གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ febe ririn ariyani 2213053277

NAMA : Febe Ririn Ariyani 
NPM : 2213053277
KELAS : 3H

Analisis video 2
Pendidikan moral anak sekolah (Pendidikan Pancasila)

Dalam video tersebut menjelaskan tentang seorang siswa  yang  tidak sopan terhadap guru. kemudian sang  guru tersebut  menghukum murid tersebut dengan cara menyuruhnya keluar dari kelas. tindakan tersebut dilakukan sang guru  untuk memberikan efek jera serta pembelajaran pada murid tersebut.
Saat sepulang sekolah terdapat dua murid yang pergi main bersama. Kemudian mereka merokok dan minum-minum. sang guru pun mengetahui perbuatan  mereka. sang guru memberikan nasehat kepada kedua murid tersebut. 

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa pendidikan pancasila sangat penting untuk membentuk moral peserta didik. pendidikan pancasila yang baik sangat penting dan harus terus ditingkatkan. Dengan pendidikan pancasila yang berkualitas, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, beretika, dan memiliki rasa cinta terhadap negaranya. Sehingga, pembentukan karakter bangsa yang baik dan moral yang utuh dapat terwujud.


Nama : Febe Ririn Ariyani
NPM: 2213053277

Analisis Video 1
Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar.

Pengertian Pendidikan Moral

pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan 

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak

1. Perundungan di sekolah; Perundungan yang dimaksut yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial

2. kekerasan fisik dalam keluarga; hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut

Peran Orang Tua dan Guru

1. Orang tua; dalam hal ini kita sangat memerlukan peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat. orang tua merupakan model dalam perkembangan anak, karena anak meniru perilaku orang tuanya

2. Guru; guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak. peran yang dapat dilakukan guru yaitu dengan menjadi figur yang dapat dipercaya oleh peserta didik

Penyelesaian Terhadap Moral Anak

Agar siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikanagar tujuannya tercapai. contohnya guru bisa memberi nasihat setiap hari agar siswa mengingatnya 

Kesimpulan 

upaya dalam mewujudkan nilai- nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul betul maksimal. bukan hanya dari guru, tetapi pendidikan moral sudah harus diajarkan sejak dini oleh orangtuanya. orang tua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat


3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

febe ririn ariyani 2213053277 གིས-
NAMA : Febe Ririn Ariyani 
NPM : 2213053277
Kelas : 3H

perbedaan kriteria nilai Hardskill dan Softskill
1. kriteria nilai hardskill
  •  Kriteria nilai hardskill adalah kemampuan teknis atau kemampuan spesifik yang diperlukan untuk melakukan tugas tertentu. Contoh dari hardskill adalah kemampuan memprogram, mengoperasikan mesin, dan menganalisis data.
  • Nilai hardskill dapat diukur dengan standar tertentu seperti sertifikat atau lisensi. Dalam beberapa kasus, nilai hardskill juga dapat diukur menggunakan tes atau proyek.
  • Nilai hardskill lebih mudah diperoleh melalui pendidikan formal atau latihan teknis tertentu. Contoh pendidikan formal seperti perguruan tinggi atau sekolah vokasi, sedangkan untuk pelatihan teknis bisa dilakukan di akademi atau lembaga pelatihan.
  • Nilai hardskill lebih umum digunakan dalam pekerjaan yang melibatkan tugas teknis dan yang memerlukan tingkat spesialisasi yang tinggi

2. Kriteria nilai Softskill

  • Kriteria nilai softskill adalah kemampuan non-teknis atau yang terkait dengan interaksi sosial dan kepribadian. Contoh dari softskill adalah kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, dan memimpin tim
  • Nilai softskill tidak dapat diukur dengan cara yang sama seperti hardskill. Namun, softskill dapat diukur melalui observasi, evaluasi dari rekan kerja atau atasan, serta pengalaman dalam situasi yang melibatkan kemampuan tersebut.
  • Nilai softskill tidak selalu terkait dengan pendidikan formal. Softskill dapat dikembangkan melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta pelatihan keterampilan secara formal atau informal.
  • Nilai softskill penting dalam semua jenis pekerjaan, termasuk dalam pekerjaan yang tidak melibatkan tugas teknis. Kemampuan interpersonal dan kepemimpinan menjadi nilai tambah dalam dunia kerja.
Nama: Febe Ririn Ariyani
NPM : 2213053277

AMALISIS JURNAL 2

PENANAMAN NILAI NILIA MORAL PADA ANAK USIA DINI

Pengertian Moral
Moral  merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. 
Jamie, 2003: 24 merumuskan pengertian moral secara lebih komprehensif rumusan formalnya sebagai berikut: 
1. Moral sebagai seperangkat ide-ide tentang tingkah laku dengan warna dasar tertentu yang  dipegang oleh sekelompok manusia dalam lingkungan hidup tertentu.
2. Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau    agama tertentu. 
3. Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia      terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang              berlaku dalam lingkungannya

Nilai-Nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal
Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya.

Pengertian Anak Usia Dini
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami 5 proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Karena itulah, maka usia dini dikatakan sebagai usia emas, yaitu usia yang sangat berharga disbanding usia-usia selanjutnya.
Karakteristik anak usia dini
1. Usia 0-1 tahun; Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk,  berdiri, dan berjalan,  Mempelajari menggunakan panca indera, Mempelajari komunikasi sosial.
2. Usia 2-3 tahun; Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya,        Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa, Mulai mengembangkan emosi.
3. Usia 4-6 tahun; Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan kegiatan,  Perkembangan bahasa semakin baik, Perkembangan kognitif sangat pesat, Bentuk permainan anak masih bersifat individu.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Din
1. Metode Bermain 
Dengan bermain banyak nilai-nilai moral dan sosial yang dapat diajarkan, diantaranya: a)            Mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan mampu bekerjasama dengan              teman-teman sepermainan. b) Mengajarkan kepada anak agar memiliki sikap tenggang rasa, menolong sesama yang sedang membutuhkan. c) Mengajarkan kepada anak untuk mau berbagi bersama teman serta memiliki rasa peduli kepada orang lain. d) Mengajarkan tata bicara yang sopan, baik, dan benar kepada anak-anak. e) Memperkenalkan kepada anak tentang berbagai macam aturan baik yang ada di keluarga, lingkungan, sekolah maupun di jalan. f) Melatih anak-anak untuk menaati peraturan-peraturan tersebut. g) Mengajarkan kepada anak untuk belajar menerima konsekuensi atau akibat jika melanggar peraturan tersebut (wawancara dengan pendidik dan observasi
2. Metode Bercerita
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
3. Metode Pemberian Tugas
Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas individu antara lain: 
a) Melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya. 
b) Belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama. 

Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas secara kelompok antara lain: 
a) Mendorong anak untuk selalu bekerja sama.
b) Menumbuhkan kemauan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain
4.  Metode Bercakap-cakap
Melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat, agar anak dapat menjalin hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal.