Posts made by Meyin syabira 2213053185

Nama : Meyin syabira
Npm:2213053185

Jurnal ini membahas pengamatan penulis yang bertujuan untuk menegakkan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Tujuan utama adalah melakukan upaya hukum yang dapat membentuk moral bangsa yang semakin rendah akibat banyaknya pelanggaran etika di dalam masyarakat.

Penulis melatarbelakangi pengamatan ini dengan menyoroti banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat dan dampaknya terhadap moral bangsa yang merosot. Kurangnya pengetahuan hukum dan edukasi moral dianggap menjadi penyebab utama pelanggaran etika yang dapat memengaruhi perkembangan Indonesia.

Jurnal ini menekankan pentingnya penegakan hukum dan upaya hukum untuk menumbuhkan moral serta mencegah pelanggaran etika. Penulis mengusulkan pembuatan undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat sebagai langkah awal penegakan hukum. Selain itu, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dianggap sebagai upaya hukum yang efektif untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

Dalam konteks ini, jurnal menggarisbawahi perlunya keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menangani permasalahan pelanggaran etika demi membangun moral bangsa yang lebih baik.
Nama: Meyin syabira
Npm:2213053185


Jurnal ini membahas konflik kepentingan yang kontradiktif dalam kehidupan masyarakat, yaitu individualisme yang menekankan kepentingan individu dan kolektivisme yang menekankan kepentingan masyarakat. Konflik ini dianggap sebagai bagian dari sifat masyarakat manusia dan terus berlanjut sepanjang sejarah, kini bahkan diwarnai oleh perilaku korup. Dari sudut pandang filsafat moral (etika), tidak dianggap penting untuk mengakhiri konflik ini. Fokusnya adalah bagaimana menggabungkan dua kekuatan di balik konflik tersebut, yaitu kesadaran moral (conciencia) dan perilaku etis.

Jurnal tersebut menyatakan bahwa tidak perlu mengakhiri konflik antara individualisme dan kolektivisme, melainkan mencari cara menggabungkan keduanya. Kesadaran moral dianggap sebagai sumber kebebasan dan kreativitas individu, sementara norma etika diharapkan mampu membimbing kreativitas individu untuk meningkatkan perkembangan masyarakat manusia.

Dengan demikian, jurnal menyimpulkan bahwa masyarakat yang diisi dengan kesadaran moral individu seharusnya dapat tumbuh dan berkembang, menciptakan harmoni antara kepentingan individu dan masyarakat. Dalam konteks ini, jurnal mengangkat isu penting tentang bagaimana menyatukan potensi individualisme dan kolektivisme melalui kesadaran moral dan perilaku etis.
Nama: Meyin syabira
Npm:2213053185

Paragraf 1:
Materi pelajaran anti-korupsi bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya korupsi dan konsekuensinya bagi masyarakat dan negara. Fokusnya adalah memberdayakan siswa dengan pengetahuan tentang prinsip-prinsip integritas, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang bersih dari korupsi.

Paragraf 2:
Materi ini juga mencakup pengembangan keterampilan analisis dan pemecahan masalah untuk mengenali situasi yang berpotensi menciptakan lingkungan korup. Siswa diajak untuk memahami peran mereka dalam mencegah dan melawan korupsi di berbagai tingkatan. Pembelajaran dilakukan melalui studi kasus konkret dan simulasi situasi yang dapat memicu praktik korupsi. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual tetapi juga keterampilan praktis untuk menghadapi tantangan korupsi.

Paragraf 3:
Efektivitas materi pelajaran anti-korupsi diukur melalui perubahan perilaku siswa dan dampaknya dalam masyarakat. Apakah siswa mampu mengidentifikasi tindakan korupsi, mengambil sikap untuk melawannya, dan menerapkan nilai-nilai anti-korupsi dalam kehidupan sehari-hari menjadi indikator keberhasilan. Selain itu, adanya dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mengintegrasikan materi ini dalam kurikulum dapat menjadi faktor penting dalam menjadikan pelajaran anti-korupsi sebagai bagian integral dari pembentukan karakter dan moral siswa.

