Posts made by CHEZA MELVINOSA 2213053251

Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 4

Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring

Dalam zaman modernisasi saat ini sangat mudah untuk mendapatkan berbagai macam informasi melalui sosial media, hal tersebut bisa menjadi tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita. Sebagai generasi muda yang tentunya mengikuti perkembangan zaman, kita haruslah bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita. Mengapa? karena kita merupakan generasi muda yang akan meneruskan bangsa ini. Maraknya permasalahan sosial yang muncul didalam berita televisi seperti pembunuhan, pembullyan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran, bahkan membunuh orang tua merupakan polemik yang sangat memprihatinkan. Hal-hal tersebut berhubungan dengan etika dan moral. Etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia.

Moral ecara etimologisl berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat-istiadat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila. Sedangkan etika menurut Drs. H. Burhanudin Salam menyatakan bahwa etika adalah suatu cabang pengetahuan filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan etika yang bisa menentukan tingkah laku manusia dalam kehidupannya. Maka dari itu, etika dan moral sangat berkesinambungan.

3 Persamaan etika dan moral :
  1. Etika dan moral mengacu pada perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang.
  2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.
  3. Etika dan moral bukanlah faktor keturunan.
Contoh etika berkomunikasi dengan baik Dalam proses pembelajaran Daring
  • Perhatikan waktu
  • Bahasa yang baik dan sopan
  • Perkenalkan diri secara lengkap
Etika berkomunikasi dalam satu grup chat
  • Gunakan nama asli akun sosial media
  • Tampilkan foto asli di group chat
  • Dari pembicaraan di luar topik pembelajaran
  • Bicara , komentar yang baik dan sopan
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 3

Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga
  1. Fungsi Agama, Nilai moral dalam fungsi agama yaitu keimanan, ketaqwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang. Hal-hal tersebut harus ditanamkan disetiap anggota keluarga.
  2. Fungsi Sosial Budaya, Nilai moral dalam fungsi ini yaitu gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan yang terakhir kebangsaan.
  3. Fungsi Cinta Kasih, Nilai moral dalam fungsi cinta dan kasih adalah mpati (peka), keakraban, keadilan, pemaaf, kesetian, pengorbanan, suka menolong, dan bertangung jawab.
  4. Fungsi Perlindungan, Nilai moral dalam fungsi ini yaitu pemaaf, tanggap, dan juga ketabahan.
  5. Fungsi Reproduksi, Nilai moral yang terkandung dalam fungsi ini yaitu bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
  6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Nilai moral dalam fungsi ini yaitu percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.
  7. Fungsi Ekonomi, Nilai moral dalam fungsi ini yaitu hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.
  8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan, Nilai norma dalam fungsi ini yaitu kebersihan dan juga kedisiplinan.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 2

Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)

Dalam video tersebut berisikan murid yang tidak sopan terhadap pendidik atau guru. Kemudian, guru tersebut menegur dan memberi hukuman kepada siswa dengan cara memintanya untuk keluar dari kelas yang sedang dia ajar. Hal ini bertujuan supaya murid tersebut tidak lagi melakukan hal yang sama didalam kelas.

Selain itu, pada saat pulang sekolah ada dua murid yang pergi bermain sambil merokok serta meminum minuman keras. Kemudian, guru melihat murid tersebut,lalu besoknya pada saat masuk sekolah kedua murid itu di panggil ke ruangan untuk di tegur dan di beri nasihat dengan tujuan agar murid itu paham dan dapat berubah perilakunya dari yang buruk menjadi jauh lebih baik lagi dan dapat mencerminkan sebagai seorang pelajar yang baik.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 1

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar

Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral adalah sutu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dab buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangatlah penting untuk adan SD karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang bai di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak
  1. Perundungan di sekolah, perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban baik secara fisik maupun mental.
  2. Kekerasan fisik dalam keluarga.
Peranan Orang Tua dan Guru
  1. Orang tua berperan penting dalam pendidikan moral anak dikarenakan apapun yang dilakukan oleh orang tua pasti akan dilihat dan ditiru oleh anak,.
  2. Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak. Hal yang bisa dicontohkan oleh guru misalnya datang tepat waktu ke sekolah.
Penyelesaian Terhadap Moral Anak
Supaya siswa tidak menyimpang dengan tujuannya maka dibutuhkan motivator agar tujuannya bisa tercapai dengan cara memberi nasihat.

Kesimpulan
Upaya dalam mewujudkan nila-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal. Bukan hanya dari guru, tetapi pendidikan moral sudah harus diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru. Maka dari itu, orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251
Kelas : 3H

Analisis Jurnal 2

IDENTITAS JURNAL
Halaman : 1-10
Nama penulis : Lia Yuliana, M.Pd
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

PEMBAHASAN
Pengertian moral
Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Pendidikan moral bukan sesuatu yang dapat ditambahkan atau boleh dikaitkan pada pendidikan begitu saja, melainkan sesuatu yang hakiki dan bahkan menduduki tempat yang amat sentral dan strategis dalam pendidikan sehingga perlu dirancang secara khusus agar dapat mentransferkan makna pendidikan nilai moral yang hakiki menuju peradaban bangsa.

Nilai-nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt (2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005: 29 Nilai moral diartikan sebagai isi mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan norma. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal
Moral menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat. Nilai partikular yakni hanya berlaku bagi sekelompok manusia tertentu atau dalam kesempatan tertentu, misalnya nilai sebuah tutur kata. Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama.

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain, Dengan bermain banyak nilai-nilai moral dan sosial yang dapat diajarkan, diantaranya: a) Mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan mampu bekerjasama dengan teman-teman sepermainan. b) Mengajarkan kepada anak agar memiliki sikap tenggang rasa, menolong sesama yang sedang membutuhkan, dan sebagainya.
2. Metode Bercerita, Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Setelah bercerita dapat menyampaikan pesan-pesan moral misalnya sikap rendah hati, kejujuran, dll.
3. Metode Pemberia Tugas, Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas individu antara lain: Melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya. Belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama.
4. Metode Bercakap-cakap, Melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat, agar anak dapat menjalin hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik.