གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nura Assyifa 2213053134

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 1
"VIDEO ANIMASI NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT_KELOMPOK 6A INDRALAYA"

Dari video tersebut terdapat contoh nilai dan moral yang baik di lingkungan masyarakat diantaranya,
- Tolong menolong
- Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik
- Menghormati pendapat orang lain
- Mengikuti pelajaran dengan tentram

Contoh nilai dan moral yang tidak baik
- Mencuri
- Membuang sampah tidak pada tempatnya
- Memandang rendah orang lain
- Berkendara dengan kecepatan tinggi
- Membuang sampah di sungai
- Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memilik makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak, budi pekerti, ataupun susila.

Pendidikan nilai dan moral penting bagi semua orang agar seseorang dapat menilai mana yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri dan orang lain, serta sikap seperti apa yang harus kita hindari dan sikap yang harus kita lakukan dalam kondisi tertentu.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 3
"Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi"

Sebagai penerus bangsa Indonesia, kita harus menolak adanya korupsi. Karena dapat menjadi kebiasaan yang dapat merugikan orang lain, dan kita perlu mencegah sifat korupsi mulai dari hal-hal yang kecil. Jika dari kecil saja sudah berani mengkorupsi apalagi nanti ketika di dunia kerja, maka akan ada banyak orang lagi yang dirugikan. Disinilah peran pendidik untuk mengajar pendidikan anti korupsi mulai dari peserta didik sekolah dasar, guru dapat memulai dengan memberikan pelajaran tentang hukum.

Tidak hanya pelajaran tersebut, peran pendidikan agama juga sangat berpengaruh terhadap pola pikir anak. Karena ketika anak diberikan arahan bahwa ketika memakan uang korupsi akan mendapatkan dosa dan akan berpengaruh terhadap kesehatannya, sehingga anak dapat menahan dirinya untuk melakukan korupsi. Tentunya hal ini menjadi salah satu permasalahan yang perlu perhatian lebih, demi Indonesia maju dan generasi muda yang anti korupsi.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 3
"Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia"

Dari video tersebut, Terdapat salah satu perbedaan yang paling terlihat yaitu tentang kebersihan, kesadaran akan pentingnya kebersihan masih banyak belum dimiliki oleh orang Indonesia. Pembelajaran di sekolah Indonesia tentang kebersihan kebanyakan hanya berupa materi saja, jadi dalam praktek dan penerapannya di kehidupan nyata masih kurang. Yang cukup menarik, sekolah di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan, sehingga masing-masing peserta didik memiliki rasa tanggung jawab, Kerja sama, dan peka terhadap lingkungannya dalam melakukan tugas kebersihan di sekolahnya.

Perbedaan kedua adalah makanan, kualitas makanan Jepang sudah terjamin kesehatannya. Tidak seperti di sekolah Indonesia makanannya kebanyakan berupa jajanan yang kurang sehat. Padahal menjaga gizi makanan siswa SD sangat penting, dimana anak sedang membutuhkan gizi yang lebih untuk pertumbuhannya, maka tak heran jika anak-anak di Indonesia banyak yang terkena stunting.

Jepang dengan mata pelajarannya yang sedikit dan dengan waktu yang sesuai, lain halnya dengan sekolah di Indonesia yang memiliki mata pelajaran dalam satu hari bisa mencapai 6 mata pelajaran. Bahkan ada mata pelajaran yang diulang dalam seminggu. Hal ini dapat membuat anak cepat jenuh akan pelajarannya atau bahkan cepat untuk melupakan materi yang sudah disampaikan sebelumnya.

Pendidikan di Indonesia sering kali diadakan ujian dan kurang dalam pendidikan karakter. Lain halnya di Jepang siswa sekolah dasar di tingkat tiga tahun pertama anak-anak tidak diberikan ujian, sehingga anak dapat fokus untuk belajar pendidikan karakter.

