Posts made by CHEZA MELVINOSA 2213053251

Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 1

Video Animasi Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat

Contoh nilai dan moral yang baik di lingkungan Masyarakat
1. Tolong menolong, misalnya ada teman kita sedang kesusahan membawa sesuatu kita harus membantu nya agar meringankan barang bawaan nya .
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik
Jika kita bertemu teman yang kita kenal sebaiknya sapa dan sedikit basa basi dengan menggunakan bahasa yang baik .
3. Menghargai pendapat orang lain, misalnya jika ada teman kita yang menyampaikan pendapat lebih baik kita menghargai pendapat nya .
4. Bertegur sapa, misalkan kita bertemu teman kita jangan sombong dan tidak mau bertegur sapa harus saling bertegur sapa .
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram, yaitu dalam kelas sebaiknya jika ada guru yang menerangkan kita diam dan mendengarkan dengan baik.

Contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat
1. Mencuri
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
3. Memandang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi
5. Membuang sampah di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman berantam

Kesimpulan
Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memilik makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak, budi pekerti, ataupun susila.
Analisis Jurnal 2
Oleh : Cheza Melvinosa 2213053251

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Volume: 03
Nomor : 03
Halaman : 17-27
Tahun Terbit : 2021
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Nama Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana

Metode Penelitian
Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Hasil dan Pembahasan
Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.

Setelah dikaji lebih dalam mengenai etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Analisis Jurnal 1
Oleh : Cheza Melvinosa 2213053251

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurusan Administrasi Pendidikan
Volume : -
Nomor : -
Halaman : -
Tahun Terbit : -
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Nama Penulis : Suparlan Suhartono

Hasil dan Pembahasan
Sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat. Itu adalah individualisme yang sangat menekankan pada kepentingan individu kolektivisme yang menekankan pada kepentingan masyarakat. Kenyataan itu sebenarnya dipahami sebagai hakikat masyarakat manusia itu sendiri. Itu sebabnya konflik secara historis masih terus berlanjut saat ini dan mungkin akan tetap seperti itu, hingga waktu yang tidak diketahui di masa depan. Terlebih lagi, konflik itu adalah kini sepenuhnya diwarnai oleh perilaku korup. Dari pendekatan filsafat moralitas (etika), Namun, tidak ada gunanya mengakhiri konflik itu sama sekali. Karena itu, signifikan Masalahnya adalah ‘bagaimana mungkin menggabungkan dua potensi di balik konflik’. Untuk mewujudkan hal itu tujuan, diyakini bahwa baik hati nurani maupun perilaku etis mempunyai kekuatan yang tepat memecahkan masalah itu. Ada dua alasan, a) Kesadaran Moralitas, yaitu hati nurani adalah kebebasan individu dan sumber daya kreativitas, dan, b) Norma etika harus mampu memimpin kreativitas individu dalam rangka meningkatkan perkembangan masyarakat manusia. Akhirnya bisa jadi menyimpulkan bahwa masyarakat yang sarat dengan kesadaran moralitas individu harus ditumbuhkan dan berkembang, dan sebaliknya, masyarakat dengan norma-norma etika harus tertata.

Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Menurut sudut pandang manajemen pendid ikan, ada dua pilihan yaitu apakah dengan sistem menyeragamkan atau justru membina kebebasan untuk mengembangkan berbagai kreativitas individual. Jika penyeragaman dipilih, maka potensi kreativitas individual sebagai hak individu bisa terancam tidak berkembang. Sebaliknya, jika pembebasan dipilih, maka kemapanan sosial sebagai hak masyarakat bisa goyah. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. 
Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. 
Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berprodu ksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan ( renewable).
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 4
Film Pendek Korupsi - Pendidikan Anti Korupsi

Film ini mengisahkan seorang siswa SMKN 3 Wonosari bernamaHanafi. Hanafi memiliki kebiasaan buruk yaitu adalah suka membuat nota palsu . Hanafi dimintai tolong untuk mem foto copy kertas sebanyak 5rb dan hanafi meminta nota kepada tukang fotocopy, tetapi Hanafi menulisnya sebanyak 10rb di dalam nota.

Pada saat keluar kelas Hanafi duduk di kursi teras depan kelas dengan keadaan badan nya yang tidak enak , kemudian teman nya Bayu menghampiri Hanafi dan menanyakan keadaan Hanafi , setelah itu Bayu bertanya apakah di sekolah nya itu ada yang korupsi atau tidak , kemudian Hanafi bercerita kata pak ustad kalau makan hasil uang korupsi bisa menjadi penyakit di dalam tubuh , seketika Hanafi ingat dengan nota palsu dan keadaan badan nya . Hanafi pun tersadar apa yang telah ia buat dan ingin mengganti uang yang telah ia pakai dan akhirnya Hanafi mengaku pada ketua kelas dan meminta maaf atas perbuatan nya .
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 3
Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Jepang merupakan negara yang sistem pendidikannya terbaik didunia dan Pendidikan Dasarnya merupakan yang paling top. Maka dari itu, mari kita lihat perbedaan pendidikan dasar Jepang dan Indonesia.

1. Kebersihan sejak dini
Kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik tidak diajarkan di kurikulum pendidikan indonesia.
Sedangkan kurikulum jepang mengharuskan semua siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka sendiri agar siswa dapat bekerjasama, berbagi tanggung jawab, dan peka terhadap kondisi lingkungan yang kotor.

2. Makan bersama
Sekolah di Indonesia memiliki kantin, serta jajanan di luar sekolah. Makanan untuk siswa diindonesia sangat beragam.
Sedangkan dalam pendidikan jepang, proses makan dianggap penting. Pendidikan jepang mengatur makanan siswa, mulai dari menu, gizi, hingga cara mereka makan. Makan siang siswa di jepang dilakukan bersama-sama dan diikuti oleh para guru guna membangun hubungan positif antar siswa maupun guru.

3. Mata pelajaran sedikit
Mata pelajaran di indonesia sangat banyak, dan diajarkan berulang dalam semingu.
Sedangkan di Jepang, mata pelajaran tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu dalam seminggu.

4. Pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian.
Sedangkan pendidikan dasar jepang tidak melibatkan ujian dalam 3 tahun pertama. Para siswa akan difokuskan pada pendidikan karakter.

5. Membaca dulu
Indonesia memiliki minat baca yang rendah, yang disebabkan karena kurang dibiasakan untuk membaca buku di sekolah.
Sedangkan jepang, membiasakan para siswa untuk membiasakan membaca selama 10 menit, itu sebabnya mereka memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan sekolah
Di indonesia, tidak terlalu memperhatikan perlengkapan sekola siswa. Siswa mengenakan perlengkapan yang berbeda.
Sedangkan di jepang, perlengkapan sekolah sangat diperhatikan, siswa mengenkan perlengkapan yang sama agar tidak menimbulkan kesenjangan.

7. Seragam Sekolah
Di indonesia memiliki banyak seragam sekolah.
Sedangkan di jepang, siswa hanya memakai satu seragam sekolah.