Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 2213053122
Kelas : 2A
Pretest 10
Menganalisis video
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.
Perkembangan demokrasi di Indonesia dibagi menjadi 5,yaitu:
1. Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan, demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas. Pers yang mendukung revolusi kemerdekaan salah satunya adalah Tempo.
2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959), pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia. Karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Akan tetapi, demokrasi parlementer tidak berjalan semestinya sehingga gagal. Hal ini didasarkan pada (1) dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik; partai "islam", partai "nasionalis", partai "non islam". (2) Persamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan demokrasi parlementer (1959-1965)
Politik pada masa ini diwarnai dengan tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu. Yaitu ABRI vs Soekarno vs PKI.
4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru
Demokrasi Pancasila (OrBa) 3 tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan kemasyarakatan. Setelah 3 tahun dominasi peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan putusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga pemerintah.
5. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
Demokrasi yang diterapakan Indonesia adalah demokrasi pancasila dengan birokratik yang berbeda pada irde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer.
Karakteristik demokrasi era reformasi (a) pertama, pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya. (b) rotasi kekuasaan dilaksanakan mulai dari pusat hingga daerah. (c) pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. (d) sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat. Demokrasi era reformasi masih bisa dibilang masih dalam tahap pencarian jati diri, tapi kami yakin suatu saat demokrasi reformasi reformasi mendapatkan jati dirinya.
NPM : 2213053122
Kelas : 2A
Pretest 10
Menganalisis video
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.
Perkembangan demokrasi di Indonesia dibagi menjadi 5,yaitu:
1. Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan, demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas. Pers yang mendukung revolusi kemerdekaan salah satunya adalah Tempo.
2. Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959), pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia. Karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Akan tetapi, demokrasi parlementer tidak berjalan semestinya sehingga gagal. Hal ini didasarkan pada (1) dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik; partai "islam", partai "nasionalis", partai "non islam". (2) Persamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.
3. Perkembangan demokrasi parlementer (1959-1965)
Politik pada masa ini diwarnai dengan tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu. Yaitu ABRI vs Soekarno vs PKI.
4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru
Demokrasi Pancasila (OrBa) 3 tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan kemasyarakatan. Setelah 3 tahun dominasi peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan putusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga pemerintah.
5. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
Demokrasi yang diterapakan Indonesia adalah demokrasi pancasila dengan birokratik yang berbeda pada irde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer.
Karakteristik demokrasi era reformasi (a) pertama, pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya. (b) rotasi kekuasaan dilaksanakan mulai dari pusat hingga daerah. (c) pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. (d) sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat. Demokrasi era reformasi masih bisa dibilang masih dalam tahap pencarian jati diri, tapi kami yakin suatu saat demokrasi reformasi reformasi mendapatkan jati dirinya.