Kiriman dibuat oleh Julian mahendra 2218011015

Nama: Julian Mahendra
Npm : 2218011015
Analisis soal


A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab:
Menuru saya sistem etika perilaku politik di indonesia secara aturan sudah sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila. akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah politikus/ pelaku politik yang masih banyak tidak menyadari dan tidak menerapkan Hal tersebut atau bahkan sadar namun tidak acuh. para politikus kerap kali tak acuh seakan mata hatinya telah dibutakan oleh jabatan. Sehingga persoalan yang timbul dalam masyarakat tidak pernah selesai dan bahkan semakin bertumpuk.

Para politikus hanya memperdulikan dirinya sendiri. mereka memperkaraya diri dengan berbagai cara, korupsi bukan lagi hal yang tabu bagi mereka,
Hal ini menyebabkan Indonesia dinyatakan sebagai bangsa/negara yang paling korup di wilayah Asia dengan nilai yang paling tinggi. Dan lebih ironis lagi ketika bangsa Indonesia dipimpin oleh seorang pelaku tindak pidana korupsi.

Oleh karena itu, yang belum sesuai dengan nilai nilai pancasila bukan sistemnya melainkan pelaku politik yang seolah acuh akan aturan dan nilai-nilai pancasila, atau bahkan bahkan mereka seakan akan kebal hukum, yang mana ada sebuah kata kata yang mengatakan bahwa hukum di indonesia tumpul keatas namun tajam kebawah. Pelaku-pelaku tersebutlah yang membut sistem etika perilaku politik di indonesia dapat menyimpang dari nilai-nilai Pancasila

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Pada lingkungan sekitar saya, masyarakat sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Seperti, ramah, saling menyapa, bergotong royong, saling menghormati dan menghargai. Walaupun diluar sana masih banyak terdapat dekadensi moral. Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Adapun dekadensi moral yang sering terjadi seperti perzinahan, pencurian, bebasnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), pornografi, kriminal, seks bebas, membangkangnya anak terhadap orang tua, aborsi di kalangan remaja, dan lain-lain
Cara mengatasi dekadensi moral :
1. Pengawasan dan Perhatian Orangtua
Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik dan memberikan pengarahan pada anak, untuk itu pengawasan orang tua terhadap pergaulan dan aktivitas yang dilakukan oleh anak seperti melihat tayangan televisi yang kurang mendidik, dan pengawasan dalam menggunakan internet harus diawasi dan diarahkan oleh orangtua.
2. Memberikan Pendidikan Karakter pada Anak Sejak Dini
Di zaman yang serba canggih dan percampuran budaya asing yang semakin mudah masuk dalam kehidupan sehari-hari menuntut orang tua untuk lebih meningkatkan pendidikan karakter sejak dini kepada anak. Pendidikan karakter akan lebih mudah dilakukan sejak anak berusia dini hal ini berkaitan dengan tumbuh kembang anak terhadap pengenalan lingkungan sekitar dan tentu menuntu bimbingan orang tua.
3. Penegakan Hukum Atas Pelaku Kejahatan
Hukum merupakan salah satu tonggak bangsa dalam memberantas Dekadensi Moral, karena hukum memiliki fungsi dalam menegakkan dan melindungi kepentingan manusia, menjaga ketertiban dan mengatur masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial.
4. Meningkatkan Pendidikan Moral dan Agama Moral
Merupakan suatu kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku seseorang yang terkait dengan nilai baik dan buruk.
Nama: Julian Mahendra
Npm : 2218011015
Analisis Jurnal

Dasar bangsa Indonesia adalah Pancasila. Melalui ini, Indonesia bertujuan untuk membuat rakyatnya menerima nilai-nilai Pancasila. Keberadaan media massa seperti media cetak dan media elektronik dapat berkontribusi untuk mewujudkan impian tersebut. Media massa dapat digunakan sebagai sarana kontrol sosial masyarakat berdasarkan ide, pandangan dan bentuk suara dan gambaran secara umum. Dampaknya juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari melalui kehadiran iklan, artikel, dan berita yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Hakekat isi Pancasila menurut Sunoto yakni terdiri atas hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat, dan hakekat adil.

Nilai-nilai Pancasila, dibagi menjadi 3 kategori yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu
yang berguna bagi unsur manusia, 2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala
sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Pers memiliki beberapa pengertian yaitu: Pers dalam arti sempit mengandung penyiaran pikiran, gagasan berita dalam jalan kata tertulis. Sedangkan, Pers dalam arti luas memasukkan di dalamnya semua media massa komunikasi yang memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan kata-kata lisan.

Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa Pers Nasional akan melaksanakan peranan sebagai berikut:
a. Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar;
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hukum yang biasanya dimuat di media massa terbatas antara lain :

a. Melibatkan tokoh atau orang terkenal
b. Memiliki problem hukum
c. Pertama kali terjadi
d. Proses pembuatan undang undang
e. Melihat penerapan undang undang baru
f. berkaitan dengan skandal hukum
g. Perselisihan antara lembaga hukum
h. Pemilihan petinggi hukum
i. Kisah-kisah pencari keadilan
j. Berkaitan dengan lembaga hukum atau aparat hukum

Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.
Nama: julian Mahendra
Npm: 2218011015

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
•Menurut pendapat saya pendidikan ditengah pandemi sangat sulit dilakukan, karena tidak semua daerah memiliki privilage ataupun infrastruktur yang mendukung untuk kegiatan belajar mengajar, khususnya di daerah daerah terpencil yang mana terkadang perekenomian yang tidak memumpuni untuk pengadaan fasilitas belajar yang dimana pada saat pandemi dituntut untuk melakukan pembelajaran secara online learning, yang tentu harus menggunakan gadged sebagai fasilitas pembelajaran, selain itu di daerah daerah terpencil terkadang masih sangat sulit untuk mendapatkan sinyal yang baik, dan juga para pengajar dituntut untuk bisa Se-kreatif mungkin agar materi yang disampaikan mampu diserap oleh murid, terlebih lagi untuk siswa/siswi tingkat Sd (sekolah dasar) yang mana untuk penggunaan gadget sendiri siswa-siswi masih harus didamping, karena inilah yang menjadikan peranan penting dari keluarga dan juga guru yang menjadi fasilitator untuk anak didik nya. Banyak nya faktor faktor penghambat pembelajaran inilah yang membuat pembelajaran ditengah pandemi sangat sulit karena tidak adanya pendampingan langsung dari para pengajar.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
•Yang menjadi peranan penting terjadinya proses pembelajaran ditengah pandemi selain para pengajar yang harus kreatif mengikuti perkembangan teknologi, ada juga peranan dari lingkungan keluarga yang mana pada saat pandemi ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak dalam proses pembelajaran, maka yang mendapingi adalah kedua orang tua yang tentunya lebih interaktif untuk bisa mengarahkan agar terlaksana nya proses pembelajaran yang sesuai yang diberikan oleh para pengajar, dan tentunya disinilah penerapan nilai nilai pancasila, seperti kedisipilinan, kebijakan dalam bertindak ditengah pandemi seorang anak yang meskipun tidak diawasi langsung oleh seorang pengajar, akan tetapi hal tersebut bisa tetap tersampaikan dengan bantuan orang tua, yang akan mengarahkan untuk tetap bisa mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru/dosen.

Selain itu kita harus saling membantu terhadap sesama yang mengalami kesulitan prekonomian yang mana menjadi salah satu penunjang terjadi pendidikan, karena terdapat beberapa kasus bhkan banyak sekali kasus yang terjadi di daerah daerah terpencil dimana masih dalam kategori perekonomian yang rendah, yang dapat membuat seorang siswa/siswi putus sekolah hanya untuk mencari kehidupan, selain itu adanya bantuan dari pemerintah terhdap masyarakat dan juga para pendidik yang diharapkan mampu menunjang pelaksanaan pendidikan ditengah pandemi.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
•Contoh kasus terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas, yaitu: Jujur dalam menghadapi ujian dan absensi,Disiplin dalam menyelesaikan tugas Tidak terlambat masuk kelas Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, membantu teman, terutama teman yang bermasalah, Bersikap sopan kepada dosen dan staf Akademisi, rekan kerja, dan sesama mahasiswa, tidak merugikan lingkungan, bekerja sama dengan masalah yang ada, dan tidak terlibat dalam perilaku anarkis yang merugikan atau mengganggu warga setempat.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
•Hakikat Pancasila adalah yang ada dalam setiap nilai yang ada di dalam Pancasila dan dijadikan acuan perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia, sebagai acuan paradigma berpikir dan bertindak. Paradigma berpikir bertujuan untuk menjadikan Pancasila sebagai kerangka berpikir dan landasan berpikir bangsa Indonesia. Pancasila juga harus dijadikan acuan dalam hal sikap dan perilaku warga negara Indonesia. Ketika warga menerima Pankasila sebagai dasar perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, maka terjadilah keharmonisan dalam masyarakat, karena setiap orang berperilaku dengan cara berpikir yang sama dalam melakukan tindakan tersebut.
Nama: Julian mahendra
Npm: 2218011015

Pancasila adalah dasar pandangan hidup bangsa Indonesia, mengandung lima prinsip, yang isinya adalah identitas nasional Indonesia. Peraturan Pancasila secara utuh dan lengkap menggambarkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Filsafat pendidikan adalah berpikir secara mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat.
 
Pokok-pokok Filsafat Pancasila
1.Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan.
2. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya.
3. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara
4. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau inti dari disiplin Pancasila meliputi:

1. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
2. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
3. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
4. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
5. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Teori Pembangunan Manusia dan Hasil Pendidikan:

1. Empirisme bahwa hasil pendidikan dan perkembangan bergantung pada pengalaman seumur hidup siswa.
2. Natalisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang menyatakan bahwa bayi dilahirkan dengan sifat baik dan buruk.
3. Naturalisme Dipelopori oleh J.J. Rousseau, Dia berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir memiliki kualitas yang baik dan tidak ada anak yang dilahirkan dengan kualitas yang buruk.
4. Konvergensi, dipelopori oleh William Stern. Dia berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan kualitas baik dan buruk.

Mengaitkan fungsi pancasila dalam sistem pendidikan ditinjau dari falsafah pendidikannya, pancasila adalah pandangan hidup bangsa, yang menyemarakkan kehidupan sehari-hari. Aturan Pancasila juga memiliki implikasi filosofis yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa Indonesia.