Posts made by Nawang Lutfia Sani 2213053287

Nama: Nawang Lutfia Sani
NPM: 2213053287

Nilai nilai yang harus diteladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut sesuai dengan sila sila Pancasila:
-Sila pertama (Ketuhanan yang maha esa) yaitu percaya kepada tuhan dan melaksanakan perintah nya. Contoh nya bersyukur kepada tuhan, melaksanakan ibadah sesuai agama yang di anut, tidak memaksakan agama kepada orang lain, berdoa sebelum melakukan sesuatu, menghormati agama orang lain.

-Sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) yaitu bersikap saling mencintai sesama manusia. Contohnya: membantu korban bencana alam, membantu sesama manusia, tidak berbuat kasar, menolong orang yang kesulitan, bersikap sopan kepada orang tua.

-Sila ketiga (Persatuan Indonesia) yaitu sikap cinta terhadap bangsa Indonesia. Contohnya: mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai produk buatan Indonesia, bermain dengan teman harus rukun, melestarikan budaya daerah, tidak membeda-bedakan suku dan agama.

-Sila keempat (Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan) yaitu musyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contohnya: menyampaikan pendapat, berdiskusi, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat, bermusyawarah dalam mencapai mufakat.

-Sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) bersikap adil terhadap sesama. Contohnya: tidak berbuat curang, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, dan bergotong royong.


Untuk mendorong seseorang, khususnya generasi muda, untuk meneladani dan menerapkan nilai-nilai dalam Pancasila dalam era modern yang cenderung mengalami perubahan nilai dan etika yang harus dilakukan adalah:

1. Memasukkan pendidikan nilai-nilai moral dan etika dalam kurikulum dapat membantu siswa memahami pentingnya dan makna nilai-nilai Pancasila.

2. Orang dewasa, termasuk orang tua, guru, dan pemimpin masyarakat, harus menjadi contoh yang baik dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka harus menunjukkan integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab dalam tindakan mereka.

3. Mengajak generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan berkontribusi pada masyarakat dapat membantu mereka merasakan nilai-nilai sosial dalam tindakan nyata. Ini dapat mencakup kegiatan amal, kerja sukarela, atau proyek sosial.

4. Berbicara dan mendiskusikan nilai-nilai Pancasila dengan generasi muda, membantu mereka memahami latar belakang sejarah dan filosofi di balik Pancasila. Ini membantu mereka merasa terhubung secara lebih mendalam dengan nilai-nilai tersebut.

5. Menggunakan teknologi modern, seperti media sosial atau platform daring, untuk menyebarkan pesan dan konten yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang relevan bagi generasi muda.

Penting untuk diingat bahwa perubahan nilai dan etika dalam masyarakat adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan upaya yang berkelanjutan. Dengan memadukan pendidikan, contoh nyata, dan keterlibatan aktif, kita dapat membantu generasi muda memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka, sehingga nilai-nilai ini tetap relevan dan kuat dalam era modern.
Nama: Nawang Lutfia Sani
NPM: 2213053287

1. Seberapa pentingnya Pendidikan moral bagi generasi bangsa Indonesia?
Menurut pendapat saya pendidikan moral sangat penting bagi generasi bangsa Indonesia karena generasi bangsa tersebut lah yang akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Karena generasi muda akan menjadi penentu kemajuan suatu bangsa maka harus mempunyai pemikiran yang lebih jauh untuk memajukan bangsanya. Hal ini dapat terwujud jika generasi bangsa mendapatkan Pendidikan moral untuk membekali diri agar menjadi manusia yang lebih baik, lebih berguna, lebih bernilai, lebih berkualitas, dan memiliki moral. Pendidikan moral juga merupakan modal untuk memperbaiki kondisi bangsa dengan menanamkan sikap jujur kepada setiap individu. Remaja sebagai generasi penerus harus diselamatkan melalui pendidikan nilai moral. Sehingga harkat dan martabat bangsa bisa terangkat. Kualitas hidup meningkat, dan kesejahteraan serta kenyamanan pun bisa didapat. Tanpa adanya Pendidikan moral maka bangsa kita akan mengalami keterpurukan hal ini karena generasi penerus tidak bisa mengontrol diri, tidak berperilaku baik bahkan ia akan kehilangan jati diri, sehingga kemungkinan besar bangsa ini akan kehilangan generasi penerus bangsa. Itulah mengapa Pendidikan moral ini sangat penting bagi generasi penerus bangsa.

2. Hambatan dan tantangan dalam menegakkan nilai dan moral
• Adanya pengaruh media sosial.
dengan adanya pengaruh teknologi dan media sosial ini seseorang bisa saja menyebarkan informasi yang salah. Atau bahkan denganadanya teknologi dan sosial media anak-anak bisa saja mengakses hal-hal yang tidak baik kemudian mencontohnya, seperti halnya film kekerasan, tawuran, membunuh dan lain sebagainya. Hal ini dapat menjadi hambatan dan tantangan dalam penegakkan nilai dan moral.
• Tidak mendapatkan Pendidikan moral sejak dini.
pada jurnal yang saya baca idealnya sebagai generasi penerus maka pendidikan moral ini harus ditanamkan sejak dini dan harus dikelola dengan serius.
• Pengaruh lingkungan.
Lingkungan dapat menjadi hambatan dan tantangan dalam penegakkan nilai dan moral karena tidak bisa dipungkiri bahwa setiap individu pasti tingal disebuah lingkungan, terlebih jika anak kecil yang mudah meniru perilaku buruk orang dewasa tanpa dia mereka sadari bahwa perilaku yang dilakukan adalah perilaku tidak baik. Pentingnya memilih lingkungan yang baik untuk anak.
• Kurangnya Pendidikan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang tidak bersekolah sama sekali. Hal ini mungkin dikarenakan akses kesekolah yang sulita atau kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Jika sejak dini anak tidak memperoleh Pendidikan baik dari keluarga atau sekolah maka anak itu kan sulit menerapkan nilai moral. Oleh karena itu Pendidikan sejak dini adalah Langkah awal terbentuknya moral anak.
• Perbedaan budaya dan agama
Seringkali perbedaan ini menjadi konflik nilai dan moral. Karena adanya perbedaan agama atau budaya bukan berarti kita tidak perlu berperilaku sopan, saling menghormati, dan berperilaku baik. Keadaan ini juga dapat menjadi hambatan dan tantangan penegakkan nilai dan moral, apalagi jika adanya ketidaksepahaman budaya atau agama.

3. Dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari penerapan nilai dan moral
Dampak positif:
• Tumbuhnya perilaku baik sesuai dengan nilai dan moral.
• Memiliki kesopanan dan toleransi yang tinggi.
• Membangun kepekaan siswa terhadap lingkungan sehingga membangun rasa empati dan etika.
• Membantu untuk dapat mengontrol diri.
• Melatih percaya diri, tanggung jawab dan kejujuran.
• Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
• Meningkatkan potensi generasi penerus bangsa.
Dampak Negatif:
Apabila tidak ada lingkungan yang mendukung maka penerapan nilai dan moral hanya akan sia-sia. Perlu adanya dukungan dari lingkungan sekitar dan keluarga agar penerapan nilai dan moral berhasil. Selain itu jika kurang tepat dalam menyampaikan Pendidikan nilai dan moral maka akan menghasilkan usaha yang sia-sia pula. Karena apa yang kita harapkan tidak sesuai karena salah penyampaian informasi.
Nama: Nawang Lutfia Sani
NPM: 2213053287

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
Nama Jurnal: INSANIA
Volume : 16
Nomor : 2
Halaman : 119 - 133
Tahun Terbit : 2011
Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus
Nama penulis : Ahmad Nawawi

Judul: Jurnal ini berjudul “ Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus”. Judul berjumlah 7 kata dan judul tersebut sudah sesuai dengan isi jurnal yang ditulis karena membahas mengenai Pendidikan nilai dan moral yang diselengarakan di provinsi Aceh.

Penulis : Jurnal ini ditulis oleh Ahmad Nawawi . penulisan nama jurnal sudah benar karena nama penulis ditulis tanpa gelar.

Abstrak: Dalam jurnal ini abstrak ditulis dengan menggunakan Bahasa Inggris saja. Dalam abstrak ini terdapat penjelasan singkat mengenai isi dari jurnal. Penulisan abstrak sudah menggunakan bahasa yang jelas sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

Kata kunci: Dalam jurnal ini kata kunci ditulis menggunakan Bahasa Inggris saja. Kata kunci terdiri dari 2 kata yaitu “Moral Values Education / Religion, next generation.” Istilah yang digunakan pada kata kunci ini mengacu pada bidang Pendidikan nilai dan moral untuk generasi penerus. Menurut pendapat saya kata kunci yang digunakan ini sudah benar dan sesuai dengan isi jurnal.

Pendahuluan: Membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral dan agama bagi generasi muda di Indonesia. Penulis berpendapat bahwa pendidikan nilai sangat penting bagi masa depan bangsa karena dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta meningkatkan kesejahteraan. Artikel ini juga menyoroti kondisi pendidikan nilai di Indonesia saat ini dan perlunya pendekatan pendidikan nilai yang lebih komprehensif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku.

Tinjauan Teoritis: Tinjauan teoritis adalah sebuah penelitian yang berguna sebagai dasar teori yang digunakan dalam penelitian tersebut. Pada bagian ini dijelaskan mengenai teori pendidikan nilai moral untuk menambah pengetahuan dalam penelitian. Terdapat pula pengetian nilai dan pengertian moral yang dikeukakan oleh para ahli. Pendidikan nilai moral adalah usaha untuk memberikan ilmu kepada peserta didik yang meliputi nilai etika, nilai baik dan buruk, benar atau salah, akhlak mulia, budi pekerti agar mencapai kedewasaannya dan bertanggung jawab.

