Posts made by Richia Deha Azizah 2213053024

Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis video
Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Dari video yang saya analisis terdapat kasus kekerasan di lingkungan sekolah di Indonesia.

1) Tahun 2015 Siswa kelas 2 di SDN Kebayoran Lama, Jakarta meninggal dunia setelah berkelahi dengan temannya yang diduga karena perkelahian mulut
2) Tahun 2017 siswa kelas 2 SD di Sukabumi Jawa Barat meninggal di halaman sekolah setelah berkelahi, yang dugaannya karena dirundung dan dilempar minuman beku.
3) Tahun 2017, duel antar dua siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam Hari Guru yang terjadi di SDN kabupaten Bandung.

Dari kasus yang dipaparkan pada video dapat dilihat bahwasannya lingkungan disekolah masih sangat memperhatikan. Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat mereka belajar, bersosialisasi, mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang buruk bagi beberapa siswa.

Dari kasus yang terjadi tersebut seharusnya menjadi pembelajaran untuk dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia perlu dievaluasi agar tidak terjadi kembali tindakan membahayakan dan tindakan tidak bermoral.
Perlunya peran orang tua dalam memberikan kasih sayang dan membentuk karakter anak dengan baik. Semua pihak seperti keluarga, tenaga pendidikan dan masyarakat berperan penting dalam membentuk moralitas anak-anak guna mencegah kasus-kasus seperti yang sudah terjadi.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Video

Dalam video yang saya analisis, diberikan dua skenario yang membahas mengenai Troli Problem, dimana sebuah dilema moral yang melibatkan seseorang untuk membuat keputusan. Dari dua skenario tersebut menampakkan bahwa tindakan aktif seperti mendorong satu orang untuk menyelamatkan lima nyawa sulit diterima dibandingkan dengan tindakan menarik tuas yang mengorbankan satu orang demi menyelamatkan lima orang dilihat lebih pilihan yang lebih baik. Padahal kedua hal tersebut sama-sama mengorbankan satu orang demi menyelamatkan lima orang.

Kemudian dalam video dijelaskan mengenai seorang tokoh yang bernama Philippa Foot (1967), Ia mengajukan eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem (eksperimental yang diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia). The trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan yang dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan konteks berpikir mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak, mungkin hal tersebut menjadi pilihan yang lebih bermoral. Akan tetapi, jika kita berada di sisi yang berbeda kita tidak akan mengorbankan hal tersebut. Moralitas terlalu sering menjadi alat pembenaran saat berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan dan ternyata moralitas hanyalah egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompok.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA DI KALANGAN REMAJA

Jurnal tersebut membahas mengenai Pembentukan nilai-nilai moral sosial budaya Indonesia pada anak dan remaja merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah. Dalam kehidupan nyata saat ini ketiganya nampaknya belum mencapai sinergi yang optimal, sehingga sering muncul penyimpangan nilai moral dan etika di lingkungan pendidikan yang berbeda. Standar yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Lingkungan pendidikan
Perlu adanya penguatan kerjasama, koordinasi yang sistematis dan kerja sama dalam kerangka nilai-nilai. Masyarakat yang menganut nilai-nilai suci agama, adalah anak bangsa yang bercita-cita untuk menemukan kembali jati diri bangsa yang kokoh, menjadi bangsa yang berakal budi, berhati lembut dan tangan-tangan terampil. Sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju dengan nilai-nilai, etika dan budaya keindonesiaan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada lembaga pendidikan formal dan non formal (masyarakat), pendidik yang bertugas untuk membangun jati diri generasi muda dan tokoh masyarakat (Uyoh Sadulloh dkk, 6-12). Antara penguasaan nilai moral dan keterampilan seseorang dalam membentuk jati diri perlu dijaga keseimbangannya di dalam masyarakat agar tetap menjadi manusia yang bermoral. Peranan strategis pendidikan agama dalam pembentukan perilaku peserta didik, melalui landasan pendidikan agama, baik yang dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maka dapat mencetak peserta didik yang memiliki nilai moral yang baik yang termaktub dalam Pancasila.

Acuan utama dalam terwujudnya bangsa Indonesia yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yakni ideologi yang mengakui adanya perbedaan dalam kesederajatan. Faktor personal yang mempengaruhi tindakan manusia ada dua yaitu faktor biologis; faktor sosiopsikologis ( afektif, kognitif, koaktif).
Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak- anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasamya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia Ke depan ke tiga lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama yang kuat, koordinasi yang sistematis, dan saling bahu-membahu dalam bingkai nilai kekeluargaan yang sesuai dengan nilai- nilai agama yang suci, sebagai anak bangsa yang merindukan kembali kokohnya jati diri bangsa ini, menjadi bangsa yang cerdas otaknya, lembut hatinya, dan terampil tangannya sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju yang bernilai, bermoral, dan berbudaya Indonesia yang di Ridhai Tuhan Yang Maha Esa.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pengajarannya menitik beratkan pada penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila (36 butir Pancasila) sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya.

Dari Jurnal tersebut metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa kelas III-V di SD Negeri Osiloa, tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.
1) Tahap I perizinan Tim pengabdian masyarakat.
2) Tahap II (Pemaparan materi).
3) Tahap III (Memberikan Quis pertanyaan)

SD Negeri Osiloa Kupang Tengah merupakan salah satu sekolah yang siswa kelas VA berjumlah 23 orang siswa, anggota kelompok memasuki kelas VA untuk memberikan materi tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan. Dari sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah, dapat disimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Dari video tersebut nilai - nilai yang harus diteladani sebagai berikut.
1. Nilai Ketuhanan, pada nilai ketuhanan ini yang dapat diteladani adalah dengan adanya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan segala perintah-Nya. Menghormati agama yang dimiliki oleh orang lain dan tidak memaksakan agama kepada orang lain.

2. Nilai Kemanusiaan, pada nilai kemanusiaan ini yang dapat kita teladani yakni dengan menolong seseorang yang terkena musibah atau membutuhkan bantuan, bersikap sopan kepada orang yang lebih tua, menghargai orang lain dan tidak berperilaku kasar kepada orang lain.

3. Nilai Persatuan, pada nilai persatuan yang dapat kita teladani yaitu dengan mencintai bangsa dan negara Indonesia, cinta tanah air, melaksanakan upacara bendera tiap hari senin untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, kerja sama serta hidup rukun dengan orang lain.

4. Nilai Kerakyatan, yang dapat diteladani dari nilai kerakyatan yaitu dengan bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan, bergotong royong dan menghargai pendapat orang lain.

5. Nilai Keadilan Sosial, yang dapat diteladani dari nilai keadilan yaitu sikap adil yang dimiliki seseorang kepada sesama, tidak hidup boros dan melaksanakan hak dan kewajiban dengan seimbang.

Menurut saya cara agar seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai-nilai tersebut di era modern saat ini yaitu dengan mengedukasi dan memberikan pemahaman mengenai penting nya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari - hari. Dan sebelum memberikan pemahaman kita juga harus bisa memberikan contoh dan menjadi contoh teladan yang baik bagi orang lain. Kemudian mengajak orang lain untuk melakukan aktivitas dari pengimplementasian nilai-nilai tersebut.