penanaman nilai dan moral
1. di lingkungan keluarga : yaitu mengajarkan untuk selalu jujur, sederhana dan nilai moral etika lainnya dengan cara orang tua mencohkan maupun menekankan nya.
2. di lingkungan sekolah : endidik memegang peran utama dalam menanamkan nilai dan moral. Pelajaran-pelajaran yang diintegrasikan dengan nilai-nilai moral, kegiatan ekstrakurikuler, serta kebijakan sekolah yang mendukung pendekatan ini dapat berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Hambatan dalam konteks ini mungkin terkait dengan keterbatasan sumber daya, kurikulum yang tidak memadai, atau kurangnya keterlibatan penuh dari semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan siswa.
3. di lingkungan masyarakat : 1. Menghormati sesama manusia, tua atau muda · 2.membungkukkan badan ketika melewati orang yang lebih tua · 3. Menyantuni anak yatim piatu dipanti . 4. menghormati kepercayaan/agama orang lain.
hambatan penanaman nilai dan moral :
Lingkungan Keluarga : ketidaksesuaian antara nilai yang diajarkan di rumah dengan nilai yang diterima dari lingkungan luar.
Sekolah : kurangnya sumber daya, kurikulum yang kurang mendukung pendidikan karakter, dan kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung penanaman nilai dan moral di sekolah.
Masyarakat : adanya tekanan dari lingkungan sekitar yang kurang mendukung nilai-nilai positif, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya penanaman nilai dan moral.
strategi :
konsisten dalam menalukan penanaman nilai dan moral, jangan mudah putus asa apabila tidak sesua yg di ajarkan , dan sesalu memberikan contoh agar anak terbiasa melakukan sesuatu sesuatu sesuai etika dan moral.