Kiriman dibuat oleh Shelly Shelly

Nama: Shelly
Npm: 2253053019
Kelas: 2G

Analisis video:
Dari video tersebut terdapat 5 perkembangan demokrasi di indonesia yaitu;
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan. Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas.
2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959)
Masa ini merupakan masa kejayaan indonesia karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan, tetapi demokrasi ini mengalami kegagalan karena:
a) dominannya politik aliran
b) basis sosial ekonomi yang lemah
c) persamaan kepentingan antara presiden dengan kalangan angkatan darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan
3. Perkembangan demokrasi terpimpin tahun (1959-1965)
Pada saat perkembangan demokrasi terpimpin sekitar tahun 1959 sampai 1965 politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada saat itu antara pihak ABRI dengan Soekarno kemudian pihak PKI.
4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru
3 tahun awal kekuasaan seolah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat.
Setelah tiga tahun, dominannya peranan ABRI.
5. Perkembangan Demokrasi Pada Masa Reformasi (1988- sekarang)
Demokrasi yang di terapkan pada era Reformasi adalah demokrasi Pancasila.
Nama: Shelly
Npm: 2253053019
Kelas: 2G

Analisis jurnal

Identitas Jurnal
Judul Jurnal : DEMOKRASI DAN PEMILU PRESIDEN 2019
Penulis : R. Siti Zuhro, Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Email : rszuhro@gmail.com
Diterima: 26 April 2019; Direvisi: 3 Mei 2019; Disetujui: 25 Juni 2019

Abstrak Jurnal
Jumlah paragraf : 1 Paragraf
Uraian Abstrak : Pada jurnal ini penelitian ini membahas tentang konsolidasi demokrasi dalam pemilu presiden 2019.
Kata Kunci: Pendalaman Demokrasi, Pemilu Presiden, Politisasi Identitas, Pemerintah Efektif, Membangun Kepercayaan

Pendahuluan Jurnal
demokrasi Indonesia melalui fenomena pilpres 2019 merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis. politik selama 5 tahun itu menarik untuk dilihat di tengah tingginya pro dan kontra terkait kinerja pemerintah dan tentunya semua pihak untuk selalu menjaga stabilitas sosial politik nasional dan keutuhan NKRI.

Isi jurnal:
- Deepening Democracy dan Tantangannya
Demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’.
- Pemilu presiden 2019 dan masalahnya
Keberhasilan penyelenggaraan
pemilu (pemilu legislatif, pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden) dan pelembagaan sistem demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai amanat para pendiri bangsa.
- Politisasi Identitas: Berebut Suara Muslim
Fenomena politisasi identitas dan agama juga diwarnai dengan berebut suara muslim. Munculnya sejumlah isu yang oleh sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan ijtima’ulama untuk mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.
- Pemilu dan Kegagalan Parpol
Dalam proses konsolidasi tersebut, parpol
sebagai pelaku utama pemilu idealnya dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyedia kader calon pemimpin. Namun, ketika fungsi parpol tidak maksimal, proses konsolidasi demokrasi terhambat. Hal ini tampak jelas dalam pemilu 2019 di mana banyak parpol gagal dalam proses kaderisasi.
- Pemilu dalam Masyarakat Plural
Terbukanya ruang kebebasan membuat
politisi bukan satu-satunya aktor yang
menjalankan fungsi artikulasi dan agregasi
kepentingan rakyat karena setelah era Reformasi bermunculan lembaga-lembaga pengawas extra parlementer yang juga melibatkan diri dalam fungsi artikulatif dan pengawasan terhadap pemerintahan.
- Pemilu dan Politisasi Birokrasi
Sejak era reformasi masalah reformasi
birokrasi dan demokrasi di Indonesia telah
menjadi isu sentral dan perdebatan publik.
Krusialnya isu reformasi birokrasi ini tidak dapat dilepaskan dari tuntutan rakyat yang semakin kuat agar birokrasi menjadi ‘abdi rakyat’.