Posts made by Afanin Yuli Safitri 2213053020

Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD
ANALISIS JURNAL 1

Judul Jurnal: REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis: Ulil Hidayah
Nama jurnal: Jurnal Pedagogik,
Vol dan No: Vol. 05 No. 01,
Tahun: 2018

Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadi orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Pada era otonomi, kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. PAI dan PKn pada era Kurikulum 2013 ini memiliki porsi 3 jam pelajaran dalam sepekan, mengingat kurikulum sebelumnya mata pelajaran PAI hanya memiliki porsi waktu dua jam pelajaran. Maka dalam hal ini harapannya out put pendidikan memiliki nilai kepribadian yang unggul secara pribadi dan sosial yang tidak cukup hanya diketahui dan dipahami, tetapi juga dirasakan serta dijadikan sebuah aksi dalam kehidupan anak didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kompetensi: (1) berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, (2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan anti korupsi, (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa yang lainnya. (4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui: a) Rekonstruksi pertama harus dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik, b) Sesekali peserta didik di hadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya. c) Pendidik tidak terpaku pada instrument penilaian formalitas tapi lebih luas cakupannya, d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic, e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik.

Tantangan moral menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, 3) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, 5) Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, 6) Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, 7) Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, 8) Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD
Berdasarkan Analisis video "Etika, Nilai dan Moral" oleh Ramadani Putra dan Rhifando Abdillah dapat disimpulkan:

Etika, nilai, dan moral saling berkaitan karena ketiganya berusaha mengarahkan manusia supaya memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.
Etika merupakan cara manusia memperlakukan sesamanya dan menjalani hidup dengan kehidupan yang baik sesuai aturan yang berlaku dalam masyarakat. Contohnya seperti mengucapkan salam ketika bertemu seseorang atau masuk ke dalam rumah, meminta izin kepada orang tua saat keluar rumah atau ingin pergi, membuag sampah pada tempatnya.

Etika dan moral memiliki pengertian yang hampir sama atau berkaitan karena keduanya mengandung nilai dan normal untuk mengatur tingkah laku manusia yang menentukan kebiasaan yang berlaku dalam bermasyarakat.
-Nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, mewarnai, dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga bisa disebut sebagai penghargaan penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat atau sebagai sistem keyakinan. Nilai bersifat relatif yaitu bergantung pada tempat dan waktu. Nilai juga lebih bersifat subjektif yaitu nilai berbeda-beda bagi setiap orang
-Moral merupakan hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban. Moral juga dapat dijadikan sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral merupakan kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan

Manfaat mempelajari nirai moral yaitu dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai kemanusiaan, lebih toleran etis dan santun dalam bertindak, lebih bertanggung jawab dan meningkatkan profesionalitas.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Instrumen penilaian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara. Tugas guru tidak hanya merencanakan, melaksanakan, dan, mengevaluasi saja tetapi juga menilai menilai hasil belajar setiap anak yang bertujuan agar guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama.

Instrumen penilaian memiliki manfaat bagi anak, orangtua, maupun bagi guru.
-Bagi anak untuk memelihara pertumbuhan supaya lebih sehat, perkembangan anak menjadi lebih optimal, dan anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.
-Bagi orang tua orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak dan memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai. -Manfaat bagi guru manfaat bagi guru untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak dan memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran.

Prinsip-prinsip penilaian ini terbagi menjadi delapan yang pertama yaitu:
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntable
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

Teknik mencakup tingat pencapaian perkembangan anak dan Instrumen penilaian yang dapat dijadikan pedoman meliputi proses catatan, anekdot, rubrik dan atau Instrumen penilaian hasil kemampuan anak. Mekanisme penilaian terbagi menjadi empat:
1. Menyusun teknik Instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap teknik dan Instrumen penilaian
3. Mendokumentasikan Penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan
4. Melaporkan capaian perkembangan anak pada orangtua.

Teknik penilaian ini terbagi menjadi 4 yaitu:
1. BB, belum berkembang
2. MB, mulai berkembang
3. BSH, berkembang sesuai harapan
4. BSB, berkembang sangat baik
Terdapat banyak bentuk-bentuk penilaian
yaitu penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester, portofolio anak, dan dokumen lain yang diperlukan.

Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 2
Pendekatan Pentahelix Pendidikan Nilai dan Moral

Penanaman nilai dan Penerapan nilai sangatlah penting bagi kehidupan seorang manusia untuk menjalani kehidupan. Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi, sedangkan moral berasal dari kata morse yang berarti kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Ada beberapa pendekatan untuk menanamkan nilai
1. Pemerintah
UU nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3 bahwa agama, PPKN,  bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai
2. Masyarakat atau komunitas
3. Akademisi
4. Pengusaha atau pemilik modal
5. Media

Nilai sangat perlu untuk diajarkan. Herman mengemukakan bahwanilai tidak semata-mata ditangkap dan dipenjarakan melainkan harus ditangkap, dicerna lalu diinternalisasikan dan diterapkan didalam diri kita. Terdapat beberapa aliran Dalam pengajaran nilai
1. Aliran relativisme, nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
2.  Aliran kebebasan atau value-free, nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri