Posts made by Okta Rizkika Ramadhona 2213053191

Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Tahun 1967, seorang filsuf moral di Oxford, Philippa Foot merancang dan memperkenalkan "The Trolley Problem" alias Masalah Troli lewat makalahnya berjudul "The Problem of Abortion and the Doctrine of the Double Effect".
Sebuah troli dengan seorang pengemudi meluncur di jalur rel. Masalah ditemukan ketika troli yang meluncur cepat tersebut bertemu lima orang yang berada di jalur utama. Namun, ada belokan sebelum bertemu dengan lima orang yang berdiri di jalur utama. Di belokan tersebut ada satu orang berdiri. Dengan demikian, hanya ada dua kemungkinan,
yakni:
Tetap membiarkan troli melaju lurus dan menabrak 5 orang Berbelok, dan masuk ke jalur samping, kemudian menabrak 1 orang.
Secara moral, tentunya tidak ada yang benar di antara keduanya. Baik membunuh satu ataupun lima orang, tentu saja sama-sama sebuah kesalahan.
Masalah troli ini merupakan satu masalah yang "diciptakan" untuk menggantikan masalah yang terjadi di kehidupan, namun tidak ada solusi. Masalah troli bukanlah tentang mencari "solusi" tapi melihat bagaimana seseorang akan bertindak. Bila dogma tertentu meminta seseorang untuk berjalan lurus, meski ada lima korban, itu akan dipilih ketimbang dia harus "belok".

Masalah ini seperti masalah filosofis lainnya, meminta seseorang untuk berpikir jernih dan mempertimbangkan orang lain, alih-alih dogma, keselamatan diri, dan kepentingan diri sendiri. Karena itu, banyak yang berkata bahwa masalah troli diciptakan hanya untuk direnungkan, karena tidak ada solusi yang pasti untuk masalah ini. Dengan adanya The Trolley Problem dapat membuat kita berfikir lebih jauh mengenai konskuensi dari sebuah pilihan, apakah dibuat dari sebuah nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhir dan bagaimana kita mengekspresikannya pada kehidupan sehari hari, karena pada masa saat ini moral kerap dijadikan doktrin para penguasa untuk membenarkan perang, memberantas etnis tertentu, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, industrialisasi dan lainnya, hanya dengan alasan dunia dan kepentingan umum, demi kelompok yang lebih besar, dan demi masa depan yang lebih cerah.
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Moral merupakan nilai-nilai atau norma-norma kebaikan yang menjadi pegangan dalam kehidupan seseorang untuk bertingkah laku, dan budaya merupakan Cipta Rasa Karsa dan karya manusia lebih sederhananya lagi budaya merupakan hasil dari pola pikir manusia baik yang terwujud secara materi maupun tertuang dalam sifat.

Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anakanak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan
Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat
Indonesia.

Seorang dapat dikatakan bermoral apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya. Sehingga tugas penting yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh Islam dan kemudian mau membentuk perilaku agar sesuai dengan harapan agama dengan melalui bimbingan diawasi didorong dan dikembangkan perilaku Islami dalam hidup positif.
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk
bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi
Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang
baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila
merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila. Pengajarannya menitik beratkan pada
penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila (36 butir Pancasila)
sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman
penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya.

Dari sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi,dapat disimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.

Pengamalan sila pancasila dalam kehidupan

Pengamalan sila Pancasila adalah penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
1. Ketuhanan yang maha Esa(mengajak untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah nya)
•bersyukur kepada Tuhan
•selalu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
•tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
•berdoa sebelum dan sesudah makan
•terima dan menghormati agama orang lain
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab(diajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia)
•membantu korban bencana alam
•membantu orang yg sedang ada dalam kesulitan
•bersikap sopan kepada orang yg lebih tua
3. Persatuan Indonesia (diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia)
•mengikuti upacara bendera dengan tertib
•bangga dan memakai produk Indonesia
•melestarikan budaya daerah
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (diajak untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah)
•menyampaikan pendapat
•berdiskusi antar kelompok
•saling menghargai pendapat
•menerima keputusan bersama dengan lapang dada
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (diajak untuk bersikap adil terhadap sesama)
•tidak berbuat curang terhadap sesama
•tidak boros dan suka menabung
•melaksanakan gak dan kewajiban
•menghargai satu sama lain
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Pengamalan sila pancasila dalam kehidupan

