Kiriman dibuat oleh Nura Assyifa 2213053134

Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134

Laporan progress tugas minggu-1

- Kelompok 3 sudah menentukan SD N 5 Metro Barat sebagai tempat yang akan dituju untuk melakukan observasi
- Telah menyelesaikan surat pengantar observasi, hanya menunggu untuk di tandatangani
- Kelompok 3 akan mewawancarai guru SD yang mengajar pada siswa kelas rendah
- Tengah mempersiapkan pertanyaan yang akan diajukan pada saat wawancara disekolah nantinya
- Untuk waktu pelaksanakan observasinya sedang didiskusikan kembali.
Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134
Kelas: 2G
Prodi: PGSD

Hasil Analisis Soal "Awan Gelap Untuk HAM di Indonesia"

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Menurut analisis saya mengenai artikel tentang HAM di Indonesia, dimana dikatakan bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Menurut saya, di era globalisasi ini yang memiliki dampak negatif terhadap pemerosotan HAM di Indonesia yaitu, pola hidup konsumtif, sikap individualistik, kesenjangan sosial, kurangnya peran masyarakat dalam penjagaan keamanan dan kedaulatan, dan perubahan pola pikir masyarakat. Hal positif yang dapat kita dapatkan adalah, meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat Indonesia terkait pentingnya menjaga hak asasi manusia serta menjaga kesatuan, persatuan, dan kerukunan di lingkungan sekitar kita.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban:
Menurut saya, alasan mengapa demokrasi di Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Karena, demokrasi diambil dari beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat Indonesia yang beragam adat istiadatnya. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa. Maksudnya yaitu, dalam berdemokrasi haruslah berlandaskan berke-Tuhanan yang Maha Esa terdapat pada sila ke-1 Pancasila sebagai pedoman kehidupan bangsa. Dalam melaksanakan demokrasi baik pemerintah maupun masyarakat juga harus disadari bahwa hukum yang berlaku tidak hanya hukum buatan manusia, tetapi juga hukum Tuhan, sehingga semua tujuan hanya untuk mendapatkan rahmat Tuhan.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Praktik demokrasi Indonesia saat ini sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 dimana senantiasa lebih mengutamakan musyawarah mufakat. Konsep dasar demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, masih sering terjadi pelanggaran dan kurangnya kesadaran untuk menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia dalam berdemokrasi. Seperti, Adanya kebebasan pers, Menyelesaikan perselisihan dengan kekerasan, membuat kerusakan pada fasilitas umum, dan kurangnya kepekaan pemerintah terhadap rakyat.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Sikap saya jika terjadi kondisi seperti itu maka, kita masyarakat tidak boleh hanya berdiam saja harus ada pihak yang mengaspirasikan kesalahan apa saja yang telah dilakukan anggota parlemen tersebut kepada pihak berwenang agar diusut tuntas. Karena pada dasarnya anggota parlemen bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat. Selaku masyarakat kita juga harus lebih jeli dalam memilih anggota parlemen dan tidak mudah terhasut oleh orang lain.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Keuntungan menjadi Pemimpin kharismatik adalah seorang pemimpin yang memancarkan aura wibawa yang mampu menarik perhatian masyarakat yang dipimpinnya sehingga dengan mudah memancing emosi masyarakat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tersebut adalah adanya unsur kekuasaan. Sehingga masyarakat tertipu dengan kharisma pemimpin tersebut sebagai orang yang baik, tanpa kita sadari pemimpin tersebut telah melanggar hak asasi manusia. Selaku masyarakat kita harus lebih perduli terhadap kinerja apa saja yang telah pemimpin itu berikan, tidak hanya melihat dari sisi baiknya saja.
Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134
Kelas: 2G
Prodi: PGSD

Analisis Vidio "Wawasan Nusantara"

Mempelajari wawasan nusantara akan tumbuh jiwa nasionalisme pada setiap warga negara. Indonesia merupakan kawasan yang berasal dari kata "wawas" dalam bahasa Jawa yang memiliki arti "pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi". Selanjutnya, muncul kata "mawas" yang berarti "memandang, meninjau, atau melihat.

Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat bangsa serta wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut, dan udara. Wawasan nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman motivasi dorongan dan rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Wawasan nusantara memiliki tujuan untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi di negara seperti aspek kehidupan. Perbedaan persepsi, perbedaan pendapat dan fleksi-ferensi antar kelompok dalam konteks sosiologis politis serta demokrasi dianggap hal yang wajar dan sah-sah saja. hal tersebut justru diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif sinergis untuk saling menyesuaikan menuju integrasi.

a. Latar belakang historis wawasan nusantara
Bangsa Indonesia juga memperjuangkan konsepsi wawasan nusantara berdasarkan deklarasi Djuanda ke forum internasional supaya mendapat pengakuan bangsa lain atau masyarakat internasional. Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima dokumen yang bernama di United Nations convention On The Law of the Sea. berdasarkan konvensi hukum laut 1982 tersebut diakui atas negara kepulauan. Kemudian diratifikasi melalui undang-undang berdasarkan konvensi hukum laut tersebut wilayah laut yang dimiliki Indonesia menjadi sangat luas.

b. Latar belakang sosiologis wawasan nusantara
Sebagai konsepsi kewilayahan bangsa Indonesia mengusahakan dan memandang wilayah sebagai satu kesatuan. Namun seiring tuntunan dan perkembangan konsepsi wawasan nusantara yang mencakup pandangan akan satu kesatuan politik ekonomi sosial budaya dan pertahanan keamanan termasuk persatuan sebagai satu bangsa sebagaimana dalam perumusan GBHN 1998 dikatakan bahwasanya wawasan nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah.

c. Latar belakang politik wawasan nusantara
Latar belakang sejarah dan kondisi sosiologis Indonesia yaitu kita dapat memahami betapa perlunya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia. Cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4 salah satunya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Nusantara wilayah Indonesia sangat luas dengan keberagaman flora, fauna serta penduduk yang mendiami wilayah. Namun konsepsi wawasan nusantara juga mengajak seluruh warga negara untuk memantau keluasan wilayah dan keragaman yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Wawasan nusantara merupakan kesatuan wilayah dan persatuan bangsa. Adanya kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, daerah, agama, atau kepercayaan serta golongan. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai salah satu kesatuan pertahanan dan keamanan akan menemukan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia.