Posts made by Adelina Kusumawati 2213053234

Nama : Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Identitas jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim
Volume : 12
Nomor : 01
Tahun : 2014
Judul : Proses Pendidikan Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja
Nama Penulis : Fahrudin

Pembahasan

PERAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK

Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.Dari interaksi dalam keluarga anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: (1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.


PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK
Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya:
(1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak,
(2) lingkungan masyarakat yang kurang sehat
(3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat,
(4) Suasana rumah tangga yag kurang baik,
(5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat alat anti hamil,
(6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral,
(7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral,
(8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
(9) pengaruh westernisasi, yaitu beruypa yahudinisasi dan kristenisasi

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis,
Nama : Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Identitas jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun : 2017
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Nama Penulis : Rukiyati

Pembahasan
1. Pendidik Moral di Sekolah
sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Selain itu guru juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
• Inkulkasi nilai, Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilainilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita.
• Metode keteladanan, Orang tua dan guru merupakan sosok yang harus memberikan teladan baik kepada subjek didik. Anak-anak lebih mudah meniru perilaku dari pada harus mengingat dan mengamalkan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan guru.
• Metode klarifikasi nilai, Pendekatan klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya. pendekatan klarifikasi nilai mencoba untuk membantu anakanak muda menjawab beberapa pertanyaan dan membangun sistem nilai sendiri.
• Metode fasilitasi nilai, Guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok.
• Metode keterampilan nilai moral, Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan. Lama kelamaan pembiasaan itu ditingkatkan dengan cara peserta didik merancang sendiri berbagai tindakan moral yang akan diwujudkan sebagai suatu komitmen diri.

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. evaluasi pendidikan berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51). Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi. Perilaku moral hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus.
Nama : Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 4
Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring

Moral secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu cara jamak yaitu more yang artinya kebiasaan atau adat, dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik-buruk, salah maupun benar. Sedangkan etika menurut Drs. H. Burhanuddin Salam. Menyatakan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

3 persamaan etika dan moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat secara berkesinambungan.

Dalam membahas etika dan moral yang paling Dasar adalah keluarga, karena keluarga merupakan kelompok paling utama bagi manusia. pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam aturan yang terkandung didalamnya nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun. Kejujuran, dan lain sebagainya. Meskipun kadangkala Penerapan nilai itu mengalami kesulitan atau hambatan akan tetapi nilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu keluarga dalam mempersiapkan dan mewujudkan sumberdaya yang berkualitas.

Pengembangan etika dan moral
perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah-sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa melihat kondisi sekolah saat in.i dampak dari pandemi covid 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah, bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring.

Tata cara melakukan pembelajaran daring sesuai dengan nilai dan norma
yang paling utama yaitu sopan santun, banyak sekali siswa-siswi melupakan aturan berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran daring misalkan lupa mengucapkan salam, lupa memperkenalkan diri, berkata seperti teman kepada guru, tidak mengikuti pembelajaran online. itu banyak sekali ditemukan seharusnya sebagai siswa lebih peka terhadap proses pembelajaran online memiliki rasa tanggungjawab atas tugasnya sebagai siswa.

Contoh etika berkomunikasi dengan baik dalam proses pembelajaran daring
1. perhatikan waktu, ketika ingin menghubungi bapak atau ibu guru Pilihlah waktu saat pembelajaran daring, hindari waktu ibadah istirahat.
2. bahasa yang baik dan sopan, Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan mudah dimengerti oleh guru jadi jangan hubungi seperti teman walaupun kalian dekat dengan guru tersebut.
3. awali dengan salam,salam merupakan bentuk menghormati orang lain dan ibadah
4. ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun kita bisa mengucap kata-kata maaf karena kita tidak tahu Apa kesibukan bapak atau ibu guru,
5. perkenalkan diri secara lengkap perkenalkan diri kalian dengan menyebutkan nama lengkap dan kelas Lalu gunakan nama asli dalam akun kalian hindari nama samaran untuk memudahkan bapak atau ibu guru dalam proses penilaian.
6. To the point, sampaikan tujuan kalian dengan jelas dan tidak bertele-
7. akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih
 
Etika berkomunikasi dalam satu grup chat atau video dengan guru
1. gunakan nama asli di akun sosial media kalian
2. tampilkan foto asli di grup chat atau Tampilkan wajah saat video
3. hindari pembicaraan diluar topik pembelajaran
4. bicara dan komentar yang baik dan sopan

Nama : Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 3
Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga

1. Fungsi agama
Nilai moral : Keimanan, Ketaqwaan, Kejujuran, Bersyukur, Kepedulian, Tenggang rasa, Kerajinan, Kesalehan, Ketaatan, Suka menolong, Disiplin, Kesabaran,Kasih sayang.

2. Fungsi sosial budaya
Nilai moral : Gotong royong, Sopan santun, Kerukunan, Kepedulian, Kebersamaan, Toleransi, Kebangsaan.

3. Fungsi cinta kasih
Nilai moral : Empati (peka), Keakraban, Keadilan, Pemaaf, Kesetiaan, Pengorbanan, Suka Menolong, Bertanggung Jawab.

4. Fungsi perlindungan
Nilai moral : Pemaaf, Tanggap, Ketabahan.

5. Fungsi reproduksi
Nilai moral : Bertanggung Jawab, Kesehatan, Keteguhan.

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Nilai moral ; Percaya Diri, Keluwesan, Kebanggaan. Kerajinan, Kreatifitas, Bertanggung Jawab, Bekerjasama.

7. Fungsi ekonomi
Nilai moral : Hemat, Ketelirian, Disipin, Kepedulian,Kauletan.

8. Fungsi pemeliharaan
Nilai moral : Kebersihan, Kedisiplinan
Nama : Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 1
Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar.

Pengertian pendidikan moral
pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia disamping kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. Sedangkan moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban.
Jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pakarti, mampu mengambil keputusan dengan tepat, dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab, pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak
1. Perundungan di sekolah
Dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus contohnya itu kandungan di sekolah perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. terdapat suatu kelompok yang berisi 4-6 orang atau bahkan lebih perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial secara fisik, misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban. Sedangkan secara sosial misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan korban perlindungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.
2. Kekerasan secara fisik di keluarga
Hal Ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya, dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah.

Peran orang tua dan guru
Orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orangtua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak. karena anak meniru tingkah laku orang tuanya. Peranan dari guru, guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah, misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar.

Penyelesaian terhadap moral anak
supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai. Peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya, dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Kesimpulan
Upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal, bukan hanya dari guru tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orangtuanya terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orangtua yang kadang tidak baik untuk ditiru, maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.