Pembahasan: Pada bagian ini juga memuat teori-teori pendidikan nilai moral dianataranya adalah teori Perkembangan Pertimbangan Moral Kohlberg yang membahas tentang tingkatan perkembangan remaja yaitu remaja awal, masa remaja, dan pasca remaja. Kemudian ada pula teori belajar sosial dan moral Albert bandura, teori ini membahas tentang proses belajar sosial dan moral. Selain itu pada bagian ini juga membahas tentang fenomena tingkah laku amoral remaja yang semakin meningkat. Padahal remaja adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran dan posisi yang sangat penting untuk bangsa. Untuk mengatasi permasalahan ini pada jurnal dibahas mengenai cara untuk menangani masalah itu, yaitu dengan menetapkan jam pelajaran yang memadai, program yang jelas, Teknik dan pendekatan proses belajar yang sesuai dan fasilitas yang memadai. Jika hal ini bisa dilaksanakan dengan baik maka generasi penerus akan memiliki moral yang baik , berakhlak mulia, berbudi luhur, berempati dan bertanggungjawab.

Kesimpulan: pada jurnal ini kesimpulan ditulis dengan uraian paragraf dan menurut saya penulisan ini lebih terstruktur dan mudah dipahami. Pendidikan nilai moral telah lama ada dan didukung oleh teori para ahli. Pendidikan di sekolah maupun dirumah hendaknya menjadi contoh tauladan yang baik dan mencerminkan tingkah laku yang mengandung nilai moral yang baik.
Nama :Nawang lutfia Sani
NPM : 2213053287
Kelas : 3/J

ANALISIS JURNAL
Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume :9
Nomor : 3
Halaman : 710 - 724
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff

Analisis Jurnal
-Judul: jurnal ini berjudul “ Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh”. Judul tersebut berjumlah 10 kata dan judul tersebut sudah sesuai dengan isi dari jurnal yang ditulis karena isi jurnal sudah membahas mengenai Pendidikan nilai dan moral yang diselenggarakan di provinsi Aceh.

-Penulis: Jurnal ini fitulis oleh empat orang penulis yang bernama “ Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff” penulisan nama pada jurnal ini sudah benar karena nama penulis ditulis tanpa gelar.

-Korespondensi: Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan adanya alamat email yaitu “ iwanfajri@upi.edu, rahmat@upi.edu, dadangsundawa@upi.edu, myzailani@uum.edu.my “ dan Lembaga Pendidikan “Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia, School of Education and Modern Languages, Universiti Utara Malaysia, Kedah, Malaysia” .

-Abstrak: dalam jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dalam abstrak ini terdapat penjelasan singkat mengenai isi dari jurnal. Penulisan abstrak sudah menggunakan bahasa yang jelas sehingga mudah dipahami oleh pembaca dan abstrak terdiri dari satu paragraph.

-Kata Kunci: Dalam jurnal ini kata kunci yang ditulis menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kata kunci terdiri dari empat istilah yaitu “ Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.” Istilah yang digunakan pada kata kunci ini mengacu pada bidang Pendidikan nilai dan moral dengan kurikulum islami. Menurut pendapat saya kata kunci yang digunakan ini sudah benar dan sesuai dengan isi jurnal.

-Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan jurnal ini, telah berisi tentang paparan tentang masalah yang akan dikaji. Masalahnya adalah Pendidikan memegang peran utama dalam pembentukan akhlak siswa sekolah bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. peran Pendidikan dalam hal ini sangat penting karena adanya perubahan sosial yang pesat dalam gaya hidup yang menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya khususnya para remaja. Pada bagian ini juga membahas mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik, juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dalam pendahuluan ini juga dijelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Menurut pendapat saya bagian pendahuluan pada jurnal ini sudah sangat baik dan mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang baik dan jelas.

-Tinjauan Literatur: tinjauan literatur adalah sebuah penelitian yang berguna sebagai dasar teori yang digunakan dalam penelitian tersebut. Dalam hal ini pemerintah Aceh sedang menyusun kurikulum berdasarkan ajaran qanun tentang penyelenggaraan Pendidikan islam. anyak pakar mencoba mendeskripsikan konsep pendidikan nilai dan moral. Salah satu pakar yang dijelaskan adalah Lickona (2004) yang menggambarkan bahwa nilai terlihat. Selain itu, dalam tinjauan literatur ini juga dijelaskan mengenai landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh. Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik, juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dalam tinjauan literatur ini juga dijelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam yang menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

-Pembahasan: pada jurnal ini peneliti sudah mencantumkan pembahasan mengenai konsep Pendidikan moral dan sistem Pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh dalam penyelenggaraan Pendidikan islam berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Selain itu, pada bagian ini dijelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik, juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dalam pembahasan juga dijelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sulaiman et al. (2020) yang menjelaskan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur. Terdapat pula pembahasan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan nilai dan moral menurut Lickona (2004) yang menggambarkan bahwa nilai terlihat. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam yang menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

-Kesimpulan: Pada jurnal ini kesimpulan ditulis dengan ringkas dan jelas dan tidak mengandung sesuatu yang baru dalam penelitian. Pelaksanaan Pendidikan di sekolah Aceh sudah islami sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Proses belajar yang dilaksanakan do aceh berbasis budaya islami dan syariat islam di Aceh.