Posts made by Meyin syabira 2213053185

Nama: Meyin syabira
Npm:2213053185

Pertanyaan tentang degradasi moral di kalangan pelajar zaman modern adalah isu kompleks yang sering kali menjadi subjek perdebatan dan penelitian. Beberapa faktor yang dapat berperan dalam perubahan moral di kalangan pelajar modern termasuk:

1. Pengaruh Media Sosial: Kemajuan teknologi dan penggunaan media sosial telah mengubah cara pelajar berinteraksi dan menerima informasi. Paparan terhadap konten yang tidak etis atau tidak sehat di media sosial dapat memengaruhi pandangan moral mereka.

2. Perubahan Nilai Budaya: Nilai-nilai budaya yang dominan dalam masyarakat dapat berubah seiring waktu. Pelajar mungkin terpengaruh oleh pergeseran ini dalam nilai-nilai sosial dan moral.

3. Tekanan Akademik dan Sosial: Pelajar modern mungkin menghadapi tekanan akademik yang tinggi dan tantangan sosial yang dapat memengaruhi perilaku moral mereka. Misalnya, keinginan untuk sukses dalam ujian atau kompetisi dapat memunculkan perilaku tidak etis seperti curang.

4. Kurangnya Pengawasan dan Bimbingan: Beberapa pelajar mungkin mengalami kurangnya pengawasan dan bimbingan dari orang tua atau figuran dewasa dalam kehidupan mereka, yang dapat memengaruhi perkembangan moral mereka.

5. Keterpaparan Terhadap Kekerasan dan Kriminalitas: Keterpaparan terhadap kekerasan, kriminalitas, atau perilaku tidak etis melalui media atau pengalaman langsung dapat memengaruhi pandangan moral pelajar.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua pelajar modern mengalami degradasi moral, dan banyak di antaranya tetap memegang nilai-nilai moral yang kuat. Pendidikan moral dan pengarahan yang baik dari orang tua, guru, dan masyarakat dapat membantu dalam membangun perilaku etis di kalangan pelajar. Selain itu, dialog terbuka tentang isu-isu moral dan etika dalam pendidikan juga dapat berperan penting dalam membentuk pandangan moral pelajar.
Nama : Meyin syabira
Npm: 2213053185

Lawrence Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral yang terdiri dari enam tahap. Berikut adalah enam tahap perkembangan moral menurut Kohlberg:

1. Tahap 1: Obedience and Punishment Orientation (Orientasi Kepatuhan dan Hukuman)
Pada tahap ini, individu mengikuti aturan untuk menghindari hukuman. Mereka melihat perbuatan baik atau buruk berdasarkan konsekuensi fisik yang mungkin terjadi.

2. Tahap 2: Individualism and Exchange (Individu dan Pertukaran)
Pada tahap ini, individu mulai mempertimbangkan kepentingan pribadi. Mereka menyadari bahwa ada berbagai pandangan tentang moralitas, dan keputusan mereka didasarkan pada pertukaran yang adil.

3. Tahap 3: Interpersonal Relationships (Hubungan Antarindividu)
Individu pada tahap ini mulai mempertimbangkan pandangan dan perasaan orang lain. Mereka berusaha untuk memenuhi harapan dan norma sosial dalam hubungan antarpribadi.

4. Tahap 4: Maintaining Social Order (Memelihara Tatanan Sosial)
Pada tahap ini, individu menghormati hukum dan aturan sosial. Mereka memahami pentingnya memelihara tatanan sosial dan keadilan.

5. Tahap 5: Social Contract and Individual Rights (Kontrak Sosial dan Hak Individu)
Individu pada tahap ini mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hak-hak individu dan kontrak sosial. Mereka dapat mengkritik hukum yang tidak adil dan berusaha untuk menciptakan perubahan positif.

6. Tahap 6: Universal Principles (Prinsip-prinsip Universal)
Ini adalah tahap tertinggi dalam perkembangan moral menurut Kohlberg. Individu pada tahap ini beroperasi berdasarkan prinsip moral universal yang mereka yakini. Mereka memiliki rasa moral yang sangat kuat dan bersedia mengambil tindakan untuk mendukung nilai-nilai dan prinsip-prinsip ini, bahkan jika itu berarti melanggar hukum atau norma sosial yang lebih rendah.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua individu mencapai tahap 6 dalam perkembangan moral mereka, dan perkembangan moral dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

by Meyin syabira 2213053185 -
Nama : Meyin Syabira
Npm : 2213053185


Pendidikan memiliki peran yang semakin penting dalam era globalisasi saat ini. Globalisasi telah mengubah lanskap ekonomi, sosial, dan teknologi di seluruh dunia, dan pendidikan memegang peranan kunci dalam mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul dalam konteks global ini. Pertama-tama, pendidikan membantu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja global. Dengan teknologi yang terus berkembang dan perubahan dalam struktur pekerjaan, individu perlu memiliki keterampilan yang berfokus pada teknologi, komunikasi lintas budaya, dan pemecahan masalah. Pendidikan yang baik memberikan landasan untuk memahami dan menguasai teknologi, serta mempromosikan kemampuan berpikir kritis dan inovasi.

