Nama: Febe Ririn Ariyani
NPM : 2213053277
AMALISIS JURNAL 2
PENANAMAN NILAI NILIA MORAL PADA ANAK USIA DINI
Pengertian Moral
Moral merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu
masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya
dilakukan oleh manusia.
Jamie, 2003: 24 merumuskan pengertian
moral secara lebih komprehensif rumusan formalnya sebagai berikut:
1. Moral sebagai seperangkat ide-ide tentang tingkah laku dengan warna dasar
tertentu yang dipegang oleh sekelompok manusia dalam lingkungan hidup
tertentu.
2. Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan
hidup atau agama tertentu.
3. Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran
bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai
dan norma yang berlaku dalam lingkungannya
Nilai-Nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu
kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu
tingkah laku seseorang.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai
berikut
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal
Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic
dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan,
tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic
dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat
kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya.
Pengertian Anak Usia Dini
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami
proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan
anak yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami
5
proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai
lompatan perkembangan. Karena itulah, maka usia dini dikatakan sebagai usia emas,
yaitu usia yang sangat berharga disbanding usia-usia selanjutnya.
Karakteristik anak usia dini
1. Usia 0-1 tahun; Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan, Mempelajari menggunakan panca indera, Mempelajari komunikasi sosial.
2. Usia 2-3 tahun; Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada
disekitarnya, Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa, Mulai
mengembangkan emosi.
3. Usia 4-6 tahun; Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan kegiatan, Perkembangan bahasa semakin baik, Perkembangan kognitif sangat pesat, Bentuk permainan anak masih bersifat individu.
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Din
1. Metode Bermain
Dengan bermain banyak nilai-nilai moral dan sosial yang dapat diajarkan, diantaranya: a) Mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan mampu bekerjasama dengan teman-teman sepermainan. b) Mengajarkan kepada anak agar memiliki sikap tenggang rasa, menolong sesama yang sedang membutuhkan. c) Mengajarkan kepada anak untuk mau berbagi bersama teman serta memiliki rasa peduli kepada orang lain. d) Mengajarkan tata bicara yang sopan, baik, dan benar kepada anak-anak. e) Memperkenalkan kepada anak tentang berbagai macam aturan baik yang ada di keluarga, lingkungan, sekolah maupun di jalan. f) Melatih anak-anak untuk menaati peraturan-peraturan tersebut. g) Mengajarkan kepada anak untuk belajar menerima konsekuensi atau akibat jika melanggar peraturan tersebut (wawancara dengan pendidik dan observasi
2. Metode Bercerita
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang
dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di
masyarakat.
3. Metode Pemberian Tugas
Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas individu antara
lain:
a) Melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap
apa yang telah menjadi tugasnya.
b) Belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama.
Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas secara kelompok
antara lain:
a) Mendorong anak untuk selalu bekerja sama.
b) Menumbuhkan kemauan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain
4. Metode Bercakap-cakap
Melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan
aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat, agar anak dapat menjalin
hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik.
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum
jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,
non formal, dan/atau informal.