གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nura Assyifa 2213053134

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Analisis video 2
"Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan moral"

Masyarakat pada perkembangan Iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotan moral pada remaja-remaja di Indonesia. Sehingga permasalahan mengenai Moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik bagaimana cara mengatasi permasalahan moral.

Pendidik melakukan berbagai usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral, juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat. Kata moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk layak tidak layak dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama orang tua dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari.

Di lingkungan sekolah atau di lingkungan di rumah sendiri pada dasarnya moral akan lahir dari perilaku setiap individu sesuai dengan lingkungan ia berada. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan setiap masyarakat. Faktor-faktor yang menjadi penyebab penurunan pendidikan moral yaitu
1. kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga,
2. adanya pengaruh dari globalisasi
3. kurangnya peran agama dalam menjalani kehidupan.
Lingkungan di setiap individu itu sendiri dapat mempengaruhi kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik, tidak hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan, pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang.

Pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasiswa pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri. Tetapi di perkuliahan, mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan Pancasila.

Untuk menyempurnakan menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki mahasiswa sendiri perlu membantu dan membentuk susunan moral di lingkungannya agar tercipta rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga dapat dikatakan bahwa moral menjadi suatu tindakan yang penting untuk ditanamkan dan dikembangkan bagi setiap individu, untuk mengembangkan bangsa dan negaranya sebab memiliki moral yang baik akan menjadi cerminan dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Analisis video 1
"REFLEKSI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA BERDAMPAK BAGI SEKITAR KITA"

Dalam video tersebut, ditampilkan beberapa sikap dengan nilai moral seseorang, seperti bersedekah walaupun sisa uangnya tinggal sedikit, berbagi terhadap tetangga, memberikan makanan kepada hewan, memberikan tempat duduk kepada orang yang lebih tua, dan menolong orang yang sedang mendorong gerobak. Walaupun hanya hal yang menurut kita kecil, tetapi bisa saja hal tersebut akan berdampak besar terhadap orang lain dan akan terus diingatnya. Selain membuat orang lain merasa senang kitapun yang menolongnya akan ikut merasakan senang. Tak hanya itu, jika kita menolong orang lain bisa saja nantinya ketika kita memerlukan pertolongan akan ada timbal balik yang diberikan.

Refleksi moral dalam kehidupan manusia sangat penting, karena tindakan dan nilai-nilai moral seseorang dapat memiliki dampak besar pada lingkungan sekitarnya. Dengan mempertimbangkan konsekuensi moral dari tindakan kita, kita dapat menciptakan hal yang lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain. Kejujuran, empati, dan tanggung jawab moral menciptakan dasar untuk hubungan yang sehat dan berkelanjutan di masyarakat. Selain itu, refleksi moral membantu menciptakan budaya yang mendorong nilai-nilai positif dan membangun kepercayaan antarindividu.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 1,
“MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL”

ABSTRAK
Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Tidak hanya itu anak-anak remaja harus diarahkan dan dibantu agar tidak
hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik,
terutama bagi anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri.

PENDAHULUAN
degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Kalangan millennial saat ini memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), yang jauh dari nilai-nilai agama.

Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peseerta.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kemudian pada pertanyaan kedua “Bagaimana metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial?” KemudiaN Muhammad Jazuli (Pemateri kedua) Menjawab bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik. Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.

KESIMPULAN DAN SARAN
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 2,
“PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA”

ABSTRAK
Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu; pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.

PENDAHULUAN
- Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan, selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar.

- Konsep dasar karakter
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) karakter dimaknai sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lainnya. Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif

- Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

- Perilaku Moral (Moral Action)
Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoral atau justru menghalanginya, kita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.

- Pendidikan Orang Tua
Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan sebagai "Tri Pusat" Pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat". (Fajar, Malik., 2002:8). Pendidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang terdiri dari:(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) Tanggung jawab kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran, (4) Hormat dan santun, (5) Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama, (6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, (7)Keadilan dan kepemimpinan, (8) Baik dan rendah hati, dan (9) Toleransi, cinta damai, dan persatuan.

PENUTUP
Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa serta perilaku moral siswa, meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menyikapi atas pengetahuan moral siswa, justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa, dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi, fasilitas dan pembimbingan guru kepada siswa lebih intens lagi agar siswa lebih dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, yaitu menjadi siswa yang dewasa dan berkarakter, dan bermoral.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Tugas analisis

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G
cara menanamkannya , hambatan hambatan proses penanamannya, dan trik atau strategi mengenai penanaman nilai dan moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Menanamkan nilai dan moral pada anak, kita dapat Melibatkan anak dalam melakukan diskusi, memberikan contoh langsung, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran nilai-nilai moral. Contohnya seperti menyapa dan bersalaman dengan orang yang lebih tua.

Hambataan yang dapat terjadi dalam menerapkan nilai dan moral pada anak yaitu, perbedaan nilai antara anggota keluarga, kurangnya konsistensi dalam menerapkan nilai, atau tekanan eksternal yang mempengaruhi anak, kurangnya sumber daya dalam melaksanakan program pendidikan moral, dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah.

Strategi yang dapat kita gunakan agar anak memiliki nilai dan moral yaitu, orang tua dapat memberikan apresiasi atau keperdulian terhadap hasil kerja anak, memberikan contoh kepada anak, hal apa saja yang boleh atau tidak boleh ia lakukan. Membangun komunitas yang mendukung anak berkembang, berkomunikasi terbuka terhadap anak, memberikan pengertian serta tanggung jawab yang sesuai dengan usianya, dan memanfaatkan media untuk menyebarkan pesan positif.