གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Meldayanti putri 2213053088

Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

Analisis video 1

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar.

Pendidikan moral saat ini harus diajarkan kepada anak diawali saat mereka sedang berada di dalam lingkungan keluarga yang terutama nya adalah peran orang tua dengan melalui proses pengenalan diri sosialisasi norma dalam keluarga serta lingkungan dekat di luar rumah dengan menanamkan keadaan yang selaras, tenang dan penuh kasih sayang serta tanpa perselisihan dan saling menerima perbedaan menjadikan situasi dan kondisi penerapan pendidikan moral dalam keluarga ini menjadi Hal yang tepat dalam Mengajarkan apa itu mora saat anak masih Sekolah Dasar agar mereka bisa hidup bersosialisasi.Pendidikan moral di sekolah dasar sangat diperlukan sejak dini karena menurut pendapat Emile Durkheim, ketika fase masa kanak-kanak selesai, maka pondasi moralitas tidak akan diletakkan, maka fondasi moralitas tidak akan pernah berakar pada moralitas. Anak (Durkheim, Lukas Ginting 1990:13). Sekolah memiliki fungsi yang sangat penting dan khusus bagi Durkheim; untuk menciptakan makhluk baru yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
NAMA : MELDAYANTI PUTRI
NPM : 2213053088

ANALISIS VIDEO 2
Pembentukan Karakter
Pendidikan moral Pancasila bertujuan untuk membentuk karakter yang baik dan berintegritas. Sekolah dapat menerapkan program-program yang mengembangkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian.

Berikut adalah beberapa contoh implementasi pendidikan moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :
1. Pembelajaran Nilai-nilai Pancasila
Dalam kurikulum pendidikan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diajarkan untuk mengenalkan dan memahamkan siswa terhadap nilai-nilai dasar Pancasila.
2. Pembiasaan Nilai-nilai Pancasila
Pendidikan moral Pancasila juga melibatkan pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
3. Lingkungan Belajar yang Demokratis
Pendidikan moral Pancasila mendorong lingkungan belajar yang demokratis di sekolah. Ini dapat dicapai melalui penggunaan metode pembelajaran partisipatif, mendengarkan suara siswa, dan menghargai perspektif beragam.
4. Kegiatan Sosial dan Kepedulian Sosial
Pendekatan pendidikan moral Pancasila melibatkan kegiatan sosial dan kepedulian sosial. Sekolah dapat mengorganisir kegiatan amal, penggalangan dana, atau kegiatan bakti sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini membantu siswa memahami pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.
Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

ANALISIS VIDEO 3

8 fungsi keluarga menerapkan dan Menanamkan nilai nilai moral dalam keluarga

Pengamalan nilai-nilai moral menurut 8 fungsi keluarga dapat diuraikan
sebagai berikut:

1. Fungsi agama
Agama adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang ada sejak
dalam kandungan. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak
mengenal agama. Keluarga juga menanamkan dan menumbuhkan serta
mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga anak menjadi manusia
yang berakhlak baik dan bertaqwa.
Dalam fungsi agama, terdapat 12 nilai dasar yang mesti dipahami dan
ditanamkan dalam keluarga. Dua belas nilai dasar tersebut diantaranya:
a. Iman, yang dimaksud dengan iman yaitu mempercayai akan adanya
Allah SWT, Tuhan YME, mengamalkan segala ajaranNya.
b. Taqwa, yang dimaksud dengan taqwa adalah mengamalkan segala
sesuatu yang diperintahkan dan menghindari segala yang dilarang
Allah SWT.

c. Kejujuran, yang dimaksud dengan kejujuran yaitu menyampaikan
apa adanya.
d. Tenggang rasa ditandai dengan adanya kesadaran bahwa setiap
orang berbeda dalam sifat dan karakternya.
e. Rajin, maksudnya menyediakan waktu dan tenaga untuk
menyelesaikan tugasnya dengan berusaha untuk mendapatkan hasil
yang terbaik.
f. Kesalehan, maksudnya adalah memiliki nilai moral yang tinggi
dengan melakukan sesuatu yang benar secara konsisten.
Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

ANALISIS VIDEO 4

Etika sendiri berkaitan dengan perilaku diri yang baik, baik itu kepada masyarakat, keluarga, atau seseorang. Menurut Menurut Bertens ada dua pengertian etika: sebagai praktis dan sebagai refleksi.

Sebagai praktis, etika berarti nilai- nilai dan norma- norma moral yang baik yang dipraktikkan atau justru tidak dipraktikkan, walaupun seharusnya dipraktikkan. Etika sebagai praktis sama artinya dengan moral atau moralitas yaitu apa yang harus dilakukan, tidak boleh dilakukan, pantas dilakukan, dan sebagainya.
Terdapat beberapa hal yang perlu ditaati pada saat pembelajaran daring berlangsung. Yang pertama adalah mahasiswa wajib memperhatikan materi yang disampaikan oleh dosen. Hal ini menjadi yang pertama dikarenakan tidak sedikit mahasiswa yang hanya mengikuti kelas online tetapi tidak memerhatikan materi dan lebih asik dengan kegiatan lainnya seperti, bermain gadget, menonton TV, bermain game, atau bahkan sampai tidur. Hal ini membuat dosen menyampaikan materinya secara sia – sia.
Kemudian yang kedua berhubungan dengan hal pertama saat pembelajaran daring, yaitu menyalakan kamera. Hal ini sangat penting bagi dosen maupun mahasiswa ketika pembelajaran sedang berlangsung. Mahasiswa dapat menyalakan kamera agar mereka semua fokus dan tetap tertuju kepada materi yang disampaikan oleh dosen. Sebaliknya untuk dosen, mereka dapat mengawasi mahasiswa apabila, semua manyalakan kameranya, sehingga tidak ada mahasiswa yang mengabaikan materi dan sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing.
Selanjutnya, adalah berpakaian rapi dan benar. Kenapa hal ini menjadi salah satu etika dalam pembelajaran daring?. Perlu diingat kembali, jika sistem pembelajaran daring dan tatap muka adalah hal yang sama, para mahasiswa berhadapan dengan dosen mereka selalu memakai pakaian yang rapi, hal ini berlaku juga pada sistem daring. Pakaian yang rapi mencerminkan perilaku dan etika kita pada saat pembelajaran sedang berlangsung.
Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

Analisis jurnal 1
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nama Penulis : Rukiyati
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan.

Pendidikan moral terhadap diri sendiri berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab.

Metode pendidikan moral
Ada beberapa metode dalam pendidikan moral,yaitu :
1. Inkulkasi nilai
Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik. Hasilnya adalah “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral.
2. Metode keteladanan
Orang tua dan guru merupakan sosok yang harus memberikan teladan baik kepada subjek didik. Anak-anak lebih mudah meniru perilaku dari pada harus mengingat dan mengamalkan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan guru.
3. Metode klarifikasi nilai
Dalam masyarakat liberal, moral diperkenalkan lewat proses klarifikasi, penjelasan agar terjadi pencerahan pada subjek didik.
4. Metode fasilitasi nilai
Guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok.
5. Metode keterampilan nilai moral
Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan.