Posts made by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098

PKn SD 4I -> TUGAS

by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098 -
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran terletak pada fokus dan pendekatan yang digunakan dalam memahami proses belajar. Berikut adalah analisis perbedaan antara kedua teori tersebut:

1. Teori Belajar: Teori belajar berfokus pada bagaimana individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan perilaku baru melalui interaksi dengan lingkungan. Teori belajar lebih menekankan pada perubahan perilaku yang dapat diamati secara langsung. Teori belajar cenderung melihat belajar sebagai proses yang terjadi pada individu secara pasif, di mana individu menerima informasi dari lingkungan dan meresponsnya.

Contoh teori belajar adalah Behaviorisme. Dalam teori ini, belajar dipandang sebagai perubahan perilaku yang terjadi melalui stimulus dan respons. Misalnya, dalam konteks pendidikan, guru memberikan instruksi kepada siswa, dan siswa merespons dengan melakukan tindakan yang diinstruksikan. Guru memberikan umpan balik positif atau negatif untuk memperkuat atau menghentikan perilaku tersebut.

2. Teori Pembelajaran: Teori pembelajaran lebih menekankan pada proses internal yang terjadi dalam pikiran individu saat belajar. Teori pembelajaran melihat belajar sebagai konstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Teori pembelajaran mengakui peran aktif individu dalam membangun pemahaman dan makna dari informasi yang diterima.

Contoh teori pembelajaran adalah Konstruktivisme. Dalam teori ini, belajar dipandang sebagai proses konstruksi pengetahuan yang dilakukan oleh individu. Misalnya, dalam konteks pendidikan, siswa tidak hanya menerima instruksi dari guru, tetapi juga aktif dalam membangun pemahaman mereka sendiri melalui refleksi, diskusi, dan eksplorasi. Siswa dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada dan membangun pemahaman yang lebih dalam.

Dalam ringkasan, perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran terletak pada fokus pada perubahan perilaku yang teramati secara langsung (teori belajar) versus proses internal konstruksi pengetahuan (teori pembelajaran).

PKn SD 4I -> Forum Diskusi

by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098 -
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Menanamkan civic participation atau partisipasi warga dalam lingkungan sekolah dasar (SD) dapat dilakukan melalui beberapa cara. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Membuat program pengenalan lingkungan sekitar sekolah Program ini dapat dilakukan dengan mengajak siswa untuk mengenal lingkungan sekitar sekolah, seperti taman, jalan, dan tempat-tempat umum lainnya. Dalam program ini, siswa dapat diajak untuk memetakan lingkungan sekitar sekolah dan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di lingkungan tersebut. Setelah itu, siswa dapat diajak untuk mencari solusi atas masalah-masalah tersebut.

2. Membuat program kebersihan lingkungan Program ini dapat dilakukan dengan mengajak siswa untuk membersihkan lingkungan sekitar sekolah. Dalam program ini, siswa dapat diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan dampak buruk yang ditimbulkan jika lingkungan tidak bersih. Selain itu, siswa juga dapat diajak untuk membuat kampanye kebersihan lingkungan di lingkungan sekitar sekolah.

3. Membuat program penghijauan lingkungan Program ini dapat dilakukan dengan mengajak siswa untuk menanam pohon di lingkungan sekitar sekolah. Dalam program ini, siswa dapat diajak untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan dampak buruk yang ditimbulkan jika lingkungan tidak hijau. Selain itu, siswa juga dapat diajak untuk membuat kampanye penghijauan lingkungan di lingkungan sekitar sekolah.

Contoh dari program-program di atas adalah sebagai berikut:

1. Program pengenalan lingkungan sekitar sekolah Misalnya, siswa diajak untuk memetakan lingkungan sekitar sekolah dan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di lingkungan tersebut. Setelah itu, siswa dapat diajak untuk mencari solusi atas masalah-masalah tersebut. Contohnya, siswa dapat mengidentifikasi masalah sampah di lingkungan sekitar sekolah dan mencari solusi dengan membuat program pengelolaan sampah yang baik.

2. Program kebersihan lingkungan Misalnya, siswa diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar sekolah. Dalam program ini, siswa dapat diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan dampak buruk yang ditimbulkan jika lingkungan tidak bersih. Contohnya, siswa dapat membersihkan lingkungan sekitar sekolah dan membuat kampanye kebersihan lingkungan di lingkungan sekitar sekolah.

3. Program penghijauan lingkungan Misalnya, siswa diajak untuk menanam pohon di lingkungan sekitar sekolah. Dalam program ini, siswa dapat diajak untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan dampak buruk yang ditimbulkan jika lingkungan tidak hijau. Contohnya, siswa dapat menanam pohon di lingkungan sekitar sekolah dan membuat kampanye penghijauan lingkungan di lingkungan sekitar sekolah.

Dengan melakukan program-program di atas, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya partisipasi warga dalam menjaga lingkungan sekitar sekolah. Selain itu, siswa juga dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan hidup manusia di masa depan.