Selain itu, pendidikan di era globalisasi memainkan peran penting dalam mempromosikan pemahaman lintas budaya dan kerjasama internasional. Dalam dunia yang semakin terhubung, individu perlu memiliki pengetahuan tentang berbagai budaya, bahasa, dan pandangan dunia. Pendidikan yang inklusif dan berorientasi internasional membantu mengurangi ketidaktahuan dan prasangka yang mungkin muncul dalam interaksi lintas budaya. Ini juga membantu dalam membangun jaringan kerjasama internasional yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah global seperti perubahan iklim, perdagangan internasional, dan konflik antarnegara.

Terakhir, pendidikan di era globalisasi membantu individu menjadi warga dunia yang bertanggung jawab. Ini mencakup kesadaran akan isu-isu global seperti hak asasi manusia, perdamaian, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memahami peran mereka dalam konteks global, individu dapat berkontribusi pada perubahan positif di dunia ini. Oleh karena itu, pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai sosial dan moral yang kuat sangat penting dalam era globalisasi untuk memastikan bahwa perkembangan ekonomi dan teknologi yang pesat juga disertai dengan etika dan tanggung jawab yang tepat.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

by Meyin syabira 2213053185 -
Nama : Meyin syabira
npm : 2213053185


Perubahan pesat dalam kehidupan sosial, terutama dalam konteks moralitas remaja, telah menjadi perbincangan yang sangat signifikan. Dekade terakhir telah menyaksikan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perilaku dan nilai-nilai moral remaja. Pendidikan memegang peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda, dan di sini, di Aceh, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai budaya masyarakat.

Pemerintah Aceh telah mengambil langkah penting dalam menangani perubahan sosial ini. Mereka tidak hanya menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan pedoman nasional, tetapi juga mengikuti panduan yang khusus diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Penyelenggaraan pendidikan Islam di Provinsi Aceh berlandaskan pada Qanun No 9 Tahun 2015 yang menggantikan Qanun Aceh No 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran. Prinsip-prinsip ajaran Islam menjadi pedoman dalam seluruh proses pendidikan di Aceh.

Secara keseluruhan, sistem pendidikan di Aceh telah mengadopsi nilai-nilai Islami. Hal ini tercermin dalam transparansi sistem pengelolaan sekolah, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya yang berorientasi Islam, dan penerapan kurikulum Islami sesuai dengan ketentuan Qanun. Pendidikan nilai dan moral di Aceh tidak hanya mengikuti pedoman nasional tetapi juga mendasarkan diri pada kurikulum Islami yang sesuai dengan Qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran di Aceh sangat didasarkan pada budaya Islami yang berakar pada syariat Islam di Aceh.

Dengan pendekatan ini, Aceh berusaha untuk menjaga dan memperkuat nilai-nilai moral dan budaya Islami dalam pendidikan, sehingga menciptakan generasi muda yang memiliki akhlak yang kuat dan berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by Meyin syabira 2213053185 -
Nama : Meyin syabira
Npm : 2213053185

Kekerasan di lingkungan sekolah pada siswa kelas 2 SD adalah situasi yang sungguh memilukan. Bagaimana mungkin kita harus menyaksikan anak-anak sekecil ini mengalami pengalaman yang seharusnya tidak mereka hadapi? Ini adalah sebuah realitas yang harus dihadapi oleh sekolah, orang tua, dan masyarakat secara keseluruhan.

Siswa kelas 2 SD adalah usia di mana mereka seharusnya merasa aman dan bahagia saat belajar dan bermain di sekolah. Namun, ketika kekerasan terjadi, ini dapat mengguncang fondasi kepercayaan dan kenyamanan mereka. Mereka mungkin merasa takut, bingung, atau merasa bersalah, tanpa benar-benar memahami mengapa hal ini terjadi. Ini adalah momen yang mengejutkan dan mengkhawatirkan, karena siswa seharusnya tidak perlu menghadapinya.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan mendukung bagi semua siswa, tanpa terkecuali. Kekerasan di sekolah adalah masalah serius yang harus diberantas bersama-sama, agar semua anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh cinta dan harmoni.