གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Meldayanti putri 2213053088

ilmu pendidikan -> FORUM JAWABAN PRETEST

Meldayanti putri 2213053088 གིས-
Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088
Kelas : 2H

Demokrasi itu gaduh , tapi kenapa bertahan dan dia anut banyak negara ??

Demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. sebelum itu kita harus tau tentang pengertian Demokrasi,, apasih Demokrasi itu?
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Pentingnya budaya demokrasi dalan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilihat dalam hal-hal berikut : Terjadinya kontrol sosial dari masyarakat terhadap jalannya pemerintahan untuk membuktikan kebebasan kepada masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan menjamin terciptanya pemerintahan yang bersih.

Dalam pelaksanaan musyawarah, semua anggota masyarakat berhak mengikuti dan mengeluarkan pendapatnya. Hal itu merupakan contoh sikap demokrasi yang ada dalam masyarakat. Dari pendapat-pendapat itulah nanti keputusan terbaik akan diambil.

Kemudian, menurut para peneliti, negara penganut demokrasi memiliki penegakan HAM yang tinggi, angka korupsi yang lebih rendah, warganya pun lebih sehat, dan masyarakat nya lebih bahagia jika dibandingkan dengan negara negara non demokrasi.

ilmu pendidikan -> FORUM JAWABAN POST TEST

Meldayanti putri 2213053088 གིས-
Nama :Meldayanti putri
NPM : 2213053088
Kelas : 2H
ANALISIS MATERI

Deepening Democracy dan Tantangannya

Dalam konteks Indonesia, proses
demokrasi yang berlangsung dipengaruhi
beberapa faktor,misalnya budaya politik,
perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik.
Proses demokrasi (demokratisasi) tersebut
berlangsung relatif dinamis, khususnya sejak
Pemilu 1999. Dinamikanya,bahkan, semakin
pesat dan semarak setelah dilaksanakannya
pemilu presiden secara langsung sejak 2004
dan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara
langsung sejak 2005.
Demokrasi yang berlangsung di daerahdaerah merupakan landasan utama bagi
berkembangnya demokrasi di tingkat nasional. Pemilihan kepala daerah secara langsung
merupakan terobosan penting yang dimaksudkan
sebagai upaya pendalaman demokrasi (deepening
democracy), yakni suatu upaya untuk mengatasi
kelemahan praktek demokrasi substantif, khususnya dalam merespon tuntutan-tuntutan
masyarakat lokal. Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga
merupakan tindak lanjut perwujudan prinsipprinsip demokrasi yang meliputi jaminan
atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan
persamaan, khususnya dalam hak politik.
Dalam konteks ini, pilpres langsung dapat
dikategorikan sebagai proses demokrasi formal
yang merupakan tindak lanjut jaminan terhadap
hak-hak politik tersebut. Oleh karena itu, dalam
studi ini pilpres dilihat bukan hanya sebatas
pesta demokrasi semata, melainkan juga sebagai
instrumen proses pendalaman demokrasi di
tingkat nasional. Sebagai instrumen pendalaman
demokrasi, pilpres merupakan upaya penciptaan
pemerintahan yang efektif pasca pemilu.
Pendalaman demokrasi bisa berasal dari
negara dan bisa pula dari masyarakat. Dari
sisi negara, pendalaman demokrasi dapat
bermakna, pertama, pengembangan pelembagaan
mekanisme penciptaan kepercayaan semua
aktor politik seperti masyarakat sipil, partai
politik dan birokrasi (state apparatus).

Pemilu Presiden 2019 dan Masalahnya

Sebagai pilar utama demokrasi, pemilu
merupakan sarana dan momentum terbaik bagi
rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi
politiknya, memilih wakil-wakil terbaiknya di
lembaga legislatif dan presiden/wakil presidennya
secara damai. Keberhasilan penyelenggaraan
pemilu (pemilu legislatif, pemilihan kepala daerah
dan pemilihan presiden) dan pelembagaan sistem
demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa
untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai
amanat para pendiri bangsa. Meskipun hak-hak
politik dan kebebasan sipil telah dijamin oleh
konstitusi serta partisipasi politik masyarakat
semakin luas, di tataran empirik pemilu masih
belum mampu mengantarkan rakyat Indonesia
benar-benar berdaulat . Pemilu serentak 2019 adalah pemilu kelima
pasca Orde Baru dan merupakan pemilu serentak
pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres
dalam waktu bersamaan. Berbeda dengan
pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu 2019
menjadi test case penguatan sistem presidensial, pelembagaan parpol dan koalisi parpol yang
terukur dan terformat. Untuk memenuhi hal itu,
semua pihak harus berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas pemilu, bukan saja secara
prosedural, melainkan juga secara substansial.
Dengan kata lain, pilpres dan pileg 2019 perlu
disikapi dengan cara-cara yang rasional, dewasa,
profesional, adil, jujur, bijak dan beradab sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila.
Pemilu serentak jauh lebih kompleks dan
rumit, baik bagi penyelenggara pemilu, parpol,
maupun rakyat. Ini juga merupakan pemilu
yang paling gamang. Sebab, di satu sisi dengan
adanya presidential threshold (PT) mereka harus
berkoalisi dalam mengusung pasangan calon
presiden (capres) dan calon wakil presidennya
(cawapres), di sisi lain dalam saat yang bersamaan
mereka juga harus berjuang secara sendiri-sendiri
untuk merebut kursi legislatif.