Kiriman dibuat oleh Zalianti Jahratun Nisya (2213053005)

Nama: Zalianti Jahratun Nisya
NPM: 2213053005

Identitas Jurnal
Nama jurnal: JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN
Penulis: Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu,
Vebiyanti P Leo
Vol: 2
No: 1
Halaman : 13-17
Tahun Terbit: januari 2022
Judul Jurnal: PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM
MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI
SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Abstrak: Dalam abstrak menjelaskan Pendidikan Moral Pancasila menitikberatkan pada pengembangan nilai-nilai yang terkait dengan Pancasila, serta berfungsi sebagai pedoman baik buruknya perilaku manusia. Seiring berjalannya waktu, generasi muda dihadapkan pada prinsip-prinsip moral Pancasila yang diiringi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan korupsi.

Pendahuluan: Pendidikan Moral Pancasila merupakan salah satu bentuk pendidikan yang berupaya menanamkan nilai-nilai yang berkaitan dengan Pancasila kepada peserta didik. Metode pengajarannya berkisar pada penghayatan dan pemahaman berbagai komponen Pancasila sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPR II/MPR/1978, yang berisi tentang cara menghayati dan merasakan berbagai komponen Pancasila atau Eka Pancarya. Moralitas berasal dari kata mos = akhlak, budi pekerti, tingkah laku. Moralitas adalah suatu doktrin yang menggambarkan tentang baik dan buruknya tingkah laku, perbuatan, dan tingkah laku. Seseorang yang memperoleh sesuatu sebagaimana mestinya, dianggap sah dan bertindak dengan moralitas. Jika hal ini terjadi maka individu tersebut dianggap tidak bermoral. Moral dapat diwakili oleh kesetiaan, kepatuhan terhadap aturan dan nilai-nilai yang membentuk masyarakat, negara, dan bangsa secara keseluruhan. Pembahasan nilai merupakan bagian dari ranah filsafat, khususnya bidang nilai.

Metode : sosialisasi kepada siswa kelas III-V di SD Negeri Osiloa, tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.

Kesimpulan :Penerapan Sosialisasi Nilai Moral Pancasila dari SD Negeri Osiloa Kupang untuk Menumbuhkan Generasi Anti Korupsi , dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai moral sejak dini dapat mencegah ajakan/dorongan negatif Korupsi dilakukan sejak usia dini. Menanamkan nilai-nilai etika Pancasila pada diri peserta didik dapat membangun dan Biarkan siswa menjadi generasi emas yang mempraktekkan budaya antikorupsi sejak dini.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Pancasila merupakan seperangkat prinsip etika yang menjadi pedoman nilai-nilai moral bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan.
Lima nilai Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
Nilai-nilai ini penting dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita harus berusaha mewujudkannya. Berikut beberapa nilai yang bisa kita teladani dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari:

•Ketuhanan: Kita dapat mengamalkan nilai ini dengan menghormati agama dan kepercayaan orang lain. Kita juga bisa menunjukkan ketaqwaan kita kepada Tuhan dengan menjalankan kewajiban agama dan berbuat baik kepada sesama.
• Kemanusiaan: Kita dapat mempraktikkan nilai ini dengan berbelas kasih dan berempati terhadap orang lain. Kita bisa menunjukkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan dan membantu mereka yang kurang beruntung dari kita.
• Persatuan: Kita dapat mempraktikkan nilai ini dengan mengedepankan keharmonisan dan kerja sama dalam komunitas kita. Kita dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan saling menghormati perbedaan.
•Demokrasi: Kita dapat mempraktikkan nilai ini dengan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Kita dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan memilih, menyampaikan pendapat.
•Keadilan : Kita dapat mempraktikkan nilai ini dengan memperlakukan orang lain secara adil dan penuh rasa hormat. Kita dapat melawan ketidakadilan dan diskriminasi serta berupaya menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Untuk mendorong masyarakat memiliki nilai-nilai tersebut, kita bisa memulainya dengan meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang Pancasila dan nilai-nilainya. Kita juga bisa memimpin dengan memberi contoh dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Di era modern yang sering tergerus nilai-nilai, moral dan etika, kita perlu mengingatkan diri kita akan pentingnya nilai-nilai tersebut dan berusaha menjunjungnya dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213953005

1. Seberapa pentingnya nilai moral bagi generasi bangsa indonesia.
• Mengingat pendidikan nilai moral ini sangat penting bagi kelangsungan hidup para generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral kemungkinan besar bangsa dan Negara ini akan terus terpuruk dengan seribu satu permasalahan yang akan muncul.

2. Berikan Hambatan atau tantangan dalam menegakan nilai dan moral tersebut dikalangan generasi muda.
• Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi hambatan dan tantangan dalam menegakan nilai dan moral di kalangan para generasi muda. Banyak hal yang begitu cepat masuk salah satunya adalah faktor dari luar pergaulan, minimnya ajaran agama, lingkungan yang tidak baik, dan Peran orang tua juga mempengaruhi nilai sikap dan moral anak. Sebagai seorang remaja mereka sedang mancari jati diri sehingga terkadang kebablasan memfilter pengaruh baik dan buruknya informasi yang diterima.

3. Berikan dampak positif serta negatif yang di timbulkan dari penerapan nilai dan moral dikalangan generasi muda.
-Dampak Negatif : Pada tataran akademi di jenjang SMP seringkali terjadi tawuran antar pelajar, pada jenjang SMA tawuran pelajar frekuensinya meningkat, dari saling mengejek dan mencaci, saling lempar batu, saling memukul, dan bahkan menggunakan senjata tajam sehingga seringkali terjadi saling bunuh.

-Dampak positif : Remaja sebagai generasi penerus juga memiliki kemapuan potensial yang bisa diolah menjadi kemampuan aktual. Selain itu juga memiliki potensi kecerdasan intelektual, emosi dan sosial, berbahasa, dan kecerdasan seni yang bisa diolah menjadi kecerdasan aktual yang dapat membawa mereka kepada prestasi yang tinggi dan kesuksesan. Mereka memiliki potensi moral yang dapat diolah dan dikembangkan menjadi moral yang
positif sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan Negara yang penuh dengan kejujuran, tidak korup, semangat yang
tinggi dan bertanggungjawab.
NAMA : ZALIANTI JAHRATUN NISYA
NPM 2213053005
ANALISIS JURNAL

IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Insania
Volume : 16
Nomor : 2
Halaman : 119 - 133
Tahun Terbit : 2011
Judul Jurnal : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL BAGI GENERASU PENERUS
Nama Penulis : Ahmad Nawawi

Abstrak : Moral/ Religion Values Education in Indonesia from 1968 to nowadays are still neglected, it has not been addressed in a planned and serious. This is proved by the number of hours learning that has nuances of religious and moral education in minimal, it is only 2 to 4 hours per week than the hours from 34 to 42 hours per week. Moral/ Religion Values Education is very important for youth as the future generation, that lifted the nation’s dignity, increasing quality of life, life for the better, safe and comfortable and prosperous. Education is to form the next generation who has German brains and has Mecca heart that reflects a balance between knowledge and practice of the moral / religious values.
Ideal conditions of the next generation youth, as an individual who is growing, and therefore need to be given the opportunity to grow in proportion, directed, and optimal and get a balanced education services between knowledge and moral / religion education. But the factual conditions in the field as it appears in print and electronic media, in fact as the next generation, youths caught up in immoral behavior that is very worrying and fearing even disturbing the public, such as the emergence of biker gangs, fights .Albert Bandura and Kohlberg expected a solution to encourage the implementation of Moral/ Religion Values Education in Indonesia.

Pendahuluan : Apabila kita melihat dari sudut pandang psikologi perkembangan, dunia nampak semakin tua, manusia semakin cerdas, pengetahuan semakin dewasa, dan teknologi pun semakin canggih. Mungkin tidak, bahkan sebaliknya. Kehidupan kita nampaknya semakin mundur dan terpuruk, reformasi kita gebablasan, korupsi semakin terang-terangan dan merajalela, krisis multi dimensi pun tak kunjung selesai. Bangsa ini nampaknya sudah cukup lelah melihat, menyaksikan dan mengalami keadaan yang demikian. Era ini menyaksikan sosok bangsa ini yang lunglai, terkapar dalam ketidak berdayaan akibat berbagai krisis yang dialaminya. Keadaan tersebut tidak saja mengakibatkan terpuruknya ekonomi, tetapi juga mengakibatkan merosotnya kualias hidup, bahkan merosotnya martabat bangsa. Kalau kita telaah mungkin akan muncul sederetan faktor penyebab. Negara, beresiko kehilangan sepotong kedamaian dari budaya kita. SMP sudah mulai tawuran, menginjak SMA mendapatkan julukan SMA tawuran, dan ketika mereka menduduki bangku kuliah, apa yang terjadi.
Kalau mereka menjadi mahasiswa, mungkin akan menjadi mahasiswa yang agresif, pemberani, pendemo dan tukang tawuran. Kalau kelak mereka menjadi pejabat, mungkin tidak jujur dan korup. Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi tegaknya satu bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral kemungkinan besar suatu bangsa bisa hancur, carut marut. Munculnya kembali pendidikan budi pekerti sebagai primadona dewasa ini mencerminkan kegusaran bangsa ini akan terjadinya krisis moral bangsa dan ke hidupan sosial yang carut marut. Tanggung jawab itu dipikul oleh kita semua.

