Kiriman dibuat oleh DEFI FITRIA NURAINI 2213053263

Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 1

Di dalam video ini menjelaskan tentaang seorang Martencis Veronica Siregar yang mengikuti Indonesia mengajar dan ditempatkan di desa pelosok terpencil yang jaraknya jauh dari pusat kabupaten yaitu Tanjung matoa. Di dalam video, diceritakan anak-anak kurang berminat untuk melanjutkan sekolah setelah lulus sekolah dasar. Banyak anak yang menikah di usia dini setelah lulus SD. Selain itu, kurang nya perhatian orang tua pada pendidikan anak menjadi persoalan. Ketika sekolah, kelas hanya terisi segelintir anak. Pengajar berharap dapat membuat anak semangat sekolah, belajar dan bisa memiliki bekal untuk masa depan.

Pengajar mengatakan bahwa ia selalu berusaha membuat anak betah untuk belajar. Sungguh sangat disayangkan, bahwa ternyata TK dan paud belum masuk ke desa tanjung matol. Sehingga awal pendidikannnya adalah kelas 1 SD. Pengajar berusaha mengelola kelas dengan baik, agar anak tidak bosan belajar, menciptakan suasana belajar yang kondusif. Salah satu alternatif nya adalah belajar sambil bermain diluar kelas untuk menghilangkan rasa jenuh. Pengajar juga menekankan kepada peserta didik bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan motivasi peserta didik, Kepala sekolah memberikan reward kepada murid berprestasi, hadiah nya berupa perjalanan keluar desa. Harapannya agar peserta didik menjadi termotivasi untuk semangat belajar. Selain itu hal ini dilakukan demi membuka wawasan anak anak tentang cerita dunia luar.
Dalam video tersebut, para warga desa untuk mencari makan harus mencari ke hutan terlebih dahulu. Jika tidak mereka tidak bisa mengharapkan siapa pun dan tidak akan bisa makan apapun. Begitu terpencil nya desa ini.
Berdasarkan video tersebut ternyata masih banyak desa terpencil dan pendidikan yang kurang, peran kita dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Volume : 3
Nomor : 31
Halaman : 17-27
Tahun Terbit : 2021
Judul Jurnal : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Nama Penulis : Kanesa Putrid an Muhammad Eko Maryana

Dalam Artikel jurnal berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat” yang ditulis oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana membahas mengenai moral merupakan perilaku yang baik yang membentuk karakter dari individu atau kelompok yang bisa dilihat dari cara berpikir bertindak dan merespons suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral bangsa Indonesia yang menjadi acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Hakikatnya manusia adalah makhluk yang bermoral. Maksudnya bermoral tidak berjalan secara otomatis, perlu membantu usaha yang disebut pendidikan. Humanisme manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif dan rasional.
Artikel ini juga membahas tentang pengaruh perkembangan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya terhadap perkembangan moral, etika, dan akhlak di masyarakat. Faktor-faktor seperti kurangnya kepedulian orang tua, berkembangnya teknologi, kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar, dan kurangnya penanaman jiwa religius juga disoroti sebagai penyebab kurangnya etika dan moral pada generasi penerus bangsa.
Artikel ini menekankan perlunya perhatian khusus dari pemerintah dan orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter anak-anak untuk memperbaiki keadaan moral dan etika masyarakat.
Kesimpulannya, artikel ini menyoroti kebutuhan mendesak akan penegakan hukum dan upaya hukum untuk mengatasi pelanggaran etika dan menumbuhkan moralitas dalam masyarakat Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi. Para penulis menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk menegakkan standar moral dan mencegah pelanggaran etika, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pelestarian nilai-nilai moral Indonesia.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono

Jurnal ini membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan masyarakat, serta peran kesadaran moral dan etika sebagai solusi untuk mengatasi konflik tersebut. Pemikiran ini juga menyoroti pengaruh perilaku korupsi dalam konflik tersebut. Selain itu, jurnal ini membahas arti dan isi filsafat, moral, dan etika, serta hubungan antara moral dan etika. Pemikiran filosofis tentang manusia dan masyarakat juga menjadi fokus dalam jurnal ini, dengan penekanan pada pentingnya pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika.

Manusia dipandang sebagai makhluk sosial yang bergantung satu sama lain, dan konflik antara individualisme dan kolektivisme memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran moral, kreativitas, dan etika dianggap sebagai faktor kunci dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, dengan pendidikan dipandang memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika untuk kemajuan dinamis masyarakat.

Kesadaran moral yang kuat diyakini mendorong kreativitas yang sesuai dengan norma etika, dan jurnal ini menekankan perlunya pendidikan untuk menanam dan mengembangkan tiga pilar moralitas dan etika. Selain itu, jurnal ini menyatakan bahwa konflik antara individualisme dan kolektivisme dapat mendorong pertumbuhan masyarakat yang adil.

