Kiriman dibuat oleh Nura Assyifa 2213053134

Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 5
“Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila Di Lingkungan Keluarga”

Dalam drama dinyatakan, Ibunya memiliki sifat yang rendah hati sedangkan anaknya caca baik dan sopan santun, rajin beribadah, dan suka menolong. Dan saudaranya santi, memiliki sikap angkuh, egois, tidak memiliki tata Krama yang bertolak belakang dengan saudaranya. Ketika Ibu menyuruh Santi pergi kepasar, Santi menolak dan beralasan ia akan pergi. berbeda dengan Caca ketika ibunya menyuruhnya untuk pergi kepasar bersamanya, caca langsung menyetujuinya. Ketika malam Santi tidak kunjung pulang, ketika pulang Santi sudah sempoyongan karena meminum alkohol. Bahkan ketika ditanya pada Ibunya ia tidak mau menjawab, berbeda dengan Caca yang selalu menguatkan dan meyakinkan Ibunya. Paginya ketika Ibunya mengajak Santi sembahyang, Santi langsung menolak begitu saja. Jadi hanya Caca dan ibunya saja yang pergi bersembahyang.

Anak dengan sikap seperti Santi, perlu untuk kita dekati dan melakukan pembicaraan terbuka dengannya. Tanyakan hal apa yang menyebabkan ia menjadi seperti itu, serta berikan pengertian dan solusi yang akan mudah ia terima. Memberikan aturan tegas dalam menerapkan nilai dan moral pada anak, juga perlu dilakukan orang tua.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video
“Pentingnya nilai moral Pancasila dalam lingkungan kampus”

Kehidupan kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa, setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik berbagai universitas di Indonesia menerapkan kebijakan pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral. karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.

Diharapkan peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai moral Pancasila, tidak hanya lewat pengalaman secara pribadi, nilai-nilai moral Pancasila tidak untuk sekedar dipahami melainkan untuk dihayati. Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Banyak pelanggaran-pelanggaran terjadi dikampus yang jauh dari kata nilai dan moral, seperti mencontek, narkoba, mencuri, berkata kasar, seks bebas, dsb. Oleh karena itu, kita perlu menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa, Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan karakter yang khas di Indonesia.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video
“Stand Up Comedy Arie Kriting: Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?”

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa pendidikan moral bangsa semakin menurun, pendidikan moral pun masih kurang dilaksanakan secara nyata. Pendidikan nilai dan moral di sekolah kebanyakan hanya berupa materi, sehingga anak hanya terpaku pada materi yang disampaikan saja. Seperti pada hal nya statement yang menyampaikan bahwa anak yang baik, menolong nenek-nenek yang akan menyebrang.

Untuk mengatasi pendidikan moral yang rendah, penting untuk memperkuat kurikulum yang mencakup pembelajaran nilai-nilai etika, karakter, dan tanggung jawab sosial. Melibatkan siswa dalam diskusi etis, studi kasus moral, dan pengalaman praktis dapat membantu membangun kesadaran moral dan meningkatkan perilaku etis. Selain itu, peran orang tua, guru, dan masyarakat dalam memberikan teladan etis sangat penting untuk mendukung perkembangan moral individu.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Analisis video 3
"Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral"

Memiliki etika dan moral yang rendah, sehingga dapat merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, dan penebangan pohon, yang sering dianggap remeh. Pentingnya etika dan moral dalam melindungi lingkungan membutuhkan kesadaran dan tindakan bersama. Masyarakat dengan etika dan moral yang tinggi cenderung akan lebih memikirkan dampak berkelanjutan lingkungan alam. Padahal manusia tidak dapat hidup tanpa adanya alam, oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk lebih perduli terhadap lingkungan. Karena ketidakpedulian terhadap keberlanjutan dapat mengakibatkan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam seperti hutan, air, dan tanah.

Lingkungan dalam kajian prespektif etika dan moral
- penyusutan sumber daya alam
1. SDA meliputi: Sumber daya lahan; hutan; air; mineral.
2. SDA merupakan modal utama & fundamental untuk melaksanakan aktifitas pembangunan.
3. SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan & akan menimbulkan dampak bagi lingkungan.

- polusi atau pencemaran
1. Udara
2. Tanah
3. Air
4. Suara
5. Limbah domestik RT
6. Radiasi (alam/buatan)
7. Teknologi

- bisnis dan konservasi sumber daya alam
Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik. (Piagam Burra, 1981)
Limbah yg termasuk B3 memenuhi kriteria (salah satu atau lebih):
1. Mudah meledak
2. Mudah terbakar
3. Bersifat reaktif
4. Beracun
5. Menyebabkan infeksi
6. Bersifat korosif
7. Limbah lain, yg apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sbg B3.

MASALAH LINGKUNGAN
1. Bencana kekeringan/pengendalian SDA: Erosi
2. Penurunan keanekaragaman hayati
3. Kehilangan sumber plasma nutfah