Kiriman dibuat oleh KHALDA HANUN RAFIANA 2213053122

Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 221303122
Kelas : 2A
Prodi : PGSD

Pretest 14
Menganalisis Video
Ketahanan Nasional

Ketahahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan kita dalammenghadapi segala ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup Negara dan bangsa Indonesia. Secara etimologi, ketahanan nasional merupakan kuat, mampu, dan tangguh dari sebuah bangsa dalam pengertian politik. Sedangkan menurut terminologi, wajah ketahanan nasional Indonesia memiliki dimensi dan ketahanan nasional berlapis dengan bela negara sebagai upaya mewujudkan ketahanan nasional. Secara terminologi, terdapat tiga wajah ketahanan nasional Indonesia yakni, pertahanan nasional sebagai strategi, pertahanan nasioanal sebagai konsepsi, dan pertahanan nasional sebagai kondisi. Perkembangan tiga wajah ketahanan nasional dalam Naskah GBHN Tahun 1998, yaitu ketahanan nasional mencerminkan keterpaduan antara segala aspek kehidupan nasional bangsa secara utuh. Ketahanan nasional merupakan kondisi kondisi dinamis yang meliputi ketahanan ideologi, ketahanan politik. Ekonomi, social budaya dan ketahanan pertahanan dan keamanan.
Ketahanan nasional berlapis merupakan ketahanan nasional sebagai kondisi yang kokoh dan tangguh dari sebuah bangsa yang memiliki ketahanan secara berlapis. (1) ketahanan diri, (2) ketahanan keluarga, (3) ketahanan wilayah,(4) ketahanan regional, dan (5) ketahanan nasional.
Bela Negara sebagai upaya mewujudkan ketahanan nasional. Sebagaimana tertuang dalam pasal 27 ayat 3 UUD NRI 1945. “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.” Enam aspek dalam mewujudkan ketahanan nasional:
1. Aspek ekonomi, ketahanan nasional dalam aspek ini adalah mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah di Indonesia.
2. Aspek social budaya mewujudkan kehidupan social budaya bangsa dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung persatuan dan kesatuan, cinta tanah air serta mampu memfilter budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
3. Aspek ketahanan dan keamanan, dapat diwujudkan dengan ketangguhan dan keuletan dalam mempertahankan Negara dari segala tantangan dan hambatan yang dating dari luar maupun dari dalam yang mengancam ketahanan nasional.
4. Aspek ilmu pengetahuan, mewujudkan masyarakat yang mengikuti kemajuanilmu pengetahuan dan teknologi
5. Aspek ideology, dengan pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan falsafah hidup bangsa menjadi aspek dalam ketahanan nasional bangsa Indonesia.
6. Aspek politik, terbagi menjadi politik dalam negeri (meliputi politik yang adil dan dua rah) dan politik luar negeri (meliputi kerjasama Internasional dan system politik luar negeri).
Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 2213053122
Kelas : 2A

Postest 12
Menganalisis jurnal
Penegakan Hukum dan Perlindungan Negara (Analisis Kritis Terhadap Kasus Penistaan Agama Oleh Patahana Gubernur DKI Jakarta)
Penulis : M. Husein Maruapey


Pertengahan 2016, kepemimpinan Ahok diwarnai oleh berbagai polemik, misalnya perbedaan tajam dengan DPRD, kasus UPS, kasus penggusuran, kasus Sumber Waras dan kasus Reklamasi yang menjadi sorotan publik, serta kasus yang sangat menguras energi dan mengundang perhatian publik yakni Penistaan Alqur’an. Figur Pemimpin yang satu ini terkenal dengan ceplas ceplosnya, tegas, keras dan apa adanya dalam bertutur kata tanpa memandang dengan siapa lawan bicaranya, apalagi terjadi kekeliruan dalam pekerjaan oleh bawahannya. Dialah Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh Bareskrim Polri.

