Kiriman dibuat oleh Nabilla Alya Khoirun Nissa 2213053201

Nama: Nabilla Alya Khoirun Nissa
Npm: 2213053201
Kelas: 2D

Demokrasi Sebagai Wujuf Nilai-nilai Sila Keempat Pancasila
Dalam Pemilihan Umum Daerah Di Indonesia

Setiap Negara memiliki ideologi masing-masing yang tujuannya untuk menciptakan suatu perkembangan didalam berbagai aspek. di Indonesia, para pendiri bangsa menciptakan ideologi dengan konsepsi yaitu ideologi Pancasila.
Pancasila adalah dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara.

Pemilihan umum yaitu sebagai sarana yang penting dalam kehidupan suatu Negara yang menganut azas Demokrasi yang memberi kesempatan berpartisipasi politik bagi warga Negara untuk memilih wakil-wakilnya yang akan menyuarakan dan menyalurkan aspirasi mereka.

Negara Republik Indonesia menganut sistem demokrasi yaitu bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya atau dapat artikan sebagai pemerintahan rakyat. Menurut terminologi demokrasi merupakan kekuasaan oleh rakyat, ikut sertaan rakyat dalam pemerintahan. Demokrasi pelaksanaannya mengutamakan asas musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama. Pemilihan umum daerah di Indonesia belum mencerminkan nilai-nilai yang terkadung dalam Pancasila sila keempat yaitu kerakyatan yang dimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.

Belum tercerminnya demokrasi sebagai perwujudan Pancasila sila keempat dalam pemilu di indonesia terlihat dari beberapa contoh kasus didalam pemilihan umum sering terjadi berbagai macam konflik.

Pancasila sila keempat merupakan perwujudan demokrasi di Indonesia, demokrasi yang dinginkan adalah keikutsertaan rakyat didalam menjalankan roda pemerintahan.
Nama: Nabilla Alya Khoirun Nissa
Npm: 2213053201
Kelas: 2D

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

1. Perkembangan Demokrasi Era Revolusi Kemerdekaan
Demokrasi pada masa ini sangat terbatas.

2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia. Karena semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia.
Tapi ternyata demokrasi parlementer mengalami kegagalan.
Penyebab kegagalan nya,yaitu:
1) dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik.
2) basis sosial ekonomi yang masih lemah
3) persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan Angkatan Darat yang sama-sama tidak suka dengan proses politik yang berjalan.

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Politik masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ABRI, Soekarno dan PKI, yang menjadi kekuatan politik utama pada masa itu.

4. Perkembangan Demokrasi Orde Baru
Pada 3 tahun awal:
Kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat.

Setelah 3 tahun:
Dominannya peran ABRI, birokrasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah tentang persoalan partai politik dan publik, masa mengembang, monolitisasi, ideologi negara dan inkorporasi lembaga non pemerintah.

5. Perkembangan Demokrasi Era Reformasi (1998- sekarang)
Demokrasi yang diterapkan pada era ini adalah demokrasi Pancasila. karakteristiknya berbeda dengan Orde Baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer.

Karakteristik demokrasi reformasi:
1) pemilu yang dilaksanakan pada 1999-2004 jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya.
2) rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai tingkat desa.
3) pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan dilakukan secara terbuka.
4) sebagai besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan berpendapat.