གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nura Assyifa 2213053134

Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 1
"Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:Suatu Pemikiran Kefilsafatan"

Abstrak
Sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat. Yaitu individualisme yang sangat mengedepankan kepentingan individu melawan kolektivisme yang menekankan pada kepentingan masyarakat. Kenyataan itu sebenarnya dipahami sebagai hakikat masyarakat manusia itu sendiri.

Menurut filsafat moral (etika), masyarakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar
individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual
(individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan.

Arti dan Isi Filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata-kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Pada dasarnya dalam ungkapan cinta dan kearifan terkandung suatu pengetahuan mendalam (hakikat). Kata cinta, menunjukkan adanya hubungan menyatukan antara subyek dan obyek, di dalam mana subyek melakukan suatu kebaikan terhadap obyek.

Arti Moral dan Etika
Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin “mos” atau “mores”, berarti costum. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi, moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat
Kehidupan bermasyarakat adalah suatu si stem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Masyarakat bukan hanya tempat berkumpul, melainkan suatu proses sosial di dalam mana setiap ind ividu mendapat ruang gerak untuk melakukan berbagai aksi sosial (social action). Masyarakat memproses seluruh jenis pengertian, perasaan dan perilaku individual dalam jumlah tak terbatas. Maka, muncullah suatu pemikiran bahwa seharusnya kehidupan bermasyar akat itu “berkeadilan”.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat
Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses
mencapai kesejahteraan umum. Oleh karena itu tidak perlu lagi terjadi saling menyudutkan antara paham individualisme dan kolektivisme. Justru dengan kesadaran moral, kebebasan dan kreativitas individual mendapat saluran yang tepat, dan sebaliknya kolektivisme bisa mendapatkan jati dirinya di dalam kehidupan bermasyarakat.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai-nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.

Penutup
Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 1
"Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia"

Dari video tersebut, diangkat pengalaman anak muda yang rela melepaskan kehidupan dikota untuk menjadi guru dan mengajar di desa terpencil Kalimantan selama satu tahun melalui gerakan Indonesia mengajar. bahkan waktu tempuh dari daerah itu ke kota kabupaten bisa mencapai 7 jam perjalanan, dan perlu melalui laut.

Disana kebanyakan anak-anaknya tidak ingin melanjutkan jenjang pendidikan setelah SD, karena orang tua disana masih belum memahami pentingnya pendidikan. Serta banyak yang menikah diusia dini, salah satunya bahkan menikah setelah lulus SD. Berbagai cara dicoba oleh guru itu, agar anak-anak semangat untuk masuk sekolah, karena PAUD belum ada di daerah tersebut, jadi guru menggunakan metode-metode yang kreatif sehingga dapat menarik minat anak. 

Dari video tersebut, ditunjukkan semangat mengajar dan motivasi guru tersebut untuk membantu pendidikan di desa tersebut ia rela menjalani aktivitas kehidupan yang sulit disana. Tidak lupa pula kita harus mengucapkan syukur atas kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita sekarang, sehingga kita dapat mengikuti pembelajaran di sekolah hingga jenjang perguruan tinggi. Karena kebanyakan anak-anak disana sudah harus menjalani kehidupan orang dewasa seperti mencari makan dan menikah diusia dini.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 4

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 4
"ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING (SMAN 1 PANDEGLANG)"

Pada era modernisasi dan globalisasi saat ini, kita mudah dalam mengakses informasi bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita ada informasi positif dan informasi negatif. Secara etimologi, kata "moral" berasal dari bahasa latin cara jamak yaitu more yang artinya kebiasaan atau adat. Dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik-buruk salah maupun benar.

Maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan, pertama etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang, yang kedua etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia, yang ketiga etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang. Untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat.

Secara berkesinambungan dalam membahas etika dan moral yang paling Dasar adalah keluarga karena keluarga merupakan faktor paling utama bagi manusia pada kehidupan keluarga inti. Terdapat berbagai macam moral yang terkandung didalamnya nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran dan lain sebagainya. Contoh nilai moral dalam keluarga seperti mencium tangan kepada orangtua sebelum pergi keluar rumah, meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua, dan lain sebagainya. Dalam pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan, salah satunya sekolah sebagai aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral. Karena di sekolah terdapat tata tertib yang mengontrol siswa melihat kondisi sekolah.

Saat ini dampak dari pandemi covert 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah, bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring. Bagaimana tata cara melakukan pembelajaran daring sesuai dengan nilai dan norma yang paling utama yaitu sopan santun. Banyak sekali siswa yang melupakan aturan berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran daring, misalkan lupa mengucapkan salam, lupa memperkenalkan diri, berkata seperti teman kepada guru, tidak mengikuti pembelajaran online, dsb.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 3

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 3
"MATERI 8 FUNGSI KELUARGA MENERAPKAN DAN MENANAMKAN NILAI NILAI MORAL DALAM KELUARGA"

Dalam video tersebut, terdapat penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga yaitu:

1. Fungsi Agama
- Keimanan
- Ketaqwaan
- Kejujuran
- Bersyukur
- Kepedulian
- Tenggang rasa
- Kerajinan
- Kesalehan
- Ketaatan
- Suka menolong
- Disiplin
- Kesabaran
- Kasih sayang

2. Fungsi Sosial Budaya
- Gotong royong
- Sopan santun
- Kerukunan
- Kepedulian
- Kebersamaan
- Toleransi
- Kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih
- Empati (Peka)
- Keakraban
- Keadilan
- Pemaaf
- Kesetiaan
- Pengorbanan
- Suka menolong
- Bertanggung jawab

4. Fungsi Perlindungan
- Pemaaf
- Tanggap
- Ketabahan

5. Fungsi Reproduksi
- Bertanggung jawab
- Kesehatan
- Keteguhan

6. Fungsi Sosial dan Pendidikan
- Percaya diri
- Keluwesan
- Kebanggaan
- Kerajinan
- Kreativitas
- Bertanggung jawab
- Bekerjasama

7. Fungsi Ekonomi
- Hemat
- Ketelitian
- Disiplin
- Kepedulian
- Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
- Kebersihan
- Kedisiplinan

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 2
"PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA"
Oleh: Fahrudin

Abstrak
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.

A. PENDAHULUAN
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23).

B. PERANAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK
Mendidik anak dalam keluarga kewajiban paling utama. Kewajiban ini tidak dapat ditinggalkan kecuali karena udzur, dan juga tidak akan membebaskan ia dari tanggung jawab ini dengan adanya institusi-institusi pendidikan yang didirikan khusus untuk anak-anak dan generasi muda. Sebab, institusi itu tidak akan sanggup menggantikan keluarga dalam menanamkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.


C. PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK
Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.

E. PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan Ibu-Bapak dan anggota keluarga lainnya, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak.

F. KESIMPULAN
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran- pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.