Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 221305371
Kelas : 3G
Analisis Video 4
" Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring"

Saat ini generasi muda dituntut untuk mengikuti zaman yang semakin berkembang tanpa henti terutama dalam bidang teknologi dan komunikasi. Mereknya kasus yang dapat dilihat di sosial media atau berita melalui situs internet menggambarkan perilaku manusia khususnya generasi muda saat ini. Permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, pembulyan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran, sampai pembunuhan terhadap orang tua merupakan isu yang sangat memprihatinkan. Permasalahan-permasalahan itu sangat erat kaitannya dengan etika dan moral manusia. Etika dan moral merupakan pedoman bagi manusia dalam berperilaku. Adapun pengertian moral secara etimologi yaitu "Mos" yang artinya kebiasaan atau adat. Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia moral diartikan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruknya maupun salah benarnya perilaku seseorang. Etika menurut Drs. H. Burhanudin Salam merupakan cabang ilmu sahabat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Persamaan Etika dan Moral
1. Hentikan dan moral mengacu pada perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang.
2. Merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.
3. Bukan faktor keturunan.

Hal yang paling mendasar dalam etika dan moral merupakan keluarga. Pada kehidupan keluarga terdapat berbagai macam aturan yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran da sebagainya. Meskipun dalam menerapkan nilai-nilai tersebut terdapat banyak hambatan, namun dengan nilai-nilai itulah keluarga dapat membentuk sumber daya yang berkualitas dan memiliki etika yang baik.
Etika dan moral sering terabaikan meski dari hal-hal kecil contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kedua orang tua sebelum pergi keluarga, tidak meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang tua, dan tidak membantu pekerjaan orang tua, dan sebagainya.

Dalam pengembangan nilai dan moral perlu adanya dukungan yang kuat dari pendidikan yaitu melalui sekolah. Sekolah merupakan wadah yang penting untuk menanamkan etika dan moral kepada peserta didik , karena di dalam sekolah terdapat banyak tata tertib dan pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai dan moral yang baik pada peserta didik. Namun saat ini akibat dampak dari konflik 19 pemerintah mengalihkan pembelajaran menjadi pembelajaran daring atau online di rumah.

Adapun tata cara melaksanakan pembelajaran daring di rumah yang paling utama adalah menjunjung tinggi rasa sopan santun.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G
Analisis Video 3
"Penanaman dan Penerapan Nilai - Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga"

1. Fungsi Agama
Nilai- nilai yang terkandung dalam fungsi ini yaitu
1. Keimanan
2.Ketakwaan
3. Kejujuran
4. Bersyukur
5. Kepedulian
6. Tenggang rasa
7. Kerajinan
8. Kesalehan
9. Ketaatan
10. Suka Menolong
11. Disiplin
12. Kesabaran
13. Kasih Sayang


2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai-nilai yang terkandung dalam fungsi sosial budaya dalam keluarga yaitu :
1. Gotong Royong
2. Sopan Santun
3. Kerukunan
4. Kepedulian
5. Kebersamaan
6. Toleransi
7. Kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih
Nilai Norma:
1. Empati
2. Keakraban
3. Keadilan
4. Pemaaf
5. Kesetiaan
6. Pengorbanan
7. Suka menolong

4. Fungsi Perlindungan
Nilai norma yang terkandung dalam fungsi perlindungan dalam keluarga yaitu :
1. Pemaaf
2. Tanggap
3. Ketabahan

5. Fungsi Reproduksi
Nilai Norma :
1. Bertanggung jawab
2. Kesehatan
3. Keteguhan

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai-nilai norma yang terkandung dalam fungsi ini yaitu
1. Percaya Diri
2. Keluwesan
3. Kebanggaan
4. Kerajinan
5. Kreativitas
6. Bertanggung jawab

7. Fungsi Ekonomi
Nilai Norma :
1. Hemat
2. Ketelitian
3. Disiplin
4. Kepedulian
5. Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai-nilai norma yang terkandung dalam fungsi ini yaitu kebersihan dan kedisiplinan.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Kelas : 3G
Analisis Video 2

Judul video
"Pendidikan Moral Anak Sekolah"

Video tersebut menggambarkan perilaku peserta didik yang mencerminkan rendahnya etika dan moral mereka. Contoh perilaku ini termasuk keisengan, gangguan terhadap guru, serta dorongan kepada teman-temannya untuk merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Dalam situasi semacam ini, peran pendidik menjadi untuk memberikan bimbingan dan nasihat kepada peserta didik yang terlibat dalam perilaku yang tidak pantas.

