Kiriman dibuat oleh Presti Saraswati 2213053038

Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Etika, Nilai dan Moral”
Etika, nilai dan moral saling berkaitan karena semua berusaha mengarahkan manusia agar menjadi lebih baik, baik itu pola piker, sikap, dan prilaku dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Etika merupakan cara manusia memperlakukan sesame dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat. misalnya, mengucapkan salam ketika bertamu atau memasuki rumah. Izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi, membuang sampah pada tempatnya.

Etika dan moral mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. nilai merupakan sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai, dan menjiwai tindakan ataupun perilaku seseorang. Nilai juga disebut sebagai penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik atau sebagai system keyakinan. Sifat dan jenis nilai yaitu bersifat relative artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu dan lebih bersifat subjekti, artinya nilai berbeda-beda bagi setiap orang. Moral adalah kepekaan dalan pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Contohnya adalah berperilaku sopan dan santun.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Rekonstruksi evaluasi pendidikan moral menuju harmoni sosial”
Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa.

Guru merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik dalam memacu aktivitas belajarnya. Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan pendamping dalam kegiatan pembelajaran untuk mengantarkan peserta didik mencapai tujuan serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Peserta didik tidak hanya butuh sosok guru yang berwawasan luas dan kreatif dalam memonitoring proses pembelajaran, melainkan juga sangat membutuhkan sosok panutan yang memiliki nilai-nilai moral budi luhur sebagai teladan peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menumbuhkan sikap toleransi, menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan, mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, dan tumbuhnya semangat nasionalisme.
Nama : Presti Saraswati
Kelas : 3F
NPM : 2213053038

PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA

Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup beberapa aspek yaitu:
1. Isi pendidikan nilai harus komperehensif, meliputi semua pemasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
2. Inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan keterampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh penanaman nilai-nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu para anggota kelurga ,guru,dan masyarakat. Mereka juga memerlukan teladan dan orang dewasa mengenai integritas kepribadian dan kebahagiaan hidup.
3. Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan. Di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan. Beberapa contoh mengenai hal ini misalnya kegiatan belajar keleompok, penggunaan bahan-bahan bacaan dan topik-topik tulisan mengenai "kebaikan ",peenggunaan strategi klarifikasi nilai dan dilema moral, pemberian teladan "tidak merokok", "tidak korup", "tidak munafik", dermawan", "menyanyangi sesama makhluk Allah",dan sebagainya.
4. Pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Orang tua, lembaga keagamaan, penegak hukun, polisi, organisasi kemasyrakatan, semua perlu berpartisipasi dalam pendidikan nilai. Konsistensi semua pihak dalam melaksanakan pendidikan nilai mempengaruhi kualitas moral generasi muda.

Pendidikan juga harus dapat menyiapkan subjek didik untuk dapat mengarahkan diri secara individual dan kelompok supaya memperoleh bekal untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Yang mereka perlukan pengembangan diri; secara holistik, yang meliputi aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.