Secara keseluruhan, jurnal ini menyoroti pentingnya kesadaran moral, kreativitas, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, serta peran penting pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Selain itu, jurnal ini menekankan bahwa konflik antara individualisme dan kolektivisme dapat diatasi melalui kesadaran moral dan etika, sehingga potensi kreativitas individual dapat berkembang tanpa mengancam kemapanan sosial. Daftar pustaka jurnal mencakup berbagai sumber tentang filsafat, etika, dan pendidikan.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 4

Dalam video tersebut menceritakan tentang seorang siswa SMK yang melakukan korupsi terhadap uang kas kelas. Ia selalu melebihkan uang hasil fotocopy setiap diminta untuk memfotocopy soal, contohnya harga fotocopy 5 ribu tetapi ia mengatakan kepada ketua kelas bahwa harga fotocopy nya 10 ribu, sehingga sisa uang 5 ribunya ia ambil untuk membeli jajan. Sampai pada akhirnya siswa tersebut sakit tidak enak badan, karena perbincangan dengan temannya kemudian ia berpikir apakah sakitnya ini karena ia telah memakan uang hasil korupsi itu. Akhirnya ia mengakui semua perbuatannya kepada ketua kelas dan meminta maaf tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, serta akan mengganti uang yg sudah ia ambil.

Berdasarkan cerita dalam video tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai siswa, warga negara, dan manusia yang berakal tidak boleh melakukan korupsi apapun dan dimanapun itu. Sekecil apapun korupsi tetap tidak baik dan berdosa. Untuk itu kita harus menjauhi korupsi agar negara kita tidak penuh dengan para koruptor.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 3

Pendidikan memang menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia sehingga dunia pendidikan pasti menjadi perhatian untuk pemerintah di semua negara. Sistem pendidikan ditiap negara berbeda beda karena kebudayaan, ekonomi penduduk, hingga watak masyarakatnya pun berbeda. Salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia ada di negeri sakura Jepang.

Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesian:

1. Kebersihan Sejak Dini
Di sekolah Jepang tidak ada petugas kebersihan, yang membersihkan lingkungan sekolah adalah siswanya masing-masing, kurikulum Jepang mengharuskan semua siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka sendiri. Hal ini dilakukan supaya semua siswa bisa bekerja sama berbagi tanggung jawab dan peka dengan kondisi lingkungan yang kotor.

2. Makan Bareng Sekolah Dasar di Indonesia mempunyai kantin lebih dari satu belum lagi jajanan di luar sekolah yang beraneka ragam. Dunia pendidikan Jepang makanan juga dianggap penting oleh mereka makanya pendidikan Jepang mengatur makanan siswa disana mulai dari menu yang disiapkan gizi dalam makanan sampai cara mereka makan. Makan siang siswa di Jepang akan dilakukan bersama-sama dan diikuti oleh para guru, kegiatan makan siang bersama ini dilakukan untuk membangun hubungan positif antara siswa dan juga siswa dengan guru.

3. Mata Pelajaran Sedikit
Indonesia terkenal dengan jumlah mata pelajaran yang sangat banyak. Pendidikan dasar di Jepang mata pelajarannya itu tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu saja.

4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian mulai dari ujian tulis, membaca sampai nantinya jadi faktor dalam kenaikan kelas. Pendidikan dasar Jepang tidak melibatkan ujian untuk 3 tahun awal pendidikan dasar mereka. Pada 3 tahun pertama para siswa tidak akan diberi ujian agar mereka fokus dalam belajar pendidikan karakter publik dan pendidikan karakter lainnya. Hal ini dilakukan karena pihak pemerintah Jepang percaya kalau pendidikan karakter akan menjadi dasar yang baik untuk para siswa dan membantu pendidikan mereka nantinya.

5. Membaca Dulu
Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Minat baca yang rendah ini terjadi karena orang Indonesia tidak terbiasa membaca buku saat di sekolah. Di Jepang mereka membiasakan para siswa untuk membaca buku selama 10 menit sebelum masuk pelajaran. Itulh mengapa Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan Sekolah
Perlengkapan sekolah juga mempengaruhi proses belajar mengajar, perlengkapan sekolah di Jepang sudah disediakan oleh sekolah. Perlengkapan sekolah ini sengaja disamakan agar tidak ada satu siswa pun yang minder dengan perlengkapan sekolah temannya.

7. Seragam Sekolah
Seragam sekolah di Indonesia itu ada banyak. Di Jepang seragam siswa cuma ada satu macam meskipun semua sekolah memiliki seragam yang beda-beda.

Berdasarkan penjelasan video tersebut, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah yang memegang peranan penting dalam mengatur sistem pendidikan di Indonesia agar lebih terarah dan menjadi lebih baik.