གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Deasy Adelia Syahrani 2213053091

Nama: Deasy Adelia Syahrani
NPM: 2213053091
Kelas: 3H

ANALISIS VIDEO
Pendidikan moral anak sekolah (Pendidikan Pancasila)

Berdasarkan video yang telah dipaparkan menunjukan prilaku atau sikap yang kurang terpuji dari salah satu murid saat pembelajaran kelas berlangsung. Salah satu murid tersebut dengan sengaja melempar kertas dan langsung diberikan sanksi dikeluarkan dari kelas oleh gurunya. Hal ini bertujuan agar memberikan efek jera bagi murid tersebut.
Setelah pulang sekolah dua murid pergi bermain Bersama mereka meroko dan minum-minum. Guru yang mengetahui kejadian tersebut lalu memanggil kedua anaknya untuk diberikan arahan dan nasihat agar mereka tidak mengulangi hal tersebut.

Pendidikan Pancasila memang sangat penting diterapkan sedari anak usia dini agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang paham terhadap Pendidikan Pancasila.
Nama: Deasy Adelia Syahrani
NPM: 2213053091
Kelas: 3H

ANALISIS JURNAL
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

A. Peranan Keluarga Bagi Anak-Anak

Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.
Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:
(1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.
Berdasarkan kepada beberapa fungsi keluarga di atas terlihat bahwa salah satu fungsi keluarga ialah fungsi pendidikan. Hal ini berarti bahwa orangtua sebagai pendidik pertama dan utama mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya termasuk pendidikan nilai moral.

B. PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK

Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.
Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya
1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2) lingkungan masyarakat yang kurang baik
3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat
4) Suasana rumah tangga yag kurang baik
5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat- alat anti hamil
6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral
7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral
8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.

D. PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA

Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan nilai moral bagi anak-anaknya, termasuk nilai dan moral dalam beragama. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa keluarga mempunyai fungsi religious, artinya keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama. Untuk melaksanakannya, orang tua sebagai tokoh- tokoh inti dalam keluarga itu terlebih dulu harus menciptakan iklim religius dalam keluarga itu, yang dapat dihayati seluruh anggotanya, terutama anak-anaknya.
Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:

1) Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak
2) Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak
3) Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis
Nama: Deasy Adelia Syahrani
NPM: 2213053091
Kelas: 3H

ANALISIS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

1. Pendidik Moral di Sekolah
Sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
a) Inkulkasi nilai
b) Metode keteladanan
c) Metode klarifikasi nilai
d) Metode fasilitasi nilai
e) Metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama: Deasy Adelia Syahrani
NPM: 2213053091
Kelas: 3H

ANALISIS VIDEO
Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar

Pengertian Pendidikan Moral

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karen mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab Menurunya Moral Pada Anak

• Perundungan di sekolah
Perundunan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik Perempuan maupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun social
• Kekerasan fisik dalam keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan aecara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut.

Peran orang tua dan Guru
• Orang tua
Dlam ha ini kita sangat memerlukan peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat
• Guru
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak
NAMA : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
Kelas : 3H

Perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill

1. Pengertian Hard Skill

Hard skill merupakan skill teknis yang yang dimiliki oleh seorang individu. Skill ini biasanya akan lebih mudah dibuktikan, karena skill ini lebih mudah untuk diukur. Jenis keahlian seorang individu ini akan sangat berkaitan dengan kemampuan intelegensi (IQ) dari orang tersebut.
Contoh dari hard skill di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Microsoft Office (Microsoft Word, Excel, dan Power Point)
2. Pemograman
3. UI/UX Design
4. Kemampuan menggunakan SQL
5. Digital Marketing
6. Kemampuan berbahasa
7. SEO/SEM Marketing, dan lain sebagainya

2. Pengertian Soft Skill

Soft skill merupakan suatu keahlian yang sulit untuk diukur. Kemampuan ini biasanya berbentuk suatu sifat, kebiasaan, dan nilai yang melekat dalam seseorang. Skill ini akan lebih berkaitan dengan kecerdasan emosional (EQ) seseorang. Kemampuan soft skill dari seseorang biasanya tertanam melalui kebiasaan atau nilai-nilai yang dimiliki olehnya.
Contoh dari skill ini di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Kemampuan berkomunikasi
2. Public speaking
3. Kepemimpinan
4. Negosiasi
5. Presentasi
6. Teamworking
7. Manajemen Konflik
8. Problem solving, dan lain sebagainya