Pengamalan sila Pancasila adalah penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
1. Ketuhanan yang maha Esa(mengajak untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah nya)
•bersyukur kepada Tuhan
•selalu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
•tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
•berdoa sebelum dan sesudah makan
•terima dan menghormati agama orang lain
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab(diajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia)
•membantu korban bencana alam
•membantu orang yg sedang ada dalam kesulitan
•bersikap sopan kepada orang yg lebih tua
3. Persatuan Indonesia (diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia)
•mengikuti upacara bendera dengan tertib
•bangga dan memakai produk Indonesia
•melestarikan budaya daerah
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (diajak untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah)
•menyampaikan pendapat
•berdiskusi antar kelompok
•saling menghargai pendapat
•menerima keputusan bersama dengan lapang dada
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (diajak untuk bersikap adil terhadap sesama)
•tidak berbuat curang terhadap sesama
•tidak boros dan suka menabung
•melaksanakan gak dan kewajiban
•menghargai satu sama lain

Dari video tersebut semua nilai yg sudah dijelaskan sudah patut diteladani dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari. Lalu menurut saya tentang bagaimana agar seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai tersebut apalagi pada era modern yakni dengan cara mengetahui terlebih dahulu tentang perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa Indonesia, dengan begitu seseorang akan lebih bisa menghargai dan tau betapa sulitnya mendapatkan hak merdeka. Lalu dengan seperti itu seseorang tersebut akan lebih senantiasa melakukan nilai nilai moral yg sudah dijabarkan dalam video tersebut.
Nama : Okta Rizkika Ramadhona
Kelas : 3F
NPM : 2213053191

1. apa keuntungan belajar pendidikan nilai dan moral
- banyak sekali keuntungan yg didapat saat belajar pendidikan nilai dan moral diantaranya adalah, melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri, meningkatnya kualitas hidup bangsa, menanamkan rasa cinta tanah air sejak usia dini(sekolah dasar), setelah mempelajari pendidikan Nilai dan moral, diharapkan peserta didik dapat mengimplementasikan nya dalam kehidupan sehari-hari.


2. sebutkan peraturan yang menjelaskan pentingnya pembelajaran pendidikan nilai dna moral bagi peserta didik di sekolah dasar.
- tertulis pada Pasal 31 ayat (3) yang berbunyi: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang- undang”.
disitu sudah jelas tertera bahwa pendidikan nilai dan moral sangat penting diajarkan pada saat sekolah dasar, Pentingnya pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar terletak pada pembentukan karakter yang baik, pengembangan perilaku etis, dan pemahaman tentang nilai-nilai yang diperlukan dalam masyarakat. Ini membantu peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif terhadap masyarakat.


3. apa yang kalian ketahui tentang moral anak sekolah dasar, di rumah, sekolah dan masyarakat.
- yang saya ketahui tentang moral anak sekolah Dasar di rumah yakni, anak senantiasa selalu diajarkan dan dibimbing oleh orang tua dan keluarga agar berperilaku yang baik terhadap tutur bahasa baik pada orang yg lebih tua maupun yang muda, senantiasa diajarkan perilaku disiplin, dan juga selalu dicontoh kan untuk berperilaku jujur terhadap semua keadaan.

-di lingkungan sekolah, anak akan selalu diajarkan dan dipantau oleh guru untuk senantiasa menanamkan rasa nilai dan moral terhadap diri sendiri dengan cara saling simpati terhadap sesama, tolong menolong terhadap teman yang sedang kesusahan, dan juga senantiasa diajarkan jujur dalam berperilaku, dan tidak boleh mencontek disaat pembelajaran berlangsung.

-dilingkungan masyarakat
Di lingkungan masyarakat, anak akan belajar bertutur kata yang baik terhadap masyarakat, dan juga saling tolong menolong terhadap sesama, menghargai pendapat orang lain, menghormati antar perbedaan yang ada seperti, agama, ras, suku dan budaya.