Kesimpulan:
Materi pelajaran anti-korupsi merupakan upaya pencegahan korupsi melalui pendekatan edukatif. Fokusnya tidak hanya pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan keterampilan praktis siswa. Evaluasi efektivitas materi ini perlu mempertimbangkan perubahan perilaku siswa dan kontribusinya dalam membentuk masyarakat yang bebas dari korupsi.
Nama:Meyin syabira
Npm:2213053185


Perbedaan mendasar antara sistem pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia mencakup pendekatan kurikulum, struktur pembelajaran, dan durasi waktu. Di Jepang, kurikulum pendidikan dasar sangat terstandarisasi dan cenderung fokus pada aspek akademis, dengan mengintegrasikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Sementara itu, di Indonesia, keberagaman kurikulum mencerminkan keragaman budaya dan etnis, namun, dalam beberapa kasus, implementasinya bisa kurang konsisten. Selain itu, struktur pembelajaran di Jepang mencakup jam belajar yang lebih panjang dan penekanan pada disiplin, sementara di Indonesia, terkadang keberagaman jam pelajaran dan pendekatan yang lebih santai terlihat.


Pendekatan penilaian dan ujian juga menjadi perbedaan yang mencolok antara pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia. Di Jepang, ujian standar nasional seringkali memiliki peran penting dalam mengevaluasi kemampuan siswa, dan sistem nilai sangat berpengaruh pada jalur pendidikan yang dapat diakses. Di sisi lain, di Indonesia, terdapat variasi besar dalam pendekatan penilaian, termasuk sistem ujian nasional yang melibatkan berbagai mata pelajaran. Hal ini menciptakan tantangan dalam mengukur kualitas pendidikan secara merata.


Faktor budaya dan sosial juga memengaruhi perbedaan dalam pendidikan dasar Jepang dan Indonesia. Di Jepang, nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, dan rasa tanggung jawab sangat ditekankan, mencerminkan budaya masyarakat yang terstruktur. Di Indonesia, sementara nilai-nilai tersebut juga dihargai, pendidikan sering kali harus mempertimbangkan keragaman budaya yang kaya dan masyarakat yang beragam, yang dapat mempengaruhi cara siswa belajar dan berinteraksi di lingkungan pendidikan.

Perbedaan dalam pendidikan dasar Jepang dan Indonesia mencakup aspek kurikulum, struktur pembelajaran, penilaian, dan faktor budaya. Memahami perbedaan ini dapat membantu dalam mengidentifikasi area perbaikan dan potensi pertukaran pengalaman yang bermanfaat antara kedua negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Nama:Meyin syabira
Npm:2213053185


Pemerintah Indonesia menaruh perhatian khusus pada tantangan memeratakan pendidikan di seluruh negeri. Hal ini terutama tampak pada kenyataan bahwa masih terdapat sekolah dengan fasilitas sarana belajar mengajar yang terbatas di berbagai wilayah Indonesia. Pemandangan ini tidak jarang dijumpai di daerah terpencil, termasuk contohnya di SDN Glak NTT.

SDN Glak NTT menjadi representasi nyata dari ketidakmerataan pendidikan di dusun terpencil. Keadaan ini memunculkan dampak signifikan pada proses pembelajaran, terutama bagi sebagian siswa yang terpaksa belajar di teras kelas. Keterbatasan jumlah ruang kelas menciptakan tantangan serius dalam memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan memadai.

Potret pendidikan di dusun terpencil menjadi cerminan kondisi yang harus segera diatasi oleh pemerintah. Tidak hanya terkait dengan penyediaan sarana belajar yang memadai, tetapi juga melibatkan upaya untuk memperkuat infrastruktur pendidikan dan menjamin akses yang merata. Dengan mengatasi ketidakmerataan ini, pemerintah dapat memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas di seluruh penjuru negeri.