Sebagai calon pendidik kita dituntut untuk menunjukkan perilaku yang sopan dan santun. Oleh karena itu, mengintegrasikan nilai-nilai dan moral dalam pendidikan menjadi hal yang sangat esensial dalam membentuk generasi muda yang berperilaku baik. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan nilai dan moral memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan kepribadian yang positif. Di lingkungan sekolah, pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam membantu perkembangan moral peserta didik. Jika seorang peserta didik menunjukkan perilaku yang tidak pantas, pendidik harus memberikan nasihat dan menjadi contoh yang lebih baik bagi mereka, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan etis.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G
Analisis Video 1
" Pentingnya Pendidikan Moral untuk Sekolah Dasar"
Oleh : Karnia Cahyani

Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral merupakan suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruknya perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral penting untuk anak-anak di tingkat Sekolah Dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Penyebab Penurunan Moral Pada Anak
Di dalam video terdapat dua kasus sebagai conroh penurunan moral pada anak yaitu :
1. Perundungan di Sekolah
Perundungan seringkali terjadi di lingkungan sekolah dilakukan oleh anak-anak tingkat Sekolah Dasar baik itu dilakukan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Keruntuhan yang dimaksud yaitu menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
2. Kekerasan Fisik dalam Keluarga
Kekerasan fisik dalam keluarga seringkali dilakukan oleh saudara kandung di rumah kepada saudara yang lainnya. Terkadang kekerasan fisik dalam keluarga dilakukan oleh anak-anak yang masih dibawah umur.

Adapun peranan orang tua dan guru sangat penting untuk memberikan pendidikan moral kepada anak. Orang tua sangat berperan penting mendidik anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat sedangkan guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak.

Kesimpulannya upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus dilaksanakan agar pendidikan moral menjadi maksimal. Pendidikan moral harus diajarkan sejak dini oleh orang tua peserta didik karena orang tua merupakan tokoh penting bagi anak-anak yang biasanya mengikuti sikap atau perilaku dari orang tua mereka sendiri. Orang tua juga merupakan peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku yang baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Jadi orang tua dan guru sama-sama berperan penting dalam mendidik dan memberikan pendidikan moral kepada peserta didik agar mereka dapat menjadi pribadi yang baik.
Nama: Fadhila Cahya Ningtyas
NPM: 2213053271
Kelas: 3G

Jurnal 2
Identitas Jurnal
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis : Lia Yuliana, M.Pd

Pendahuluan 
Pendahuluan dalam jurnal ini membahas pentingnya pendidikan moral, terutama dalam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Masa pra sekolah merupakan fase kritis dalam pembentukan karakter anak, dan penanaman nilai-nilai moral di usia dini sangat penting. Penanaman nilai-nilai moral di PAUD bertujuan agar karakter anak dapat berkembang secara optimal dan mereka dapat mengembangkan sikap dan perilaku positif. Pendidikan moral mencakup aspek sikap dan kepribadian, dan pendekatan ini tidak hanya berfokus pada perkembangan intelektual, tetapi juga karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.


Pengertian Moral
Menurut Sjarkawi (2006), moral adalah konsep tentang kebaikan dan keburukan, benar dan salah, serta apa yang diperbolehkan dan dilarang. Ini juga mencakup keyakinan yang berkaitan dengan karakter dan perilaku manusia dalam masyarakat serta apa yang seharusnya dilakukan. Jamie (2003) mengartikan moral sebagai ajaran mengenai perilaku baik dan buruk, atau akhlak. Al-Ghazali menggambarkan akhlak sebagai sifat yang melekat kuat dalam jiwa manusia, memengaruhi perbuatan tanpa perlu pemikiran dan perencanaan sebelumnya. Pendidikan moral, menurut Nurul Zuriah (2007), merupakan program pendidikan yang menyajikan sumber-sumber moral dengan mempertimbangkan pertimbangan psikologis, dengan tujuan mengarahkan manusia untuk menjadi individu yang bermoral. Hamid Darmadi (2007) juga menggambarkan pendidikan moral sebagai konsep kebaikan yang diajarkan kepada peserta didik untuk membentuk karakter dan perilaku yang terpuji sesuai dengan nilai-nilai seperti Pancasila dan UUD 1945.

Nilai Nilai moral
Menurut Henry Hazlitt (2003), nilai adalah kualitas atau penilaian terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi perilaku individu. Sjarkawi (2005) mendefinisikan nilai moral sebagai prinsip-prinsip yang mengatur tindakan, perilaku, sikap, dan kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan nilai, prinsip, dan norma yang dianut.

Syaiful Bahri Djamarah (2000) mencirikan nilai moral dengan beberapa ciri, di antaranya:
1. Terkait dengan tanggung jawab pribadi, yang menandai bahwa nilai moral berhubungan dengan individu yang bertanggung jawab. Nilai-nilai moral mengharuskan seseorang bertanggung jawab, dan kebebasan dan tanggung jawab adalah syarat mutlak dalam nilai-nilai moral.
2. Terkait dengan hati nurani, di mana nilai moral lebih mendesak dan serius dalam tuntutan pelaksanaannya. Nilai-nilai moral mengikuti panggilan hati nurani, dan hanya nilai-nilai ini yang memicu "suara" hati nurani yang menilai perilaku kita terkait dengan nilai-nilai moral.
3. Bersifat mengikat, nilai-nilai moral memaksa kita dengan absolut dan tidak dapat ditawar-tawar. Ini disebabkan oleh fakta bahwa nilai-nilai moral berlaku untuk semua manusia tanpa pengecualian, dan mereka yang tidak mengakui nilai-nilai moral dianggap cacat sebagai manusia.
4. Bersifat formal, artinya nilai-nilai moral tidak memiliki substansi yang terpisah dari nilai-nilai lain. Mereka saling terkait dan tidak ada nilai-nilai moral yang murni terlepas dari nilai-nilai lain.

Pengertian Anak Usia Dini
Jurnal ini memberikan pengertian tentang anak usia dini, yaitu individu berusia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat. Usia dini dianggap sebagai masa emas karena perkembangannya yang sangat berharga. Anak usia dini memiliki karakteristik berbeda pada setiap tahap usianya, termasuk perkembangan motorik, keterampilan berbahasa, eksplorasi lingkungan, dan perkembangan emosi. Fokus utama jurnal ini adalah memberikan pemahaman tentang fase perkembangan anak usia dini dan mengapa penting untuk memberikan pendidikan moral pada usia ini.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini menurut Hamid Darmadi, (2007: 56-57)
dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti bermain, bercerita, pemberian tugas, dan berbicara. Metode bermain memungkinkan anak untuk bersosialisasi dan belajar nilai-nilai seperti kerjasama dan kepedulian. Metode bercerita digunakan untuk menyampaikan pesan moral tentang rendah hati, kejujuran, dan lainnya. Metode pemberian tugas mengajarkan kesabaran dan tanggung jawab, baik secara individu maupun kelompok. Bercakap-cakap membantu anak memahami aturan, nilai, dan norma dalam masyarakat serta mengajarkan keterampilan komunikasi. Semua metode ini berperan dalam membentuk karakter dan perilaku anak usia dini.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang ada dalam jalur pendidikan formal (TK dan RA) serta jalur pendidikan non formal (KB, TPA, dan SPS). Jalur pendidikan non formal juga termasuk pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Metode pembelajaran dalam jalur formal melibatkan persiapan kegiatan pembelajaran dengan media sederhana, buku pegangan, penataan lingkungan bermain, kegiatan inti pembelajaran yang mengutamakan partisipasi dan kreasi anak-anak, dan kegiatan penutup yang melibatkan interaksi dan pengingatan. Semua ini bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan anak dan tumbuhnya sikap dan perilaku positif.

Penutup
Penutup pada jurnal ini menggambarkan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Ini mencakup persiapan kegiatan pembelajaran, penataan lingkungan bermain yang menarik, kegiatan inti pembelajaran yang melibatkan partisipasi dan kreativitas anak-anak, serta kegiatan penutup yang bertujuan untuk melatih daya ingat dan perbendaharaan kata anak-anak.

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam membentuk budi pekerti yang luhur dan perilaku yang terpuji, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Metode yang digunakan, seperti bermain, bercerita, memberi tugas, dan bercakap-cakap, harus disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak-anak untuk berhasil menanamkan nilai-nilai moral. Pelaksanaan nilai-nilai moral bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan lingkungan pada jalur pendidikan non formal, serta melalui kegiatan pembelajaran di jalur pendidikan formal yang mencakup bermain, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.