གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Naura Anandia Ghatsa 2213053146

Kelas 2E -> Forum Diskusi Demokrasi

Naura Anandia Ghatsa 2213053146 གིས-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Kami dari Kelompok 7 Kelas 2E Mata Kuliah Pendidikan Pancasila yang beranggotakan:


1. Cantika Sabila (2213053176)

2.Naura Anandia Ghatsa (2213053146)

3. Susia Utami (2213053051)


Izin mengirimkan makalah dan ppt kelompok kami ibu dan rekan-rekan mahasiswa

Kelas 2E -> POST TEST

Naura Anandia Ghatsa 2213053146 གིས-
Nama : Naura Anandia Ghatsa
NPM : 2213053146
Kelas : 2E

Post Test Pertemuan 7 Analisis Soal
1. Bagaimanakah isi artikel diatas menurut pendapatmu secara lengkap, mempunyai dasar dan jelas! Hal positif apa yang bisa anda ambil dari artikel tersebut?
Jawaban:
Menurut pendapat saya isi artikel diatas yaitu tentang wayang, artikel tersebut bertujuan untuk memahami proses pembentukan diri melalui identitas tokoh wayang tersebut. Hal positif nya ialah pengembangan filsafat wayang yang dilakukan oleh Fakultas Filsafat UGM memiliki makna yang sangat besar bagi terbangunnya identitas bangsa yang kuat. Karena tidak ada bangsa yang sukses tanpa memiliki identitas yang kuat,

2. Dari artikel di atas, jelaskan apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang warganegara
Jawaban: Hak dan kewajiban warganegara ialah sebagai berikut:
a. Berhak untuk mempelajari kebudayaan nasional dengan nyaman.
b.Hak untuk mempelajari kebudayaan nasional.
c. Mendapat akses penelitian terhadap kebudayaan nasional.
d.Menghargai dan menghormati kebudayaan nasional.
e. Menjaga kebudayaan nasional
f. Mempelajari dan melestarikan kebudayaan nasional.

3. Bagaimana strategi yang Anda dapat tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila?
Jawaban:
Strategi yang dapa saya tawarkan adalah nilai-nilai Pancasila harus tetap dipahami dan diamalkan di tengah arus globalisasi di Indonesia. Generasi milenial adalah obyek utama yang harus didorong untuk tetap mengamalkan nilai luhur tersebut. Ini bertujuan agar Pancasila tidak tergerus oleh berbagai faham yang bisa memecah kedaulatan bangsa. Pemerintah harus bisa memanfaatkan sejumlah tokoh pemengaruh (influencer) di media sosial sebagai media untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila. Gali berbagai nilai Pancasila yang bisa disampaikan dengan metode yang tidak menggurui dan sesuai dengan selera generasi milenial.

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

Naura Anandia Ghatsa 2213053146 གིས-
Nama: Naura Anandia Ghatsa
NPM: 2213053146
Kelas: 2E

Analisis Jurnal

Keywords:
INDONESIA, DAN, YANG, PANCASILA, NEGARA, PEMILIHAN, PEMILIHAN UMUM, DALAM, SEBAGAI, DEMOKRASI SEBAGAI


Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum di Indonesia. Sebagai negara hukum, Indonesia memegang demokkrasi dalam pelaksanaan proses berbangsa dan bernegara dalam penyelenggaraan sistem pemilihan umumnya. Keberadaan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum sangat penting bagi bangsa Indonesia sebagai Negara hukum. Pemilihan umum daerah daai Indonesia belum mencerminkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila sila keempat yaitu kerakyatan yang dimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.

Kata kunci: Demokrasi, Pancasila, Pemilihan Umum

Pancasila merupakan aspek terpenting dalam membangun bangsa dan Negara yang difungsikan pada praktik kehidupan manusia khusunya bagi bangsa Indonesia, Pancasila tidak bisa intervensi dari sudut pandang ideologi manapun, sehingga Pancasila mempunyai sifat imunitas yaitu kekebalan terhadap pengaruh ideologi lain.

Pancasila merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara, jika ditinjau dari perspektif sosiologi lahirnya sebuah Negara terjadi karena adanya hubungan dan interaksi antar manusia, interaksi antar kelompok sehingga menibulkan tata nilai dan tata norma, jadi ideologi adalah akumulasi dari nilai dan norma yang hidup atas kesadaran suatu masyarakat, dengan tujuan terpenting untuk menciptakan bonum publicum.

Begitupun Pancasila sebagai alat politik dalam menentukan arah kebijakan dan distribusi suatu Negara, dengan hal ini Pancasila pada sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dapat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat terutama yang ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah di Indonesia yang demokratis.

Negara Indonesia telah menempuh proses dari perkembangan demokrasi, pada tahun (1945-1959) pada masa Republik Indonesia I yaitu demokrasi konstitusional, Masa Republik Indonesia II (1959-1965) atau masa demokrasi terpimpin, Masa Republik Indonesia III masa demokrasi Pancasila (1965-1998), hingga saat ini telah melakukan revolusi dan perubahan terhadap birokrasi menuju refromasi yaitu masa Republik Indonesia V (1998-sekarang), dari berbagai dinamika perubahan itu apakah dapat menciptakan keserasian terhadap pemilihan umum dan apakah demokrasi di Indonesia sesuai dengan Pancasila pada sila keempat ataukah sistem pemilihan umum hanya dipergunakan sebagai semiotik atau sekaligus sebagai tolak ukur dari demokrasi itu.

Pemilihan umum ini merupakan jembatan untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, karena pemimpin yang diseleksi dengan begitu ketat dan mempunyai harapan untuk Indonesia dipimpin oleh kepala Negara atau kepala daerah yang memiliki kompentensi.