Tinjauan Teoretis: Pendidikan dalam arti yang luas meliputi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. Sedangkan nilai merupakan suatu ide - sebuah konsep - mengenai sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan. Studi tentang nilai biasanya terbagi ke dalam area estetik dan etik. Estetik berhubungan erat dengan studi dan justifikasi terhadap sesuatu yang dianggap indah oleh manusia, apa yang mereka nikmati. Dasar dari studi etik adalah pertanyaan mengenai moral - yang merupakan suatu refleksi pertimbangan mengenai sesuatu yang dianggap benar atau salah.

Teori pendidikan nilai moral: Lawrence Kohlberg adalah pengikut Piaget, menemukan tiga tingkat perkembangan moral yang dilalui para remaja awal, masa remaja, dan pasca remaja. Pebuatan baik dan buruk dinilai berdasarkan tujuannya. Jadi, ada perkembangan kesadaran terhadap perlunya aturan. Prinsip dasar belajar hasil temuan Bandura meliputi proses belajar sosial dan moral. Menurut Bandura sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui peniruan dan contoh perilaku . Anak mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku model contoh dari orang lain yang menjadi idola, seperti guru, orang tua, teman sebaya, dan atau insane film yang setiap saat muncul di tayangan televise. Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral siswa ditekankan pada perlunya conditioning dan imitation. Proses internalisasi atau penghayatan siswa terhadap moral standarts terus terjadi. Imitasi atau peniruan terhadap orang tua, guru, teman idola, dan insane film memainkan peran penting sebagai seorang model atau tokoh yang dijadikan idola atau contoh berperilaku sosial dan moral bagi siswa.

Pendidikan Nilai Moral : Pendek kata perilaku amoral ini mengancam keselamatan fisik dan jiwa diri mereka dan orang lain. Seperti yang kita saksikan di TV dan Koran hampir setiap hari terjadi demo dan bentrokan mahasiswa dengan aparat Negara. Perilaku amoral, tawuran kolektif, menurut Gustve le Bon dalam bukunya The Crowd, identik dengan irasionalitas, emosionalitas, dan peniruan individu. Perilaku seperti ini berawal dari sharing nilai atau penyebaran isu, kemudian kumpulan individu tersebut frustasi dan akhirnya melakukan tindakan anarkis. Faktor-faktor ini bisa menjadi penyebab terjadinya konflik yang dapat menimbulkan kerusuhan sosial « ujar Imam B. Pasojo, sosiolog dari UI. Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran dan posisi yang strategis. Mereka merupakan harapan masa depan bangsa. Maju atau mundurnya bangsa dan Negara ada di pundak mereka. Kalau mereka maju maka majulah Negara, tetapi kalau meraka bobrok, mundur, dan loyo, maka mundurlah Negara. Sudut pandang psikologi para remaja sebagai generasi penerus memiliki potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal. Potensi mereka yang prospektif, dinamis, energik, penuh vitalitas, patriotisme dan idealisme telah dibuktikan ketika zaman pergerakan nasional, pemuda pelajar telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu bisa terwujud apabila semua potensi mereka dikembangkan dan salah satunya adalah potensi moral.

Pendidikan nilai moral dan implikasinya: Dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan program yang berkualitas. Jika hal ini bisa dilaksanakan dengan baik, niscaya generasi akan memiliki moral yang baik, akhlak mulia, budi pekerti yang luhur, empati, dan tanggungjawab. Sehingga yang kita saksikan bukan lagi kekerasan dan tawuran, melainkan saling membantu, menolong sesama, saling menyayangi, rasa empati, jujur dan tidak korup, serta tanggungjawab. Sadar atau tidak kita sebenarnya telah melakukan kesalahan yang sangat merugikan anak. Misalnya ketika anak kita terbentur meja, kita katakana meja nakal, meja yang salah, sambil kita memukuli meja. Ini berarti anak telah kita ajari tidak jujur pada dirinya, dan selalu menyalahkan orang lain di luar dirinya, sehingga tertanam pada diri anak bahwa semua yang di luar dirinya adalah salah. Kalau itu terus berkembang, satu saat nanti ketika dia menjadi mahasiswa atau pejabat, dia akan menjadi manusia yang selalu menyalahkan orang lain, dan tidak pernah merasa dirinya yang bersalah dan harus meminta maaf.

