NAMA : Febe Ririn Ariyani
NPM : 2213053277
Analisis jurnal 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
• identitas jurnal
nama penulis : Rukiyati
nama jurnal : jurnal Humanika
nomor: 1
tahun terbit : 2017
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pendidik Moral di Sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa
pendidik utama di sekolah adalah guru.
Walaupun demikian, perlu disadari
bahwa pendidik moral di sekolah tidak
terbatas pada guru semata Di sekolah
ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah.
Semua subjek tersebut berperan untuk
bersama-sama membangun moral siswa
agar menjadi orang yang baik.
Dalam arti ini, sekolah adalah
tempat publik bagi peserta didik untuk
dapat belajar pengetahuan dan keahlian
yang dibutuhkan untuk hidup dalam
demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah
bukan sebagai perluasan tempat kerja
atau sebagai lembaga garis depan dalam
pertempuran pasar internasional dan
kompetisi asing, sekolah sebagai ruang
publik yang demokratis dibangun untuk
membentuk siswa dapat mengajukan
pertanyaan kritis, menghargai dialog
yang bermakna dan menjadi agensi
kemanusiaan. Peserta didik belajar
wacana tentang organisasi umum dan
tanggung jawab sosial. Dalam konteks
inilah, guru berfungsi untuk
mewujudkan peserta didik agar menjadi
warga negara yang aktif dalam
masyarakat yang demokratis.
2. Materi Pendidikan Moral
Pendidikan moral untuk sesama manusia
mencakup nilai-nilai moral sosial seperti
kerjasama, toleransi, respek, berlaku
adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk
hubungan manusia dengan alam semesta
dapat diberikan dengan menguatkan
nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga
kelestarian alam, tidak merusak alam,
hemat, dan mendidik untuk
menggunakan kembali barang-barang
bekas (daur ulang) dalam bentuk yang
baru. Pendidikan moral untuk hubungan
manusia dengan Sang Khalik penting
dilaksanakan terlebih Indonesia adalah
negara yang berketuhanan Yang Maha
Esa (pasal 29 UUD 1945).
3. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31)
mengusulkan 100 cara atau metode
pendidikan moral, yang dipayungi dalam
lima kategori besar metode pendidikan
moral yaitu penanaman (inkulkasi)
nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai
dan moralitas, kecakapan untuk
mengembangkan nilai dan melek moral,
pelaksanaan program pendidikan nilai di
sekolah.
ada metode lain yang
lebih sesuai yaitu inkulkasi atau
penanaman nilai.
a. Inkulkasi nilai
b.Metode keteladanan
c.Metode klarifikasi nilai
d. Metode fasilitasi nilai
e. Metode keterampilan nilai moral
4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi
dilakukan untuk mengetahui
ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan
nilai meliputi tiga kawasan, yakni
penalaran nilai/moral, perasaan
nilai/moral dan perilaku nilai/moral.
Maka, evaluasi pendidikan nilai juga
mencakup tiga ranah tersebut. berupa
evaluasi penalaran moral, evaluasi
karakteristik afektif, dan evaluasi
perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
KESIMPULAN
Dari uraian yang telah
dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa
pendidikan moral di sekolah penting
dilakukan oleh guru dan segenap
komponen warga sekolah agar tercapai
pendidikan moral yang komprehensif.
Komponen-komponen pendidikan moral
di sekolah yang lain yang tidak kalah
penting adalah cakupan materi, variasi
metode, dan evaluasi yang menyeluruh.
Dengan memperhatikan komponenkomponen tersebut, sekolah dengan guru
sebagai peran utama dapat merancang
pendidikan moral secara lebih
komprehensif sehingga hasilnya dapat
dicapai secara optimal, yaitu
berkembangnya nilai-nilai moral dalam
diri peserta didik sehingga mereka
menjadi generasi muda yang berkualitas.