Kiriman dibuat oleh Evangeline Yuana Elvida 2213053007

Nama : Evangeline Yuana Elvida
NPM : 2213053007
Kelas : 2C

Analisis jurnal
Demokrasi dan pemilu presiden 2019

Demokrasi adalah sebuah pandangan atau konsep politik dalam pemerintahan yang melibatkan warga negara atau rakyat karena memiliki hak dan kewajiban. Namun secara sederhana demokrasi dapat diartikan atau dimaknai sebagai pemerintah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat tetapi untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidak mudah karena harus memerlukan tahapan yang panjang dan tentunya adalah tahapan-tahapan penting yang perlu dilalui. Proses demokrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti di Indonesia misalkan kebudayaan politik perilaku akta dan kekuasaan politik. Demokrasi yang dilakukan atau berlangsung di dalam daerah adalah landasan utama bagi berkembangnya demokrasi di tingkat nasional. Saat ini dinamika dalam proses demokrasi semakin marak setelah dilaksanakannya pemilu presiden secara langsung pada tahun 2004 serta pemilihan kepala daerah atau Pilkada secara langsung pada 2005. Pelaksanaan pilpres yang pada dasarnya merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atau prinsip kebebasan individu dan persamaan khususnya dalam hal politik.

Dalam studi pilpres dilihat bukan hanya sebatas pesta demokrasi semata namun juga sebagai instrumen proses pendalaman demokrasi di tingkat nasional sehingga sebagai instrumen pedalaman demokrasi ini pilpres merupakan upaya untuk menciptakan pemerintahan yang efektif pasca pemilu. Dinamika politik menjelang pemilu pada tahun 2019 lalu cenderung memanas terutama terkait kecenderungan kecurangan, hal ini berdampak dari demokrasi sendiri yaitu dampaknya dari demokrasi adalah yang membangun atau menafkahi nilai-nilai budaya positif seperti saling menghargai atau menghormati dan juga saling mempercayai dan saling berempati. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani penelusuran Pak 2019 lalu membuat konsolidasi demokrasi yang berkualitas sulit terbangun sehingga nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan. Indonesia sebagai negara demokrasi nomor 4 terbesar di dunia belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif
Nama : Evangeline Yuana Elvida
NPM : 2213053007
Kelas : 2C

Analisis Video
Demokrasi itu gaduh tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?

Demokrasi menjamin seseorang dalam kebebasan untuk berpendapat, dimana demokrasi adalah forum menyampaikan aspirasi dengan banyaknya penuturan yang dilakukan oleh semua orang sehingga terjadi kegaduhan atau tempat orang berisik namun masih didalam konteks prosedural. Demokrasi dianggap sebagai sarana untuk mempertahankan keamanan serta kemakmuran dalam jangka yang panjang, sebagai salah satu alat yang paling efektif untuk mewujudkan kesejahteraan serta mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Contohnya penegakan HAM. Negara negara yang memiliki penganut pada demokrasi, biasanya memiliki skor penegakan HAM yang tinggi. Negara berdemokrasi seringkali dianggap sebagai negara kaya dibandingkan dengan negara non demokrasi. Negara demokrasi sendiri memiliki tingkat perkembangan manusia yang cukup tinggi, namun angka korupsi lebih rendah. Memiliki jaminan HAM sehingga warga negara hidup lebih sehat, dan tentram. Negara demokrasi menjadi negara terkonsistensi sehingga tahun 1980 an semakin meningkat jumlah negara penganut demokrasi.

Disaat itu juga banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun demokrasi juga bukan merupakan sepenuhnya sistem pemerintahan sempurna, karena beberapa pemimpin juga rekan-rekan bahwa demokrasi saat ini adalah demokrasi yang kritis. Tidak hanya Indonesia namun Amerika serikat juga mengalami drop dalam demokrasi. Rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> PRETEST

oleh Evangeline Yuana Elvida 2213053007 -
Nama : Evangeline Yuana Elvida
NPM : 2213053007
Kelas : 2C

Analisis Soal Pretest

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi dari berita tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut?
JAWAB :
Kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan dengan mengeluarkan UU hak cipta salah, karena pemerintah harus lebih mengutamakan kasus penanganan covid yang yang genting. Akibatnya, masyarakat yang seharusnya stay dirumah mematuhi protokol kesehatan justru melakukan demo unjuk rasa yang mengakibatkan penularan covid-19 meningkat. Namun ada hal positif yang didapat dari artikel tersebut, yaitu pemerintah masih menghimbau masyarakat untuk terus mengikuti protokol kesehatan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai tata cara mengemukakan pendapat di tempat umum seperti demonstran yang merusak fasilitas umum saat menyampaikan orasinya tetapi merasa tidak bersalah meskipun telah jelas-jelas merusak dan bagaimanakah cara menyalurkan aspirasi yang lebih baik di tengah pandemi covid-19?
JAWAB :
Menurut saya sangat salah menyampaikan aspirasi terlebih hingga merusak fasilitas umum. Karena fasilitas sendiri dibangun berdasarkan uang rakyat dan fasilitas untuk rakyat. Apabila fasilitas dirusak dan tidak ada rasa bersalah maka masyarakat nantinya akan kehilangan sarana dan prasarana yang ada. Kerugian bukan hanya pada pemerintah namun masyarakat akan merasakan kerugian akibat perbuatannya sendiri. Menyalurkan aspirasi tidak hanya lewat demo, namun bisa juga menyampaikan aspirasi lewat media sosial namun dengan tutur kata yang sopan.

3. Bagaimanakah solusimu mengenai permasalahan benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh dalam konteks tetap mengedepankan antara hak dan kewajiban yang seimbang?
JAWAB :
Solusi yang diberikan bisa dengan musyawarah dan mufakat. Jangan saling merendahkan dan terlebih pengusaha untuk tidak meremehkan hak dari butuh. Konflik butuh dan pengusaha harus bisa diselesaikan dengan baik baik dan terbuka. Bisa dengan penyelesaian secara kekeluargaan atau hitam diatas putih. Disinilah peran negara dalam melindungi hak serta kewajiban untuk meminimalisir konflik yang terjadi antara pengusaha dengan butuh.

4. Jelaskan hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara sehingga mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam konsep bermasyarakat, berbangsa dan bernegara?
JAWAB :
Hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara adalah dengan menghargai serta menjunjung tinggi perbedaan. Kesadaran akan hak dan kewajiban sehingga negara menumbuhkan cinta tanah air serta merajut persatuan dan kesatuan antar sesama. Serta meningkatkan kualitas dalam pelayanan publik