Posts made by DEFI FITRIA NURAINI 2213053263

Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 3
PENANAMAN DAN PENERAPAN NILAI-NILAI MORAL MELALUI 8 FUNGSI KELUARGA

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam penerapan dan penanaman nilai-nilai moral. Ada 8 fungsi keluarga yang sangat penting yaitu:

1. Fungsi Agama
Nilai moral: Keimanan, Ketaqwaan, Kejujuran, Bersyukur, Kepedulian, Tenggang Rasa, Kerajinan, Kesalehan, Ketaatan, Suka Menolong, Disiplin, Kesabaran, dan Kasih Sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai moral: Gotong Royong, Sopan Santun, Kerukunan, Kepedulian, Kebersamaan, Toleransi, Kebangsaan.

3. Fungsi Cinta Kasih Sayang
Nilai Moral: Empati (peka), Keakraban, Keadilan, Pemaaf, Kesetiaan, Pengorbanan, Suka Menolong, Bertanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan
Nilai Moral: Pemaaf, Tanggap, Ketabahan.

5. Fungsi Reproduksi
Nilai Moral: Bertanggung jawab, Kesehatan, Keteguhan.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai Moral: Percaya diri, Keluwesan, Kebanggaan, Kerajinan, Kreativitas, Bertanggung jawab, Bekerja sama.

7. Fungsi Ekonomi
Nilai moral: Hemat, Ketelitian, Displin, Kepedulian, Keuletan.

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai moral: Kebersihan, Kedisiplinan.

Keluarga adalah hal pertama yang paling penting dalam penerapan dan penanaman nilai-nilai moral, sehingga keluarga sangat berpengaruh terhadap moral anak.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 2
PENDIDIKAN MORAL ANAK SEKOLAH (PENDIDIKAN PANCASILA)

Dalam video tersebut terlihat bahwa seorang guru yang sedang mengajar didalam kelas, mendapati anak yang malah bermain melempar lempar kertas didalam kelas dan tidak meminta maaf kepada gurunya, sehingga guru tersebut menegur dan menyuruh anak tersebut keluar dari kelasnya agar tidak mengganggu teman yang lain.

Terlihat Kurangnya Pendidikan Moral didalam Video:
1. Ketika hendak pulang sekolah, para siswa tidak berpamitan dan salim kepada guru, Mereka langsung menyelonong keluar meninggalkan kelas.

2. Siswa berlari-lari dan menabrak guru sehingga barang bawaan guru terjatuh semua, tetapi siswa tersebut tidak meminta maaf dan membantu merapikan buku yang terjatuh, siswa tersebut tidak peduli dan langsung pergi.

3. Siswa tidak menaati ketertiban sekolah, memakai seragam sekolah tidak rapi baju dikeluarkan dan tidak memakai dasi.

4. Pada saat diluar sekolah, siswa tersebut merokok dan minum-minum.

Hal-hal seperti itu terjadi karena kurangnya pendidikan moral pada anak-anak, oleh karena itu peran guru dan orang tua sangat penting dalam pembentukan moral bagi anak. Pentingnya mengajarkan pendidikan moral sejak dini agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif kedepannya. Ruang lingkup lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap pergaulan dan perkembangan pendidikan moral, oleh karena itu dalam berteman juga harus memperhatikan pergaulan yang baik.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 1
PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia di samping kebutuhan akan pangan sandang dan papan pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada.
Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima mengenai perbuatan sikap dan kewajiban.
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai budi pekerti,mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab.

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak:
1. Perundungan di Sekolah
Dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. Contoh kasusnya yaitu, perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki terdapat suatu kelompok yang berisi 4 sampai 6 orang atau bahkan lebih. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial. Secara fisik misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban sedangkan secara sosial misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan korban. Perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua, lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.
2. Kekerasan Fisik Dalam Keluarga
Ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya, dalam hal ini kita memerlukan peran orang tua di lingkungan rumah.

Peranan Orang Tua dan Guru:
1. Peran Orang tua
Orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orang tua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya.
2. Peranan Guru
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya masyarakat serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar.

Penyelesaian Terhadap Moral Anak
Agar siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Jadi kesimpulannya, upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal bukan hanya dari guru tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orang tuanya terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru maka dari itu orang tua dalam peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

ANALISIS JURNAL 2
Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Nama Penulis: Lia Yuliana, M.Pd


Dalam jurnal ini, penulis membahas pentingnya pendidikan moral pada anak usia dini dan bagaimana nilai-nilai moral dapat ditanamkan dalam pendidikan anak usia dini. Penulis menekankan bahwa pendidikan moral perlu dimulai sejak usia dini agar anak dapat mengembangkan kecerdasan moral mereka.

