Kiriman dibuat oleh Nura Assyifa 2213053134

Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 1
"PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"

Abstrak
Keluarga, sekolah, dan masyarakat
bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul.

PENDAHULUAN
Berdasarkan pertimbangan di atas, perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Tulisan ini akan membahas komponen pendidikan moral tersebut sebagai unsur penting yang harus diperhatikan agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal.

METODE PENELITIAN
Tulisan ini merupakan gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan. Rangkuman berbagai teori diambil dari hasil pemikiran dan penelitian para pakar pendidikan moral, data lapangan diperoleh dari hasil penelitian penulis (2012) di sebuah sekolah dasar Islam di Sleman.

HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pendidik Moral di Sekolah
Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
a. Inkulkasi nilai
Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik. Hasilnya adalah “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral.

b.Metode keteladanan
Orang tua dan guru merupakan sosok yang harus memberikan teladan baik kepada subjek didik. Anak-anak lebih mudah meniru perilaku dari pada harus mengingat dan mengamalkan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan guru.

c.Metode klarifikasi nilai
Seberapa jauh sesuatu moral diterima oleh anak, sangat ditentukan oleh anak itu sendiri. Anak diberikan kebebasan untuk memutuskan sendiri. Pendekatan klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya.

d. Metode fasilitasi nilai
Guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok, misalnya fasilitas beribadah berupa mesjid dan mushola, fasilitas membuat kompos dari sampah sekolah, fasilitas berupa ruang diskusi, perpustakaan dengan buku-buku cerita yang memuat nilai-nilai moral, dan sebagainya.

e. Metode keterampilan nilai moral
Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan. Lama kelamaan pembiasaan itu ditingkatkan dengan cara peserta didik merancang sendiri berbagai tindakan moral yang akan diwujudkan sebagai suatu komitmen diri, action plan mereka sendiri sebagai wujud realisasi diri menjadi orang yang baik dan memperoleh hidup yang bermakna.

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).

KESIMPULAN
Dari uraian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah pentingdilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Perbedaan mendasar antara soft skill dan hard skill terletak pada cara orang memperoleh dan menggunakannya dalam pekerjaan. Hard skill biasanya diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan tertentu yang keterampilannya dapat dipelajari dan diukur. Seperti halnya kompetensi dalam mengoperasikan mesin, software, atau alat lainnya. Selain itu, pada hard skill juga dapat dilihat dari berdasarkan nilai, ijazah dan sertifikat, sebagai bukti nyata bahwa Anda benar-benar menguasai hard skill tersebut.

Sedangkan soft skill lebih pada sifat atau kepribadian yang dapat kita kembangkan. Soft skill dapat saja dipelajari, namun bukan dengan belajar seperti kuliah, melainkan dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain dan melatih kepekaan terhadap lingkungan. Seperti bagaimana kita mengatur waktu, berkomunikasi dengan orang lain, dan berpikir kritis. Seseorang yang memiliki hard skill yang baik tetapi, soft skill nya kurang tidak dapat bertahan lama pada suatu perusahaan. Karena, kebanyakan perusahaan membutuhkan karyawan yang jujur, tekun, disiplin, serta cekatan agar perusahaannya dapat berjalan lancar.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 2
"Pendidikan Moral Anak Sekolah"

Dari hasil analisis saya dalam video tersebut, terdapat siswa yang memiliki moral yang tidak baik, mulai dari melempar kertas pada teman bahkan gurunya ketika pembelajaran berlangsung, menabrak gurunya ketika berjalan, tetapi ia pergi begitu saja tanpa membantu gurunya, dan ketika diluar sekolah ia mengajak temannya untuk merokok dan meminum alkohol.

Tindakan gurunya yang memanggil siswa yang bersangkutan ke ruang guru, kemudian diberi nasihat agar tidak mengulangi lagi sudah benar. Tetapi, guru tidak memberikan sebuah hukuman kepada siswa yang sudah melanggar aturan sekolah agar siswa tersebut jera. Kesimpulannya, didalam sekolah setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, disitulah peran guru untuk memahami perilaku setiap peserta didiknya. Kemudian mendekati siswa yang bermasalah serta memberikan jalan keluar, saran dan nasihat. Karena pendidikan moral sangat penting bagi generasi penerus bangsa Indonesia yang berkualitas.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video
"Pentingnya Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar"

Moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai-nilai, serta mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. Terdapat dua penyebab menurunnya moral pada anak yaitu,
1. Perundungan di sekolah
Dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. Saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus, misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban dan dengan mengecilkan atau mengabaikan korban. perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua, lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.

2. Kekerasan secara fisik di keluarga
Hai Ini dapat dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak, namun adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya.


Dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah. Peran orang tua dan guru sangat penting untuk terbentuknya moral yang baik orang tua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya yang kedua ada peranan dari guru-guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya masyarakat serta keluarga peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah seperti hadir tepat waktu. Juga diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya, agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Jadi kesimpulannya, upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal bukan hanya dari guru, tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru, maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 2
"Pendidikan Moral di Sekolah Dasar"

Pendidikan moral adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat menginternalisasikan nilai-nilai moral yang baik dan benar, pendidikan moral bertujuan untuk membentuk manusia yang memiliki moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Berikut adalah tahapan perkembangan moral.
1. usia 6 - 12 bulan
2. usia 12 - 18 bulan
3. usia 18 - 30 bulan
4. usia 30 - 36 bulan
5. usia 3 - 4 tahun
6. usia 4 - 6 tahun
7. usia 7 - 8 tahun
8. usia 9 - 11 tahun
9. usia 12 - 15 tahun
10. usia 16 - 20 tahun
11. dewasa muda (20-40 tahun)
12. dewasa tengah (40-60 tahun)
13. dewasa tua (65 tahun).

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar sangat diperlukan dalam belajar serta implikasi gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar, yakni pendidik sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender agar dapat mengontrol perilaku mereka yang sesuai dengan Gendernya. Orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting dalam hal tersebut.

Permasalahan dan Solusi Perkembangan Moral Anak Sekolah Dasar
1. Hilangnya kejujuran, solusi untuk mengatasinya yakni dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, solusi dari hilangnya rasa tanggung jawab yaitu beri sanksi kepada peserta didik yang tidak bertanggung jawab seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.
3. Rendahnya disiplin, solusinya dapat diberikan sikap tegas agar hal serupa tidak terjadi lagi.
4. Kurang bisa bekerja sama, solusinya membiasakan anak untuk aktif terlibat dalam kegiatan kerja sama.
5. Mengambil hak orang lain, solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa yang dimilikinya dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain.