Posts made by Meldayanti putri 2213053088

NAMA : MELDAYANTI PUTRI
NPM : 2213053088

ANALISIS JURNAL 2

JUDUL : Proses pendidikan nilai moral di lingkungan Keluarga sebagai upaya Mengatasi kenakalan remaja
PENULIS : Fahrudin

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kali mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, Sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Disamping itu keluarga Dikatakan sebagai peletak fondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan dan keluarga berjalan sepanjang masa, Melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam kerja itu sendiri.

Faktor faktor yang menyebabkan kemerosotan moral, antara lain :
1. Kurang tertanamnya nilai nilai ke imanan pada anak- anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak Terlaksana menurut mestinya baik di rumah tangga ,sekolah maupun masyarakat
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik
5. Diperkenalkannya secara populer obat obatan terlarang dan alat alat anti hamil
6. Banyaknya tulisan tulisan gambaran gambaran ,siaran -siaran ,kesenian - kesenian yang tidak mengindahkan dasar dasar tuntunan moral

Proses Pendidikan Nilai Moral untuk Mengatasi Kenakalan Remaja dalan Keluarga Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini
dalam keluarga.
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Video 1

PENDIDIKAN MORAL TANGGUNGJAWAB DIRI DALAM KELUARGA

Rasa tanggung jawab, pada dasarnya diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan alam sekitar.Keluarga merupakan dalam lingkup masyarakat yang lebih kecil. Umumnya, keluarga terdiri dari orang tua, anak, dan orang lain yang mejadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
Pendidikan dalam keluarga merupakan fondasi pembentuk watak
kepribadian anak.

Beberapa contoh tanggung jawab dalam keluarga yaitu :
1. Mendengar nasihat ayah
2. Membantu ibu
3. Menemani kakak
4. Menjaga keselamatan adik
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Video 2
Di Indonesia saat ini banyak dibicarakan tentang isu penting pendidikan moral akhir akhir ini yang banyak melatarbelakangi mengapa pendidikan moral harus diutamakan dalam pembelajaran kurikulum sekolah dasar di Indonesia ini. Karena halnya sekolah dasar adalah sebagai institusi pendidikan yang formal dalam memegang peran serta tanggung jawab terhadap menanamkan pendidikan moral karena sampai sekarang pendidikan masih dipercaya sebagai sarana untuk mengenalkan diri dan menanamkan nilai nilai moral kepada anak tetapi tidak dapat di kecuali kan juga terdapat berbagai macam masalah yang masih terjadi di dalam lembaga pendidikan di Indonesia yang dalam hal nya mau Fasilitasi anak untuk melatih diri dan berbuat sesuai dengan nilai nilai moral yang belum terpenuhi di Indonesia sehingga adanya ungkapan bahwa lembaga pendidikan telah dianggap kurang mampu untuk membentuk suatu anak bangsa yang memiliki Ahlaq, moral serta budipekerti yang baik.Pendidikan moral saat ini harus diajarkan kepada anak diawali saat mereka sedang berada di dalam lingkungan keluarga yang terutama nya adalah peran orang tua dengan melalui proses pengenalan diri sosialisasi norma dalam keluarga serta lingkungan dekat di luar rumah dengan menanamkan keadaan yang selaras, tenang dan penuh kasih sayang serta tanpa perselisihan dan saling menerima perbedaan menjadikan situasi dan kondisi penerapan pendidikan moral dalam keluarga ini menjadi Hal yang tepat dalam Mengajarkan apa itu mora saat anak masih Sekolah Dasar agar mereka bisa hidup bersosialisasi.

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan mulai memandu, mengendalikan, dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan, membuat komitmen sesuai dengan keadaan.
3. Usia 18-30 bulan, anak mulai menunjukkan perilaku menolong, merasa bersalah, malu dan empati.
4. Usia 30-36 bulan, agresi fisik berkurang. Lebih ke verbal.
5. Usia 3-4 tahun, perilaku menolong lebih lazim dengan motif agar mendapat pujian dan mencari penolakan.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral makin terlihat
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan
9. Usia 12-15 tahun, mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan
10. Usia 16-20 tahun, relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral
11. Dewasa muda (20-40 tahun), penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
12. Dewasa tengah (40-65 tahun), penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
13. Dewasa tua (65 tahun), penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Jurnal 1

Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

PEMBAHASAN
Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin.
beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu:
a. Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
b. Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral,
c. Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan)
d. Perkembangan Teknologi
e. Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan
f. Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan
generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Dilakukannya pengumpulan data mengenai penanaman nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara di SD Negeri Lampeuneuru, yang dapat di jelaskan secara singkat bahwasanya guru di SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius), nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, nilai gender, nilai keadilan serta menanamkan menghargai pendapat orang lain, nilai sosialitas, daya juang, sopan santun dan hidup sehat.
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Jurnal 2
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

NILAI - NILAI MORAL
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal
dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan,Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan.