Kiriman dibuat oleh febe ririn ariyani 2213053277

Nama : Febe Ririn Ariyani 
Npm : 2213053277

Sepenggal Cerita Pengajar Muda Di Pelosok Kalimantan
Martencez Siregar seorang pengajar muda dari kegiatan Kampus Mengajar yang ditempatkan di desa tanjung matol kalimantan utara. Sebelum bergabung dengan kampus mengajar, dia sempat bergabung menjadi relawan gerakan peduli HIV/AIDS di Jayapura Papua. beliau mengajar anak anak kurang lebih sudah 6 bulan. Tanjung Matol yang berada di kecamatan sembakung nunukan dengan jarak tempuh 7 jam dari kabupaten. Anak anak dari tanjung mitol masih sangat sedikit yang minat untuk melanjutkan pendidikan jenjang SD. Orang tua disana masih kurang sadar pentingnya pendidikan. bahkan anak perempuan disana banyak yang menikah di usia dini. Martencez bahkan pernah bertemu dengan anak perempuan yang sudah dilamar dan akan menikah dengan orang yang usianya terpaut cukup jauh. Tak hanya persoalan pernikahan dini perempuan, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak juga menjadi persoalan. Gadis ini memiliki cita cita ingin menjadikan anak anak di tanjung matol mau pergi ke sekolah, belajar dan memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depannya. 
Martencez Siregar mengajar di SDN 11 Sembakung sejak Desember 2016. Pendidikan Anak Usia Dini belum ada di tanjung Matol, sehingga pendidikan sekolah dasar menjadi awal pendidikan disana. 

Potret seorang pemudi yang sangat membanggakan,. Seorang pengajar muda yang memberikan kontribusi nyata dengan meninggalkan kenyamanan yang ada untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
Nama: Febe Ririn Ariyani
NPM: 2213053277

ANALISIS JURNAL 2
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

PERANAN KELUARGA BAGI ANAK ANAK
keluarga secara etimologis berasal dari rangkaian kata kawula dan warga. fungsi keluarga ada 8 jenis yaitu edukasi, sosialisasi, proteksi, afeksi, religius, ekonomi, rekreasi, biologis 
 berdasarkan kepada beberapa fungsi keluarga diatas salah satu fungsi keluarga ialah fungsi pendidikan. Hal ini berarti orangtua sebagai pendidik pertama dan utama mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan kepada anaknya termasuk pendidikan moral

PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK- ANAK
Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang termasuk baik atau sebaliknya
Moral sangat penting bagi anak- anak, masyarakat bangsa dan umat. kalau moral rusak ketentraman dan kehormatan bangsa akan hilang

FAKTOR FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN NILAI DAN MORAL 
1. kurang tertanamnya nilai- nilai keimanan pada anak
2. lingkungan msyarakat yang kurang sehat 
3. pendidikan moral tidak terlaksana menurut semestinya, baik dirumah, sekolah , maupun masyarakat
4. suasana rumah kurang baik
5. diperkenalkannya secara populer obat obatan terlarang dan alat alat anti hamil
6. banyaknya tulisan tulisan, gambar- gambar, siaran siaran, kesenian- kesenian yang tidak mengindahkan dasar dasar dan tuntutan moral
7. kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
1. penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak
2. menanamkan pendidikan moral kepada anak anak
3. menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis



NAMA : Febe Ririn Ariyani
NPM : 2213053277

Analisis jurnal 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

• identitas jurnal
nama penulis : Rukiyati
nama jurnal : jurnal Humanika
nomor: 1
tahun terbit : 2017

HASIL DAN PEMBAHASAN 

1. Pendidik Moral di Sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah. Semua subjek  tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik.
Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.

2. Materi Pendidikan Moral
Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).

3. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.
ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai.
a. Inkulkasi nilai
b.Metode keteladanan
c.Metode klarifikasi nilai
d. Metode fasilitasi nilai
e. Metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).

KESIMPULAN
 Dari uraian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. 
Dengan memperhatikan komponenkomponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Nama: Febe Ririn Ariyani
NPM: 2213053277

ANALISIS VIDEO 4
ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING

Dijaman Globalisasi dan Moderenisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi, kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media. Bagi generasi muda kita dituntut untuk mengikuti zaman, namun kita juga harus melihat mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kita

Moral Secara Entimologis berasal dari bahasa latin yaitu "MOS" atau secara jamak yaitu "MORES" yang berarti kebiasaan atau adat. Dalam KBBI moral adalah aturan kesusialaan menganai baik buruk, salah benar.  Menurut Drs. H. Burhanuddin Salam, Menyatakan etika ilmu cabang filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk nilai manusia dalam kehidupan sehari- hari

3 Persamaan Etika dan Moral 
1. etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia 
3. etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut
Hal yang paling mendasar dalam etika dan moral adalah keluarga. keluarga merupakan kelompok kecil dan utama bagi manusia, nilai- nilai yang terkandung dalam keluarga yaitu keagamaan, sopan santun, dan kejujuran. 

Etika dan Moral yang sering terabaikan
1. Tidak pamit dan mencium tangan orang tua ketita hendak pergi
2. tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan 
3. tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah
4. tidak bertutur kata yang lembut dan sopan kepada orangtua 
5. membantah perintah orangtua
dan masih banyak lagi

Pengembangan Etika dan Moral
Pengembangan Etika dan Moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah. Sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena di sekolah terdapat tata tertib yang mengontrol perilaku siswa 

Tata Cara Belajar Online yang Benar
 Sopan Santun, memiliki rasa bertanggung jawab, peka terhadap pembelajaran online

Contoh Etika Berkomunikasi Dengan Baik 
1. perhatikan Waktu
2. bahasa yang baik dan sopan 
3. awali dengan salam 
4. mengucapkan kata maaf 
5. perkenalkan diri secara lengkap
6. to the point ( menyampaikan tujuan dengan jelas dan tidak bertele tele)
7. ucapkan terimakasih 
etika dan moral merupakan tolak ukur kualitas seseorang 



Nama : Febe Ririn Ariyani
NPM : 2213053277

Analisis Video 3
PENANAMAN DAN PENERAPAN NILAI- NILAI MELALUI 8 FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi Agama

nilai Moral; keimanan, ketaqwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan,  kesalehan, ketaatan, suka meonolong, disiplin, kesabaran, kasing sayang

2. Fungsi Sosial  Budaya

Nilai Moral; gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih

Nilai Moral; empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, bertanggung jawab

4. Fungsi Perlindungan

Nilai Moral; Pemaaf, tanggap, ketabahan

5. Fungsi Reproduksi

Nilai Moral; Bertanggung jawab, kesehatan, keteguhan

6. Fungsi Sosialis dan Pendidikan

Nilai Moral;  Percaya diri, Keluwesan, Kebanggan,  Kerajinan, Kreatifitas, Bertanggung Jawab, Bekerjasama

7. Fungsi Ekonomi

Nilai Moral: Hemat, Ketelitian, Disiplin, keuletan, kepedulian

8. Fungsi Pemeliharaan

Nilai Moral; kebersihan, kedisiplinan