Posts made by Presti Saraswati 2213053038

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Presti Saraswati 2213053038 -
NAMA : PRESTI SARASWATI
NPM : 2213053038
KELAS : 2F

TUGAS ANALISIS JURNAL
 
Kearifan budaya lokal merupakan perekat identitas bangsa. Dalam hal ini, walaupun Negara sudah berkembang dan mengikuti perkembangan zaman (modern), masyarakat Indonesia masih tetap setia terhadap keberagaman kelompok social dan sistem budaya yang beraneka ragam. Dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” memiliki tujuan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan untuk menghargai keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia. Dalam hal ini bangsa Indonesia dapat hidup dalam keberagaman tanpa menghilangkan budaya/suku yang sudah melekat sejak lahir.

Indonesia sebagai Negara multicultural tidak selalu indah. Kesenjangan, ketidakadilan dan kekerasan merupakan penyebab terjadinya konflik social diberbagai daerah. Maka, dalam hal ini diharapkan adanya pembelajaran dengan hal yang positif dan sesuatu yang buruk dapat menghilang.

Indonesia juga mewarisi kekayaan sumber alam dan keaneragaman social kultural. Kekayaan ini merupakan modal yang besar untuk masyarakatnya. Yang dapat menumbuh kembangkan identitas bangsa, mengembangkan wawasan kebangsaan, dan menyebarkan citra dan pergaulan antar bangsa dalam hal kebudayaan.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Presti Saraswati 2213053038 -
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 2F

TUGAS ANALISIS VIDEO

Identitas nasional merupakan hal yang mendasari atau ciri yang dimiliki suatu Negara sehingga dapat membedakan dengan Negara lain. Identitas nasional dapat menjadikan keutuhan bangsa karena tidak mungkin menjaga suatu tanpa mengenali tentang suatu tersebut. Tujuan dan fungsi identitas nasional yaitu sebagai alat pemersatu bangsa dan sebagai pembeda dengan bangsa lain.

Unsur identitas nasional yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, bahasa. Ada 3 unsur identitas nasional yang dapat dirumuskan: (1) identitas fundamental (Pancasila) yang merupakan falsafah bangsa, dasar Negara, dan ideology Negara. (2) identitas instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata pandangannya, Bahasa Nasional (Bahasa Indonesia), Lambang Negara (Pancasila), Bendera Negara (Bendera Merah-Putih), Lagu Kebangsaan (Indonesia Raya). (3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara kepulauan (archipelago), pluralism dalam suku, bahasa, Kebudayaan daerah (Kebudayaan nasional), agama dan kepercayaan.

Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945 pasal 35 dan 36C.
Factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yaitu primodinal ikatan kekerabatan suku bangsa daerah, sacral (kesamaan agama), tokoh (pahlawan), sejarah (memiliki rasa senasib, seperjuangan), bhineka tunggal ika.

Dengan demikian, sebagai generasi penerus bangsa, harus mengetahui dan memahami identitas Negara sendiri, selain itu juga harus bertanggung jawab dan meneruskan apa yang sudah ada. Jangan sampai terjajah bahkan terlupakan.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

by Presti Saraswati 2213053038 -
NAMA : PRESTI SARASWATI
NPM : 2213053038
KELAS : 2 F

TUGAS ANALISIS JURNAL

Pada orde baru pendidikan kewarganegaraan dibuat untuk memperkuat kekuasaan dengan cara indoktrinasi, manipulasi atas demokrasi dan pancasila dimana banyak kalangan elit orde baru yang mengelola Negara dengan penuh korupsi, kolusi dan nepotisme. Jatuhnya orde baru pada tahun 1998, karena masyarakat Indonesia menyadari pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan agar menerapkan demokrasi, HAM, dan masyarakat madani sebagai unsur yang hilang dalam pendidian kewarganegaraan model lama.

Pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) atau Civics merupakan ilmu kewarganegaraan yang berhubungan dengan manusia dalam perkumpulan terorganisasi (social, budaya, ekonomi, maupun politik) dan hubungan manusia dengan individu individu negara.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan yaitu untuk membangun bangsa Indonesia agar bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa bernegara, menjadikan warga Negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokrasi namun tetap menjaga persatuan dan integritas bangsa , dan mengembangkan kultur demokrasi yang berkeadaban (kebebasan persamaan, toleransi dan tanggungjawab). Dengan demikian dapat menjadikan kesiapan untuk menjadi bagian dari warga Negara dunia pada era modern saat ini.