Nama : Rani selvia
Npm : 2213053209
Analisis Jurnal 1
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Nomor/Halaman : 1/1 -11
Tahun terbit : 2017
Nama penulis : Rukiyati
"PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang.
Perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen :
1.pendidik, 2.materi, 3.metode, dan 4.evaluasi agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan optimal.
1. Pendidik moral di sekolah
Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik.
2. Materi pendidikan moral
Pendidikan moral terhadap diri sendiri berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta.
3. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai-nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai disekolah.
4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral.
Npm : 2213053209
Analisis Jurnal 1
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Nomor/Halaman : 1/1 -11
Tahun terbit : 2017
Nama penulis : Rukiyati
"PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang.
Perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen :
1.pendidik, 2.materi, 3.metode, dan 4.evaluasi agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan optimal.
1. Pendidik moral di sekolah
Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik.
2. Materi pendidikan moral
Pendidikan moral terhadap diri sendiri berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta.
3. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai-nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai disekolah.
4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral.