kedua etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.
yang ketiga etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut.

Perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat secara berkesinambungan dalam membahas etika dan moral. Yang paling dasar adalah keluarga, karena keluarga merupakan kelompok paling utama bagi manusia pada kehidupan. keluarga inti terdapat berbagai macam aturan yang terkandung didalamnya nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran, dan lain sebagainya, meskipun kadangkala Penerapan nilai itu mengalami kesulitan atau hambatan akan tetapi nilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu keluarga dalam mempersiapkan dan mewujudkan sumberdaya yang berkualitas. Etika dan moral sering kita abaikan Contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kepada orangtua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua membantah setelah orangtua, tidak saling menghormati dan menghargai berbohong kepada orang tua, tidak Mendengarkan nasehat orang tua.

Dalam pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah-sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral, karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa melihat kondisi sekolah. Saat ini dampak dari pandemi covid 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah. Bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 3
"Materi 8 Fungsi Keluarga, Menerapkan dan Menanamkan Nilai-Nilai Moral Dalam Keluarga"

Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga yaitu :

1. Fungsi Agama
Nilai yang termasuk ke dalam fungsi agama antara lain yaitu nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi sosial budaya antara lain yaitu nilai gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.

3. Fungsi Cinta Kasih
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi cinta kasih antara lain yaitu nilai empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan
Nilai moral yang termasuk dalam fungsi perlindungan antara lain yaitu nilai pemaaf, tanggap, dan ketabahan.

5. Fungsi Reproduksi
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi reproduksi antara lain yaitu nilai bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi sosialisasi dan pendidikan yaitu nilai percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreatifitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

7. Fungsi Ekonomi
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi ekonomi yaitu antara lain yaitu nilai hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi pemeliharaan lingkungan antara lain yaitu nilai kebersihan dan kedisiplinan.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 2
"Pendidikan moral anak sekolah
(Pendidikan Pancasila)"

Dalam video yang kedua ini, telah dipaparkan tentang seorang siswa yang memiliki sikap tidak sopan terhadap guru yang sedang mengajar didalam kelas. Kemudian guru tersebut memberikan punishment kepada siswa tersebut dengan menyuruh untuk meninggalkan kelas saat jam belajar berlangsung. Tindakan tersebut dilakukan sang guru untuk memberikan efek jera serta pembelajaran pada siswa tersebut.

Peristiwa selanjutnya, saat pulang sekolah terdapat dua murid yang merokok dan meminum-minuman keras. Sang guru pun mengetahui perbuatan mereka dan langsung memberikan nasehat kepada kedua siswa tersebut.

Dari sini dapat disimpulkan dari 2 peristiwa diatas bahwa pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk membentuk etika dan moral peserta didik. Dengan pendidikan pancasila yang berkualitas, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, beretika, dan memiliki rasa cinta terhadap negaranya. Sehingga, pembentukan karakter bangsa yang baik dan moral yang utuh dapat terwujud.
Nama : Riri Oktavia Erlina
Npm : 2213053098

Analisis Video 1
"Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar"

• Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk membentuk kebaikan dan keburukan mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral penting untuk ditanamkan pada anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah dan keluarga.
Penyebab menurunnya moral pada anak.
1. Perundungan di Sekolah
Dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus contohnya itu kandungan di sekolah perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Terdapat suatu kelompok yang berisi 4-6 orang atau bahkan lebih perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial secara fisik, misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban. Sedangkan secara sosial misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan korban perlindungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.
2. Kekerasan Secara Fisik di Keluarga.
Hal Ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya, dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah. Peranan Orang Tua dan Guru.
Orang tua : memerlukan peran orang tua dilingkungan keluarga maupun masyarakat.
Guru : memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak.
Penyelesaian terhadap Moral Anak : Agar peserta didik tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuan tercapai.