Kesimpulan : Kalau hal ini tidak segera ditangani secara serius dan terencana yaitu dengan pendidikan nilai moral/agama, kemungkinan besar bangsa ini akan kehilangan generasi penerus. Mereka memiliki peran dan posisi strategis dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saran : Pendidikan Nasional, mengingat pendidikan nilai moral ini sangat penting bagi kelangsungan hidup para generasi penerus bangsa. Negara ini akan terus terpuruk dengan seribu satu permasalahan yang akan muncul. Pendidikan nilai moral perlu diperjuangkan di tingkat parlemen agar segera dapat terealisir.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005
ANALISIS JURNAL

IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume : 9
Nomor : 3
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, mohd Zailani Mohd yusoff.

Judul jurnal : Dari judul jurnal sudah sesuai dengan isi yang dibahas mengenai pendidikan nilai dan moral sistem kurikulum pendidikan di Aceh. Nama jurnal sudah jelas dan singkat.

Abstrak : Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Penyelenggaraan Pembelajaran. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam.

Pendahuluan: Salah satu aspek terutama dalam kehidupan seorang Muslim merupakan mempunyai standar moral yang besar. Ini terutama berkaitan dengan pengajaran dan pendisiplinan siswa untuk memiliki perilaku dan karakteristik pribadi yang terbaik. Perkembangan IPTEK yang luar biasa yang menyebabkan terjadinya proses interaksi kultural yang lebih terbuka. Dalam hal ini, pengembangan moral siswa secara otomatis terkait dengan sistem pendidikan.
Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Perubahan sosial yang pesat dalam gaya hidup menyebabkan ketidak cintaan dalam sosial budaya di kalangan remaja. Fenomena tersebut terlihat dari akhlak, gaya hidup, dan aktivitas sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Namun demikian, perubahan yang sangat cepat ini berdampak serius pada kehidupan sosial melalui proses aspek kognitif dan emosi , bahkan juga berdampak pada pembangunan bangsa dalam jangka panjang. Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh, Indonesia.
Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penjelasan tersebut akan dijelaskan secara detail pada bagian pembahasan artikel ini selain dijelaskan mengenai konsep pendidikan nilai dan moral secara umum pada bagian tinjauan literatur.

Tinjauan literatur: Metode Banyak pakar mencoba mendeskripsikan konsep pendidikan nilai dan moral. Lickona menggambarkan bahwa nilai terlihat. Nilai terdiri dari sifat baik sebagai bentuk perilaku moral yang sesuai. Dengan demikian, nilai merupakan bentuk perilaku konkrit, atau penerapan akhlak. Menurut Yildirim & Dilmac menyatakan bahwa nilai berkaitan erat dengan emosi, pikiran dan perilaku manusia. Menurut Senturk & Aktas menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial mengakomodir masyarakatnya dengan menyerap nilai-nilai, sikap, dan kepercayaannya. Sahin, menyatakan bahwa nilai tidak hanya mempengaruhi budaya tetapi juga dipengaruhi oleh budaya, termasuk kualitas menjadi warga negara yang baik. Gejala nilai terlihat dari perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan nilai sangat penting untuk dijalani dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan siswa. Nilai-nilai baik siswa dapat mengurangi tren bullying pada siswa . Faktanya, penelitian Enu & Esu menemukan bahwa pendidikan nilai dapat menjadi katalisator pembangunan nasional.


Pembahasan : Sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selian bidang agama, budaya dan politik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulaiman et al. Ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Pendidikan Nasional di Aceh sebagaimana dimaksud pada ayat diatur dengan Peraturan Gubernur. Aceh adalah seni tari Lampuan Aceh lari merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat diminati oleh siswa. Sedangkan pengembangan karir siswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling dan beberapa Kepala Sekolah di Aceh memberikan informasi bahwa sekolah memberikan program layanan konseling bagi siswanya. Prinsip penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada transparansi, akuntabilitas, demokrasi, dan pendekatan keteladanan. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan era revolusi industri 4.0. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.

Kesimpulan :
Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.
Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.