Posts made by Melda Setialista

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Melda Setialista -
Nama: Melda Setialista
NPM: 2253053047
Kelas: 2C
Prodi: PGSD

Pretest (Analisis video)
Supremasi Hukum oleh Dr. Didin Widyartono, M. Pd.

Demokrasi dan demokratisasi berpengaruh besar terhadap hukum, demokrasi dan demokratisasi memiliki momentum yang memuncak seiring masa reformasi yang memberikan pekerjaan rumah bagi hukum. Demokrasi tidak dapat dihadapi oleh berhukum masa lalu dibawah kekuasaan pihak otoriter dan sektaristik. Terdapat tuntutan partisipasi dan kontrol oleh para masyarakat terhadap badan institut menjadi semakin kuat baik legislatif, eksekutif, dan yudikatif di Indonesia.

Semboyan Bhineka tunggal ika juga menuntut untuk diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Di masa lalu sentralisme yang otoriter telah menenggelamkan kebhinekaan tersebut, maka pluralisme dalam berhukum muncul sebagai tahta. Usaha untuk mensejahterakan rakyat, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Untuk itu hukum dijadikan tulang punggung perekonomian dan bukan jadi penghambat. Para Investor menginginkan adanya pemaparan infrastruktur hukum sebelum melihat unsur-unsur yang lain. Dengan itu hukum harus diandalkan untuk menjaga dan mengamankan investasinya.

Pertahanan kita adalah alat-alat perang, bukan sains, dan buka pula bersembunyi di ruang bawah tanah. Pertahanan kita adalah hukum dan keteraturan. - Albert Einstein -

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Melda Setialista -
Nama: Melda Setialista
NPM: 2253053047
Kelas: 2C

Analisis jurnal!

"Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019"
Setelah menganalisis jurnal tersebut saya simpulkan bahwa sejak era Reformasi, Indonesia sudah menggelar empat kali pemilu. Indonesia sudah melakukan Pemilihan Umum presiden (Pilpres) kelima kalinya pada tahun 2019. Ajang pemilihan umum ini merupakan salah satu sarana untuk memilih pemimpin secara demokratis.Tetapi, pemilu ke lima tahun 2019, khususnya, pemilu presiden (pilpres) memiliki konstelasi politik yang lebih menyita perhatian publik.Pembangunan demokrasi Indonesia yang tercermin dari pilpres masih mengalami banyak masalah. Pendalaman demokrasi belum terwujud dengan baik karena pilar-pilar demokrasi yang menjadi faktor penguat konsolidasi demokrasi belum efektif. Pilpres 2019 belum mampu menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik dan belum mampu pula membangun kepercayaan publik. Sebagai pilar utama demokrasi, pemilu merupakan sarana dan momentum terbaik bagi rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi politiknya, memilih wakil-wakil terbaiknya di lembaga legislatif dan presiden/wakil presidennya secara damai. Pemilu bukan hanya penanda suksesi kepemimpinan, tapi juga merupakan koreksi/ evaluasi terhadap pemerintah dan proses deepening democracy untuk meningkatkan kualitas demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Dinamika politik menjelang pemilu pada tahun 2019 lalu cenderung memanas terutama terkait kecenderungan kecurangan, hal ini berdampak dari demokrasi sendiri yaitu dampaknya dari demokrasi adalah yang membangun atau menafkahi nilai-nilai budaya positif seperti saling menghargai atau menghormati dan juga saling mempercayai dan saling berempati. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi perpol yang berkualitas juga, karena pemilu tidak hanya sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil dan damai, tetapi dapat menjadi taruhan bagi katahanan sosial rakyat dan ekstansi NKRI. Tantangan pada pemilu 2019 membuat konsolidasi demokrasi sulit dibangun, nilai-nilai demokrasi saat pemilu tidak dikedepankan. Sehingga Indonesia menjadi negara demokrasi nomor 4 terbesar didunia belum mampu memperlihatkan sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif.