Nama : Yurma Vadelta
NPM : 2213053035
Kelas : 2C
ANALISIS VIDIO “DEMOKRASI ITU GADUH, TAPI KENAPA BERTAHAN DAN DIANUT BANYAK NEGARA”
Dapat saya simpulkan mengenai video berjudul “demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara”. Negara indonesia termasuk negara demokrasi, sesuai pernyataan Jokowi terkait situasi pandemi yang dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi, selain karena demokrasi memfasilitasi silang pendapat dimana demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Demokrasi itu keberisikan dimana dengan keberisikan itu bagaimana sistem ini akan menjadi pilihan banyak negara?
Demokrasi dipandang sebagai alat paling efektif yang mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik dari segi penegakan HAM, semisal negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Dimana dijelaskan bahwasanya skor HAM vs Rezim Politik Pada 2015 menjelaskan bahwa semakin ke kanan semakin demokrastis sedangkan semakin ke atas semakin tinggi penegakkan HAM.
Warga dinegara penganut demokrasi yang cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi, dimana dijelaskan mengenai Angka Harapan Hidup vs Renzim Politik pada 2015, menjelaskan bahwa semakin ke kanan semakin demokratis sedangkan semakin ke atas semakin tinggi angka harapan hidup.
Pada pasca-perang dingin, banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat tetapi sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Hal yang dijelaskan diatas bukan berarti demokrasi itu sebuah sistem pemerintahan yang sempurna. Kini beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis, dimapa pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44 menjadi skor terburuk sejak 2006. Terdapat beberapa factor mengapa demokrasi dilanda krisis, mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Menurut Winston Churchill “Demokrasi adalah sistem pemerintahan paling buruk, tapi tidak ada yang lebih baik dari itu”
NPM : 2213053035
Kelas : 2C
ANALISIS VIDIO “DEMOKRASI ITU GADUH, TAPI KENAPA BERTAHAN DAN DIANUT BANYAK NEGARA”
Dapat saya simpulkan mengenai video berjudul “demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara”. Negara indonesia termasuk negara demokrasi, sesuai pernyataan Jokowi terkait situasi pandemi yang dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi, selain karena demokrasi memfasilitasi silang pendapat dimana demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Demokrasi itu keberisikan dimana dengan keberisikan itu bagaimana sistem ini akan menjadi pilihan banyak negara?
Demokrasi dipandang sebagai alat paling efektif yang mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik dari segi penegakan HAM, semisal negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Dimana dijelaskan bahwasanya skor HAM vs Rezim Politik Pada 2015 menjelaskan bahwa semakin ke kanan semakin demokrastis sedangkan semakin ke atas semakin tinggi penegakkan HAM.
Warga dinegara penganut demokrasi yang cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi, dimana dijelaskan mengenai Angka Harapan Hidup vs Renzim Politik pada 2015, menjelaskan bahwa semakin ke kanan semakin demokratis sedangkan semakin ke atas semakin tinggi angka harapan hidup.
Pada pasca-perang dingin, banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat tetapi sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Hal yang dijelaskan diatas bukan berarti demokrasi itu sebuah sistem pemerintahan yang sempurna. Kini beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis, dimapa pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44 menjadi skor terburuk sejak 2006. Terdapat beberapa factor mengapa demokrasi dilanda krisis, mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Menurut Winston Churchill “Demokrasi adalah sistem pemerintahan paling buruk, tapi tidak ada yang lebih baik dari itu”