Posts made by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098

Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 2
“5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini”

Saat remaja adalah saat-saat yang penuh dengan warna, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Terkadang mood berubah dengan cepat sesaat bisa happy kegirangan, tetapi sesaat kemudian bisa bete. Belum lagi berbagai macam masalah yang dialami masa-masa remaja. Namanya juga masa transisi, masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, dengan demikian wajar jika banyak masalah. Berikut 5 masalah terbesar yang paling sering dihadapi oleh remaja.

• Penampilan
Sebagian para remaja sangat mempersalahkan dalam hal berpenampilan, mau kemana mana saja kalau baju sudah tidak cukup dan tidak cocok rasanya hidup sudah berakhir. Belum lagi melihat foto-foto body goals milik selebgram yang membuat dirinya merasa minder dan juga bikin baper. Bukan hanya penampilan berat badan saja, kadang seringkali jerawat yang datang dan tidak cepat hilang bisa benar-benar buat minder.

• Pendidikan
Pendidikan jaman sekarang memang tidak semudah dulu, kalau dulu mau dapet nilai 100 mungkin lebih mudah walaupun tidak terlalu gampang tetap harus ada usaha. Tapi kalau sekarang sudah kursus sana sini sampai pulang malam, dapat nilai 70 saja rasanya susah. Kelebihan dari pendidikan jaman sekarang, sudah adanya teknologi canggih yang memiliki banyak fitur, jadi jaman sekarang mau mencari apa saja tinggal searching di google dan mempermudah mencari informasi terkait pendidikan.

• Persahabatan
Persahabatan yang mendatangkan tekanan alias “peer pressure” bisa menjadi masalah besar dalam masa remaja dan kadang lebih memiliki sahabat jarang ada yang rela membeli baju dengan merk dan warna yang sama, padahal untuk uang sekolah saja orang tua susah mencari biaya. Dan ada juga yang rela ikut tawuran akhirnya bolos sekolah agar hanya bisa dianggap anak gaul dan diterima di lingkungannya. Jadi, sebaiknya memilih sahabat yang baik untuk masa depan karena sahabat termasuk orang yang mempengaruhi dalam hal apapun.

• Percintaan
Masa-masa remaja merupakan masa yang paling indah karena diwarnai dengan kisah cinta, banyak problem terkait percintaan yang dihadapi, seperti ldr, tidak direstui orang tua, dan lainnya. Apalagi pada saat putus cinta, langsung bisa merubah mood, ada yang tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, dan lainnya.

• Percaya diri
Biasanya yang paling sering dialami remaja adalah krisis kepercayaan diri. Pentingnya percaya diri karena merupakan ujung tombak dalam kehidupan sehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang baik remaja dan ketika dewasa nanti. Tanpa rasa percaya diri mungkin akan ada banyak masalah dalam hidup yang akan sulit di atasi.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 1
“Nilai dan Moral dilingkungan Masyarakat”

Contoh nilai moral yang baik dilingkungan masyarakat:
1. Tolong menolong
Dalam video tersebut, dicontohkan bahwa ketika ada kerabat/teman yang sedang kesulitan membawakan barang, maka hendaklah kita membantunya untuk meringankan beban yang dibawanya dan tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada orang yang menolong kita.

2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik.
Dalam video tersebut, dicontohnya ketika kita bertemu dengan teman dijalan, walaupun sudah lama tidak bertemu maka hendaklah kita menegurnya dan menanyakan kabarnya.

3. Menghargai pendapat orang lain.
Ketika sedang dalam rapat ataupun suatu kumpulan, saat ada seseorang yang menyampaikan pendapatnya hendaklah dihargai jangan dijatuhkan.

4. Bertegur Sapa.
Ketika bertemu teman dijalan, hendaklah menegur dan bersalaman lalu menanyakan kabar ataupun mengajaknya ngobrol.

5. Mengikuti pelajaran dengan tentram.
Ketika sedang berada didalam kelas, guru menjelaskan materi didepan kelas, hendaklah kita sebagai murid mendengarkan dan menyimak materi dengan baik dan tentram, serta aktif.

Contoh nilai moral yang tidak baik dilingkungan masyarakat:
1. Mencuri
Mencuri merupakan salah satu contoh yang tidak baik, mencuri barang yang bukan milik kita adalah suatu kesalahan dan jika kita melakukannya maka kita akan berdosa.

2. Membuang sampah tidak pada tempatnya.
Ketika sedang berada ditempat umum, tetaplah jaga kebersihan, ketika setelah makan, buanglah sampah pada tempatnya, jangan sembarang membuang.

3. Memandang rendah orang lain.
Ketika bertemu teman lama, kalau kita sudah sukses janganlah kita menjadi orang yang sombong atau meninggi sehingga jabatan kita menjadi kita memandang rendah orang lain yang belum dapat kerjaan.

4. Berkendara dengan kecepatan tinggi.
Saat kita berkendara dijalanan, baik itu dalam keadaan sepi ataupun ramai, maka hendaklah kita berkendara dengan normal, tidak terlalu cepat. Berkendara dengan kecepatan tinggi maka akan membahayakan keselamatan kita dan juga orang lain.

5. Membuang sampah disungai.
Membuang sampah disungai bisa menyebabkan tersumbatnya aliran sungai dan sampah jadi naik keatas dan tentunya bisa menjadi pencemaran lingkungan. Alangkah lebih baik jika kita membuang sampah pada tempatnya agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan sekitar.

6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi.
Ketika teman kita ada yang sedang berantem ataupun berkelahi, kita jangan diam saja, datangi teman tersebut dan tanyakan dengan baik-baik apa yang terjadi, lalu kita mendinginkan suasana dengan melerainya, agar perkelahian tersebut tidak berlanjut, jika berlanjut maka bisa-bisa menyelakakan salah satu korban.

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari video tersebut adalah, nilai moral yaitu suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memiliki makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak, budi pekerti ataupun susila.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Nama Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana


Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.
Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggaran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.

Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan. Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.

Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa :
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral.
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat.
3. Membatasi teknologi yang ada.
Nama : Riri Oktavia Erlina
Npm : 2213053098

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurusan Administrasi Pendidikan
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Nama Penulis : Suparlan Suhartono


Tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya dengan sistem “money politics”. Sudah barang tentu, tidak menghasilkan pemimpin yang aspiratif bagi kepentingan umum. Di sepanjang masa jabatanya, mereka hanya sibuk untuk secara cerdik menciptakan kesempatan berkorupsi.

Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat
abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Misalnya, “korupsi” adalah perilaku tidak bermoral, tetapi “tidak membayar pajak” (karena alasan tertentu) adalah perilaku tidak etis. Tetapi, keduanya tetap mempersoalkan masalah yang sama, yaitu perilaku. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Perbedaan setiap potensi individual mengendap di dalam keutuhan masyarakat; dan sebaliknya keutuhan masyarakat tergantung pada sistem harmonisasi hubungan antar individu dengan keragaman potensi masing - masing. Jadi dapat dipahami bahwa pada satu sisi, kesempurnaan dunia hidup bersama tergantung pada optimalisasi pengembangan kepribadian individu.

Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang hidup dengan mengisolir diri di tengah hutan, seolah-olah tidak memerlukan moral dan etika. Tetapi ketika mulai memanfaatkan sumber daya hutan, apalagi jika cara pemanfaatannya cenderung merusak, maka perilakunya sudah masuk ke dalam lingkup moral dan etika. Hal itu karena kelangsungan hidup dan kehidupan pada umumnya, termasuk kehidupan bermasyarakat, mutlak bergantung pada keberadaan hutan. Sejak lahir, manusia menyandang sifat labil. Meski di dalam sifat labil terkandung potensi dinamis, tetapi jika tidak mendapat binaan secara tepat justru bisa merusak kehidupan. Di balik ke-labil-an itu terlihat jelas bahwa pendidikan menjadi tuntutan kodrat manusia. Manusia siapapun, di manapun berada, sampai kapanpun wajib berpendidikan di dalam menghadapi setiap peri-kehidupannya. Dari sisi pendidikan, dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik-mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Di balik fakta itu, ada keberagaman potensi individual. Seseorang yang lebih menguasai bidang tertentu, wajib mendidik yang lain dan sebaliknya ia harus siap untuk mendapat didikan orang lain yang lebih menguasi bidang yang berbeda.
Nama : Riri Oktavia Erlina
Npm : 2213053098

Analisis Video 4
"Film Pendek Korupsi : Pelajar Anti Korupsi"

Dalam video tersebut ada seorang siswa yang diperintah untuk melakukan foto copy 30.000 akan tetapi ia cuma memfotocopy 5.000 ia meminta nota kosong kepada abang tukang foto copy agar dapat memanipulasi temanya yang sudah memerintahnya. Tindakan tersebut sudah termasuk tindak korupsi.

Kita sebagai pelajar Indonesia, menolak keras adanya korupsi. Korupsi merupakan penyakit bangsa. Oleh karena itu kita harus mencegah adanya korupsi mulai dari diri kita sendiri.

Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Diharapkan melalui pendidikan mengenai anti korupsi sejak dini dapat menciptakan anak yang memiliki kepribadian lebih mawas diri, sehingga ketika saatnya terjun ke masyarakat, anak tidak lagi mudah terpengaruh dan memiliki pengetahuan yang cukup dan benar mengenai anti korupsi. Pendidikan anti korupsi diberikan agar terciptanya generasi muda yang dengan sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan juga mengetahui sanksi-sanksi yang akan diterima jika seseorang melakukan korupsi