Keputusan tersebut murni didasari oleh pertimbangan hukum dan bukan karena adanya tekanan masyarakat. Keputusan yang diambil memiliki risiko. Namun, pihaknya siap menghadapi risiko terburuk sekalipun. "Demonstrasi damai yang dilakukan mayoritas Muslim pada tanggal 4 November 2016 adalah demonstrasi untuk menuntut Negara dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia agar bekerja secara profesional dan segera mengsangkakan Ahok sebagai pihak yang tertuduh menistakan Alquran. Di ikuti oleh Alim Ulama, Kaum Pemudah, Organisasi Sosial kemasyarakatan mendesak kepada Presiden dan jajarannya untuk memproses secara transparan dan terbuka kasus penistaan Alquran yang dilakukan Ahok. Walaupun demonstrasi yang dilakukan berakhir dengan damai, namun diakui oleh Kapolri Jend Tito Karnavian,bahwa ada segelintir pihak tertentu yang berniat memanfaatkan aksi damai tersebut dengan melakukan tindakan inkonstitusional. Oleh karena itu kehadiran Negara adalah untuk melindungi segenap warga negaranya terhadap tindakan yang dapat mencederai tatanan hukum. Negara
wajib memperlakukan dan melindungi siapapun terhadap kejaliman dan ketidakadilan yang menerpa warga negaranya dalam UUD 1945 Pasal 27 bahwa Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum serta pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Masalah penegakan hukum di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan terus menjadi perhatian pemerintah. Tingginya angka kriminilitas, Narkoba, Korupsi, asusila dan permasalahan hukum lainnya seperti pungutan liar yang kian menerpa bangsa ini. Karakter masyarakat terutama Aparat penegak hukum dan aparat pada jajaran birokrasi yang tidak amanah serta tidak jujur dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan negara bahkan ketidakpuasan terhadap pendapatan menjadi penyebab utama tingginya KKN serta persoalan hukum lainnya. Dilain pihak proses penegakan hukum yang kian dipertanyakan oleh pencari keadilan menjadi salah satu permasalahan yang harus dibenahi oleh Pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar kewibawaan Negara dimata rakyat menadapat harkat dan martabatnya. Bahwa Negara menjamin dan melindungi seluruh warga negara. Negara menjamin hak-hak setiap warga negara, sebagaimana status dan fungsi dari negara itu sendiri yang diatur dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia.
Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 2213053122
Kelas : 2A

Postest 13
Menganalisis soal

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?

Jawab :
1. Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia - Timor Leste merupakan hal yang patut disayangkan. Karena seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya sebelum merdeka, Timor leste merupakan bagian dari wilayah Indonesia, yang mana seharusnya memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan Indonesia. Namun, pasca pemisahan Timor Timur sebagai hasil referendum, sentimen negatif terus menguat. Di satu sisi, warga Timor Leste terutama yang menjadi bagian kelompok prokemerdekaan, melihat Indonesia sebagai negara yang telah menjajah mereka selama hampir 25 tahun. Di sisi laun, warga Indonesia melihat warga Timor Leste sebabgai orang yang tidak berterima kasih, apalagi banyak anggota kelompok prointegrasi yang mekilih mengungsi ke wilayah Indonesia pasca referendum. Sentimen negatif ini semakin menguat ketika masyarakat kedua negara sama-sama dalam kondisi miskin dan mereka terlibat perebutan sumber daya lahan kebun dan sapi.
Selain itu, konflik komunal ini terjadi karena faktor Masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara. Berdasarkan nota kesepahaman antara kedua negara pada tahun 2005, masih terdapat 4% perbatasan darat yang masih belum disepakati. Menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kedua negara masih mempersengketakan tiga segmen batas. Selain itu, ada pula perbedaan interpretasi batas netral dari kedua negara ini. Hal positif yang dapat diambil dari artikel diatas adalah bahwasanya kita harus bersatu mempertahankan keutuhan negara Indonesia. Meskipun Indonesia terdiri dari banyak daerah dengan beragam budaya didalamnya kita harus terus menjaga toleransi dan saling menghormati. Karena apabila sampai terjadi perpecahan seperti halnya wilayah Timor Timur maka akan terus terjadi konflik yang tidak berkesudahan. Konflik antar negara ini yang nantinya merugikan warga yang terlibat langsung maupun negara dalam skala besar.

2. Hal yang akan terjadi pada wilayah dan Bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara adalah akan terjadi perpecahan yang menimbulkan konflik dan merugikan semua pihak. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dengan ribuan pulau. Setiap wilayah pasti memiliki keunikan budayanya sendiri. Hal inilah yang harus kita jaga, persatuan toleransi dan menghormati dalam keberagaman. Untuk menjaga hal itu, maka diperlukan konsep wawasan nusantara dalam berbangsa dan bernegara. Dengan wawasan nusantara kita mengetahui dan memahami bahwasanya negara Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman dan harus dijaga persatuan dan kesatuannya.

3. Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik komunal antar wilayah adalah dengan menerapkan konsep Bhinneka Tunggal Eka (Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu) Dengan menanamkan sifat toleransi saling menghormati serta menentukan batas wilayah dengan jelas secara hukum. Agar tidak terjadi konflik antar wilayah yang merugikan semua pihak. Selain itu, pembangunan transportasi dan fasilitas umum yang merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor penting agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial antar wilayah. Sehingga tidak ada wilayah yang menganggap paling superior maupun inferior, karena semua daerah sama dan merata.