Indonesia berada pada tingkat 60 dari 61 negara dalam minat membaca, sedangkan di Jepang siswanya diberi waktu untuk membaca selama 10 menit sebelum memulai pembelajaran.

Disekolah Jepang semua perlengkapan sekolahnya mulai dari sepatu dan tas dsb. sudah di sediakan dari sekolah sehingga tidak ada siswa yang merasa minder atau merasa sombong. Bahkan untuk seragam sekolah disana hanya memiliki satu jenis, sehingga tidak membutuhkan biaya yg lebih, tidak seperti di Indonesia jenis seragamnya bisa mencapai 6 jenis.

Tetapi satu hal yang patut kita syukuri yaitu, karena wali peserta didik di Indonesia tidak terlalu mendorong anaknya dalam mengikuti pembelajaran. Serta kurangnya keperdulian terhadap pembelajaran yang dilakukan anaknya, yang dapat membuat peserta didik tidak terlalu terbebani. Lain hal dengan di Jepang, saingan yang berat serta dorongan orang tua yang terlalu berlebihan, tidak sedikit siswa disana memutuskan untuk melakukan bunuh diri.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 2
"Potret Pendidikan di Dusun Terpencil"

Dari video tersebut, dapat saya lihat bahwa kurangnya perhatian pemerintah kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil, terutama pada sarana dan prasarananya. Di sekolah tersebut anak-anak terpaksa belajar di teras kelas karena kekurangan ruang kelas, bahkan untuk pergi ke sekolah mereka harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki ±2km dengan jalanan yang tidak memadai.

Ketika pemerintah menyarankan untuk belajar secara daring ketika pandemi covid 19, sekolah tersebut tidak mampu untuk mengikuti programnya. Karena di daerah tersebut belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali, sehingga pihak sekolah terpaksa tetap melakukan Pembelajaran disekolah.

Hal ini sangatlah perlu perhatian yang lebih dari pemerintah, pasalnya pendidikan merupakan salah satu hal utama yang menentukan kemajuan bangsa ini. Karena anak-anak perlu kenyamanan yang mendukung mereka dalam belajar, sehingga mereka mengikuti pembelajaran dengan suka cita.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 2
"Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"

Abstrak
Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

A. PENDAHULUAN
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

B. METODE PENELITIAN
Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya kepada lingkungan dsb.

C. PEMBAHASAN
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.

Dalam penegakkan hukum terbadap etika dan moral masyarakat harus melihat dari beberapa hal. Yakni ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
a. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
b. Keadilan (gerechtigkeit)
c. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini. Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak

Selain upaya-upaya diatas secara singkatnya untuk mempertahankan etika dan moral dalam masyarakat sekiranya harus ada hukum yang secara spesifik mengatur dalam hal ini. Penulis menawarkan gagasan dalam pembentukan hukum yang mengatur etika dalam masyarakat diantara nya :
1. Mewajibkan masyarakat menempuh pendidikan formal dan nonformal paling rendah tinggkat pendidikan sampai SMA.
2. Membentuk lembaga atau organisasi yang menajanin terselenggaranya penegakkan hukum etika dan moral.
3. Membuat aturan - aturan yang disahkan oleh negara mengatur khusus mengenai hukum etika.
4. Mengembalikan budaya masyarakat Indonesia pada jaman dulu agar ke asrian masyarakat Indonesia terus terasa sehingga tidak hilangnya etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan dari zaman dulu.
5. Pembentukan dan penanaman dasar akidah dalam setiap generasi sesui dengan kepercayaan agama. Agar tetap bertahan dengan berbagai faktor yang dapat merubah pola pikir etika dan moral. Maka buat aturan yang mengatur agar generasi muda dapat mempelajari agama semaksimal munkin untuk bekal masa depan dan perubahan zaman.
6. Membuat aturan yang mengatur hubungan ber etika baik masyarakat dengan masyarakat ataupun pemerintah dengan masyarakat.

D. PENUTUP
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.