Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263
ANALISIS JURNAL
Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume :1
Nomor : 1
Halaman : 89 - 105
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
Nama penulis : H. Wanto Rivaie
Abstrak: Abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Didalam abstrak berisi pernyataan tentang peran orang tua dalam mendidik dan membina anak didalam keluarga dengan kasih sayang menjadi hal yang langka sehingga memunculkan kenakalan remaja yang merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang berifat terminal.
Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan penulis menerangkan bahwa pentingnya peran keluarga dalam membina manusia yang tidak berdaya dari usia kandungan sampai usia dewasa. Di dalam keluarga mulai ditanamkan nilai-nilai keimanan dan nilai-nilai etika pergaulan. Hal ini akan lebih mudah diwujudkan manakala diantara anggota masyarakat, kelompok masyarakat dan bangsa Indonesia dilandasi nilai moral Pancasila yang sesungguhnya, di mana sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dapat dipraktekkan dalam interaksi sosial sehari-hari, baik terjadi di lingkungan keluarga (pendidikan informal), lingkungan sekolah (pendidikan formal), dan pendidikan kemasyarakatan (pendidikan non formal). Ketiga lingkungan pendidikan tersebut perlu didasari interaksi sosial yang saling menghargai, saling percaya dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang sejahtera.
Kesimpulan: Berdasarkan jurnal yang saya baca dapat disimpulkan bahwa pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah. Secara bersinergis kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan tersebut bisa meningkatkan moral anak. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Kedepannya ketiga lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama yang kuat agar para generasi muda menjadi generasi yang jujur, cerdas, bermoral dan berbudaya Indonesia yang diridhoi Tuhan.
NPM : 2213053263
ANALISIS JURNAL
Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume :1
Nomor : 1
Halaman : 89 - 105
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
Nama penulis : H. Wanto Rivaie
Abstrak: Abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Didalam abstrak berisi pernyataan tentang peran orang tua dalam mendidik dan membina anak didalam keluarga dengan kasih sayang menjadi hal yang langka sehingga memunculkan kenakalan remaja yang merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang berifat terminal.
Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan penulis menerangkan bahwa pentingnya peran keluarga dalam membina manusia yang tidak berdaya dari usia kandungan sampai usia dewasa. Di dalam keluarga mulai ditanamkan nilai-nilai keimanan dan nilai-nilai etika pergaulan. Hal ini akan lebih mudah diwujudkan manakala diantara anggota masyarakat, kelompok masyarakat dan bangsa Indonesia dilandasi nilai moral Pancasila yang sesungguhnya, di mana sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dapat dipraktekkan dalam interaksi sosial sehari-hari, baik terjadi di lingkungan keluarga (pendidikan informal), lingkungan sekolah (pendidikan formal), dan pendidikan kemasyarakatan (pendidikan non formal). Ketiga lingkungan pendidikan tersebut perlu didasari interaksi sosial yang saling menghargai, saling percaya dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang sejahtera.
Kesimpulan: Berdasarkan jurnal yang saya baca dapat disimpulkan bahwa pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah. Secara bersinergis kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan tersebut bisa meningkatkan moral anak. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Kedepannya ketiga lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama yang kuat agar para generasi muda menjadi generasi yang jujur, cerdas, bermoral dan berbudaya Indonesia yang diridhoi Tuhan.