Penulis menjelaskan bahwa moral adalah pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, dan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Nilai moral adalah kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu yang menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Penulis juga mengungkapkan bahwa penanaman nilai moral pada anak usia dini dapat dilakukan melalui metode bermain dan bercerita.

Dalam pendidikan anak usia dini, penulis menyebutkan bahwa metode pemberian tugas individu dapat melatih kesabaran dan tanggung jawab anak, sementara metode pemberian tugas kelompok mendorong kerjasama dan bersosialisasi. Bercakap-cakap juga dianggap penting untuk perkembangan anak karena meningkatkan keterampilan komunikasi.

Penulis menekankan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan informal. Metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak dapat memfasilitasi perkembangan potensi dan kemampuan anak. Selain itu, penulis juga menyoroti peran pendidikan keluarga dan lingkungan dalam penanaman nilai-nilai moral.

Kesimpulannya jurnal ini memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya pendidikan moral pada anak usia dini, khususnya dalam konteks PAUD. Menekankan peran PAUD dalam membentuk karakter moral dan perilaku anak serta menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini demi berkembangnya potensi anak secara optimal serta penanaman sikap dan perilaku positif. Jurnal ini juga menekankan bahwa pendidikan moral melampaui pengembangan intelektual dan berfokus pada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

ANALISIS JURNAL 1
Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume : 01
Nomor : 01
Halaman : 68-77
Tahun Terbit : 2016
Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT
Nama Penulis : Ruslan, Rosma Elly, dan Nurul Aini.

Abstrak: Pada bagian abstrak ditulis menggunakan bahasa Indonesia dengan kata kunci penanaman dan nilai-nilai moral. Bagian abstrak pada jurnal ini memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut menggunakan berbagai pendekatan untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, termasuk melalui pelajaran agama dan kegiatan di luar sekolah seperti pengajian dan TPA. Mereka juga mengajarkan siswa untuk berperilaku baik di dalam dan di luar kelas. Namun, terdapat beberapa siswa yang masih memiliki tingkah laku yang kurang baik, namun dapat berubah setelah mendapatkan teguran dan dukungan dari keluarga.

Melalui observasi, penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar guru di SD Negeri Lampeuneurut berhasil menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. Mereka mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sportivitas, dan kerjasama. Namun terdapat beberapa nilai-nilai moral yang tidak diajarkan, seperti perilaku yang tertib dan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan.

Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan jurnal ini memberikan gambaran tentang latar belakang penelitian dan alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Penulis menjelaskan bahwa penurunan moral anak-anak merupakan masalah yang serius dan memiliki dampak negatif terhadap perkembangan mereka. Beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya moral anak-anak termasuk ajaran moral, pengaruh budaya barat, perkembangan teknologi, dan lemahnya mental generasi bangsa.

Penulis juga menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan di SD Negeri Lampeuneurut dengan tujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru-guru di sekolah tersebut menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data.

Pendahuluan ini memberikan konteks yang jelas tentang pentingnya penelitian ini dan memberikan pemahaman tentang masalah yang ingin dipecahkan. Dengan demikian, pembaca dapat memahami tujuan penelitian dan relevansinya dalam konteks pendidikan moral di SD Negeri Lampeuneurut.

Hasil dan Pembahasan: Pada pembahasan jurnal ini, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara dengan 10 orang guru kelas di SD Negeri Lampeuneurut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru-guru tidak hanya mengajar siswa tentang agama di sekolah, tetapi juga mendorong mereka untuk memperdalam ilmu agama melalui kegiatan di luar sekolah seperti pengajian dan TPA.
Guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui berbagai mata pelajaran yang diajarkan. Beberapa nilai moral yang diajarkan antara lain nilai religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan.
Penanaman nilai-nilai moral ini dilakukan melalui pengajaran dan pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru karena nilai kejujuran yang ditanamkan. Selain itu, hubungan antara siswa dengan teman-temannya juga baik. Hal ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai moral telah memberikan dampak positif pada perilaku siswa di sekolah.

Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam penanaman nilai-nilai moral. Salah satunya adalah perlunya siswa memperdalam ilmu agama tidak hanya di sekolah, tetapi juga melalui kegiatan di luar sekolah seperti pengajian dan TPA. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa masih ada beberapa nilai-nilai moral yang tidak diajarkan, seperti perilaku yang tertib dan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan.
Secara keseluruhan, pembahasan jurnal ini memberikan gambaran tentang bagaimana guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa.

Kesimpulan: Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa di SD Negeri Lampeuneurut memiliki tingkah laku yang baik karena telah mengetahui beberapa nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh guru. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam penanaman nilai-nilai moral, seperti mengajarkan perilaku yang tertib dan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan.