གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ricca Tri Fadillah 2213053161

Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161

Analisis jurnal
Judul jurnal:proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja
Penulis:Fahrudin
Kata kunci:Pendidikan nilai, kenakalan remaja, pendidikan keluarga

Isi jurnal
Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga Merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena Keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat Memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk Pembentukan kepribadian seorang anak.faktor faktor kemerosotan moral yaitu:1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.Apabila keyakinan beragama itu betul-betul telah menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang, maka keyakinannya itulah yang akan Mengawasi segala tindakan, perkataan bahkan perasaannya.2 ) Lingkungan masyarakat yang kurang sehat. ketidakstabilan suasana yang melingkungi seseorang menyebabkan gelisah dan cemas, akibat tidak Dapatnya mencapai rasa aman dan ketenteraman dalam hidup.3) pendidikan moral tidak terlaksana dengan semestinya baik dirumah tangga atau pun masyarakat 4) Suasana rumah tangga yang kurang baik.Faktor yang terlihat pula dalam masyarakat sekarang ialah kerukunan hidup Dalam rumah tangga kurang terjamin.5) Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti Hamil.6) Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.7) Kurangnya bimbingan untuk memanfaatkan waktu luang dengan baik, sehingga berujung pada perkembangan moral. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan untuk mengisi waktu mereka, mereka akan mengembangkan banyak melamun dan perilaku tidak sehat. 8) Belum adanya pusat bimbingan dan konseling bagi anak dan remaja. Dengan kurangnya atau kurangnya tempat untuk kembali. Bagi anak yang sedang gelisah dan membutuhkan bimbingan, ia akan keluar berkelompok dan bergabung dengan anak lain yang juga sedang gelisah. 9) Pengaruh Westernisasi, terutama dalam bentuk yahudinisasi dan Kristenisasi, seperti gaya hidup, pergaulan, alkohol, dan lain-lain. Tiga hal telah merasuk jauh ke dalam masyarakat kita dan menghancurkan banyak moral.
Tata cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menciptakan keharmonisan dalam keluarga antara lain: tidak bertengkar di depan anak, selalu berkomunikasi dengan bahasa yang sopan, dan selalu memberikan contoh yang positif.
Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161

Analisis jurnal
Judul jurnal:pendidikan moral di sekolah
Penulis jurnal:Rukiyati
Kata kunci: tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah, komprehensif.

Isi jurnal
Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas.Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul.Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).Indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern saat ini. metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau Penanaman nilai yaitu 
1) inkulkasi nilai, Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai,di antaranya adalah identifikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita.
2)Metode keteladanan,keteladanan merupakan bentuk Mengestafetkan moral yang digunakan Oleh masyarakat religius tradisional, dan Digunakan pula oleh masyarakat modern saat ini.
3) metode klarifikasi nilai. Metode klarifikasi nilai merupakan contoh pemberian kebebasan kepada anak untuk menentukan nilai-nilainya sendiri.
4) Metode penggerak nilai. Guru dan sekolah menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mewujudkan nilai-nilai moral dalam dirinya, baik secara individu maupun kelompok.
5) Metode keterampilan nilai moral seperti kantin kejujuran, berbagai kegiatan sosial yang dirancang siswa di sekolah merupakan contoh metode keterampilan nilai moral yang banyak digunakan di sekolah menengah.
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pencapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai mencakup tiga bidang, yaitu nilai moral/penalaran, nilai moral/sentimen, dan nilai moral/perilaku.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> FORUM pertanyaan

Ricca Tri Fadillah 2213053161 གིས-
Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161

Hard skill merupakan kemampuan yang spesifik dan terukur kemampuan ini dapat dibuktikan dengan nilai,ijazah dan sertifikat.contoh dari kemampuan hard skill ialah programing Kemampuan programming dapat diukur secara objektif melalui evaluasi, tes, dan proyek konkret. Hasilnya dapat dinilai dengan jelas berdasarkan pemahaman dan kemampuan seseorang dalam menulis kode.sedangkan kemampuan softskill adalah kemampuan yang bersifat subjektif dan sulit diukur dan Identik dengan kecerdasan emosional,empati serta kemampuan interpersonal.contoh dari kemampuan soft skill ialah Kemampuan mengambil keputusan karena hal ini memainkan peran penting dalam interaksi sosial, khususnya dalam lingkungan kerja. Ini mempengaruhi cara seseorang berkolaborasi, berkomunikasi, dan menyelesaikan konflik.
Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161

Analisis jurnal
Identitas jurnal
Judul jurnal:Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis:Lia yuliana, M.Pd

Isi jurnal
Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar Karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anakMenurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan Pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu Masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia pendidikan moral bukan esuatu yang dapat ditambahkan atau boleh dikaitkan pada pendidikan begitu saja,Melainkan sesuatu yang hakiki dan bahkan menduduki tempat yang amat sentral dan strategis dalam pendidikan sehingga perlu dirancang secara khusus agar dapat mentransferkan makna pendidikan nilai moral yang hakiki menuju peradaban bangsa.di dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan,tanggung jawab dan lain-lain.Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini Dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1.metode bermain
2.metode bercerita
3.metode memberi tugas
4.metode bercakap cakap
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum enjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal. PAUD yang berbentuk pendidikan formal adalah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA) dan satuan PAUD sejenis (SPS) (Nurul Zuriah, 2007: 23) pada program pendidikan nonformal jalur. Metode pendidikan nilai moral sejak dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan lingkungan hidup yang diselenggarakan.
Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161

Analisis jurnal

Identitas jurnal
Judul jurnal:Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis:Ruslan Rosma Elly,Nurul Aini
Kata kunci:Penanaman, nilai-nilai moral

Isi jurnal
Tujuan dari penanaman moral adalah untuk menanamkan moral yang mulai hilang di lingkungan anak akibat pengaruh negatif yang diterimanya, sehingga diharapkan kelak anak akan mempunyai perilaku yang baik, karena jika dibiarkan. Anak-anak, mereka mungkin akan menghancurkan generasi muda di masa depan.
Nilai-nilai moral yang sering ditanamkan adalah kebiasaan berdoa sebelum memulai belajar, tidak membeda-bedakan peserta didik yang pandai dan kurang pandai, saling mengajar untuk menghargai pendapat yang berbeda, mengajarkan biarlah mereka mengerjakan sendiri pekerjaan untuk siapa dia bekerja. , Menanamkan karakter keberanian dan sportivitas serta mengajarkan pentingnya pembagian kerja piket dan rotasi. Saat ini etika yang belum ditanamkan di banyak tempat mengajarkan prinsip-prinsip secara sistematis, perlakuan tidak berbeda antara siswa laki-laki dan perempuan selama pendidikan, dan mengajarkan hasil/koreksi soal yang benar dan mengajarkan perlindungan lingkungan.
Guru SD Negeri Lampeuneurut menanamkan 10 nilai, yaitu nilai agama, nilai sosial, nilai alam, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kebebasan, nilai moral perjuangan, prinsip tanggung jawab dan menghargai. Lingkungan. Etika mengajar tidak hanya dapat dilakukan pada saat proses belajar mengajar saja, melainkan di luar kelas, dapat pula ditanamkan di lingkungan sekolah atau di rumah, misalnya dengan tetap bertahan hidup dan memberikan praktik yang baik kepada peserta didik.